Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
15 Desember 2011, Kamis
Kita mengenal dunia kita dengan melihat, mendengar, mencium, mencicip dan menyentuh – dan bereaksi sesuai informasi yang diterima panca indera ini. Namun Allah menyatakan ada satu realitas yang lebih tinggi, meskipun persepsi-persepsi kita tampaknya benar. Dan Bapa memerintahkan kita untuk berjalan dengan iman, bukan berdasarkan yang kita lihat.
Lalu, apakah iman Kristen ini? Keyakinan yang teguh bahwa Allah itu sebagaimana yang dinyatakan Firman-Nya. Kebenaran tentang diri-Nya hanya tergantung pada Yang Maha Kuasa, bukan berdasarkan pendapat, situasi atau perasaan kita. Juga bukan pada sesuatu yang dapat kita ukur secara ilmiah. Dan ingat, iman adalah anugerah dari Tuhan, bukan hal yang kita ciptakan (Efesus 2:8). Oleh karena itu, kita bisa meminta Dia menolong kita jika iman kita mulai goyah.
Cara kita berjalan dengan iman adalah melalui tindakan, gaya hidup, dan pilihan-pilihan kita. Roh Kudus memimpin langkah-langkah kita, dan kita mengikuti-Nya dengan sengaja. Kita perlu meminta pimpinan dan hikmat, mengharapkan Dia menjawab dan memenuhi segala kebutuhan kita, dan percaya bahwa Dia tahu yang terbaik.
Memang, kita kadang membuat kesalahan. Namun, Allah selalu ada untuk mengampuni hati kita yang bertobat, dan menolong kita untuk kembali ke jalan yang benar. Saat kita bertumbuh semakin erat dalam relasi dengan-Nya, kita menjadi semakin terarah kepada-Nya dan iman kita pun meningkat.
Jika kita mencoba berjalan dengan kekuatan kita sendiri, kita akan tertekan. Betapa indah karena Pencipta kita memberi kelegaan dan damai sejahtera saat kita mempercayai Dia memimpin setiap langkah kita. Bapa yang memiliki hikmat tak terbatas, kasih sempurna dan kedaulatan penuh sungguh sangat mampu memelihara anak-anak-Nya.
-Sentuhan Hati-
| 2 Korintus 5:6-8 | |
| 5:6 | Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, |
| 5:7 | –sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat– |
| 5:8 | tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
03 Desember 2011, Sabtu
Roh Allah bekerja di dalam diri setiap orang percaya. Dia tidak terbatas seperti para pendeta atau penginjil. Jika Anda sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi, di dalam diri Anda berdiam kuasa yang sama dengan yang telah membangkitkan Kristus dari kematian (Roma 8:11). Roh Kudus mencurahkan kuasa-Nya untuk menbangun karakter ilahi di dalam diri semua pengikut Tuhan.
Buah Roh disebut demikian karena karakter dan perilaku itu dihasilkan Roh Kudus di dalam diri orang percaya. Kualitas-kualitas ini tidak dapat kita hasilkan secara konsisten dengan kekuatan kita sendiri. Pesan paling berdampak yang dapat kita sampaikan bukanlah kesaksian atau khotbah, melainkan hidup yang kita jalani ketika tekanan datang, cobaan menekan, atau longsor persoalan menimbun kita.
Yang paling perlu dilihat dunia pada zaman modern ini adalah keluarga-keluarga ilahi yang saling mengasihi, pebisnis yang bekerja dengan integritas dan kesederhanaan, pemuda-pemudi yang memilih kesucian moral. Dengan kata lain, dunia perlu melihat orang-orang percaya yang taat.
Dengan menunjukkan damai sejahtera dan bukan kecemasan, atau kesabaran dan bukan kata-kata kasar, orang percaya menjadi kesaksian yang indah bagi injil. Kita menarik orang tak percaya kepada Kristus melalui perkataan dan perbuatan kita. Mereka bisa jadi menolak suatu ajaran, tetapi mereka tidak dapat mengabaikan cara hidup yang benar.
Berita Injil terhebat tidak datang dari mimbar. Kesaksian bagi Yesus Kristus yang paling berdampak di tempat kerja, di lingkungan tempat tinggal dan tempat santai Anda adalah Anda. Tunduklah pada pekerjaan Roh Kusus, maka Dia akan menghasilkan tuaian buah rohani yang besar dalam kehidupan Anda.
-Sentuhan Hati-
| Kisah Para Rasul 1:8 | |
| 1:8 | Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
02 Desember 2011, Jumat
Iblis akan mencari titik-titik kelemahan orang percaya untuk dijadikan bentengnya. Begitu benteng berdiri, ia tahu orang yang bersangkutan akan membenarkannya, mempertahankannya, dan terus menambahkan batu bata dosa lagi setiap kali. Daya tarik dosa begitu kuat sampai kita akan kembali melakukannya lagi sekalipun kita baru saja mengakui dosa itu di hadapan Tuhan. Iblis berbisik, “Sekali lagi tidak apa-apa,” dan kita pun kembali jatuh ke dalam pencobaan.
Seperti halnya para prajurit di abad-abad pertengahan berperang di benteng-benteng batu yang tinggi, benteng dosa pun biasanya merupakan medan pertempuran. Kita mungkin mengira peperangan ini hanyalah antara Tuhan dan Iblis, tetapi sebenarnya tidak. Tuhan tentu bisa saja merobohkan benteng Iblis dengan sekejap. Tetapi, peperangan terjadi di dalam roh kita: Apakah kita mau Tuhan menghancurkan kebiasaan kita atau tidak?
