Da Words of My Jesus


Gereja Perjanjian Baru | Matius 16:13-18
June 30, 2009, 6:10 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

30 Juni 2009, Selasa

Kata `gereja’ sekarang seringkali dipakai tidak seperti yang dimaksudkan Alkitab. Kita cenderung menganggap gereja adalah bangunan yang ada menaranya, ibadah pagi atau sore, atau bahkan makan ala kadarnya bersama-sama. Padahal Allah sangat spesifik dengan istilah ini. Di dalam Alkitab, `gereja’ berarti satu tubuh orang percaya yang berada di bawah otoritas kepalanya, Yesus Kristus (Kolose 1:18). Firman Allah juga menjelaskan tiga tujuan gereja ini: untuk menyembah Tuhan, melayani orang percaya, dan menjangkau dunia yang belum percaya.

Fokus kita terutama harus memuliakan Allah yang hidup. Dengan mengakui siapa Dia dan memuliakan nama-Nya, kita menunjukkan kepada Bapa bahwa kita mengasihi-Nya. Mazmur 100:2-4 mendorong kita untuk “datang ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!” dan “masuk melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, dan … puji