Menghentikan dosa yang sudah menjadi kebiasaan itu sulit sekali. Karena si pendosa juga mendapatkan kenyamanan, kesenangan, dan/atau kepuasan dengan melakukannya. Namun, di ujung semua ini akhirnya hanyalah rasa bersalah, malu dan putus asa, yang membuat orang berseru minta tolong. Sayangnya, Tuhan yang kudus tidak dapat menyucikan dosa sampai orang itu benar-benar bertobat. Pertobatan sejati berarti orang percaya memandang dosa sebagai kejahatan dan akan menjauhinya. Dan ia akan menjauhinya sesering yang diperlukan – satu kali, seratus kali, atau setiap hari sepanjang sisa hidup kita.
Berpikir untuk menghentikan kebiasan berdosa saja sudah membawa sebagian orang ke tepi jurang keputusasaan. Mereka ingin bebas dari belenggunya, tetapi pemikiran tentang melawan godaan membuat mereka merasa lemah. Namun ada kabar baik: kuasa Roh Kudus cukup untuk membuat orang percaya menjauhi dosa. Dan itu termasuk Anda.
-Sentuhan Hati-
| Efesus 6:10-11 | |
| 6:10 | Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. |
| 6:11 | Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
30 November 2011, Rabu
Tuhan memperlihatkan anak-anak-Nya kepada dunia seperti suatu kota di atas bukit (Matius 5:14). Sinar dari kota besar dapat terlihat dari kejauhan. Begitu pula, orang percaya harus ”bersinar” sedemikian rupa sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Tuhan.
”Sinar iman” seorang Kristen nyata melalui perbuatannya. Kita ingin agar rekan sekerja, teman dan orang lain di sekeliling kita untuk terjaga dan memperhatikan cara kita hidup. Alasannya? Karena begitu mereka melihat bahwa kita tidak sekedar ”mencari kemenangan”, mereka ingin tahu alasannya. Dan itulah saat dimana mereka mulai menghubungkan beberapa hal yang telah kita lakukan, dengan pikiran seperti ini: Ia menolong orang lain sekalipun itu adalah hal yang sulit dilakukan … Ia berkata bahwa ia melakukan ini karena ia orang Kristen … Tuhannya pastilah sungguh mulia dan baik.
Semakin banyak orang melihat orang percaya melakukan perbuatan baik, semakin banyak kemuliaan bagi Tuhan, yang adalah Penulis catatan pelayanan kita. Namun demikian, untuk menyeimbangkan perintah-Nya untuk bersinar, Tuhan juga memberikan suatu peringatan dalam Matius 6:1: ”Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka.” Dengan kata lain, perhatikan motivasi kita. Jika kita melakukan perbuatan baik hanya untuk mendapatkan pujian atau perhatian dari orang lain, kita akan kehilangan upah surgawi. Yang menjadi upah dari usaha kita hanyalah penghargaan dunia yang berlalu dengan cepat itu .
Orang percaya ada disini untuk membawa orang lain kepada Tuhan yang mereka layani. Kita adalah cerminan dari terang dan kemuliaan-Nya. Tidak hanya memberikan kesempatan kepada kita untuk bersinar, Ia juga yang memperlengkapi kita dengan kekuatan dan karunia untuk bekerja bagi kerajaan Allah. Seterang apapun kita, tanpa Tuhan kita tidak berarti apapun.
-Sentuhan Hati-
| Matius 5:14-16 | |
| 5:14 | Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. |
| 5:15 | Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. |
| 5:16 | Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
29 November 2011, Selasa
Iman dan tindakan berjalan beriringan. Seorang Kristen adalah orang yang dipakai Kristus untuk mengerjakan karya-Nya di muka bumi. Karena itu, melayani Tuhan lebih dari sekedar sesuatu yang kita kerjakan; bekerja bagi Tuhan juga menegaskan siapa diri kita.
Setelah masuk dalam keluarga Allah, orang percaya dikenal melalui buah perbuatan mereka, termasuk pelayanan yang mereka lakukan bagi Dia dan orang lain. Bahkan, Tuhan menyelamatkan orang dari dosa supaya mereka dapat melakukan pekerjaan yang Ia telah rancangkan (Efesus 2:10). Seringkali dikatakan bahwa kita adalah tangan dan kaki Tuhan di dunia ini.
Bapa yang sama, yang memanggil kita untuk bekerja dalam nama-Nya, juga menyediakan sumber daya yang diperlukan. Sebagaimana Paulus berkata, Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada anak-anak-Nya, supaya mereka senantiasa berkecukupan di dalam pelbagai kebajikan (II Korintus 9:8). Selain itu, kita diperlengkapi oleh Firman-Nya dan dikuatkan serta dituntun oleh Roh-Nya yang Kudus (II Timotius 3:16-17). Dari sumber-sumber inilah, orang Kristen belajar tentang berhubungan dengan orang lain sehingga mereka bisa menolong, menguatkan hati dan memberi kepada orang lain.
Yang jelas, perbuatan kita tidak ada hubungannya dengan keselamatan. Kita diselamatkan hanya oleh kasih karunia saja melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Titik. Setelah itu terjadi, seorang percaya termotivasi untuk melakukan kebaikan dalam nama Tuhan dengan maksud untuk menyenangkan hati-Nya.
Kita terpanggil untuk menunjukkan iman kita melalui perbuatan setiap hari. Tuhan berkarya melalui kita untuk menjangkau mereka yang mungkin tidak pernah membuka Alkitab atau masuk ke gereja. Lebih dari itu, Ia meminjam suara kita untuk memberitakan kisah-Nya dan memakai hidup kita untuk mendemonstrasikan kasih karunia dan kemuliaan-Nya. Pekerjaan baik adalah tugas kasih orang percaya.
-Sentuhan Hati-
| 2 Korintus 9:8-11 | |
| 9:8 | Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. |
| 9:9 | Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.” |
| 9:10 | Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; |
| 9:11 | kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. |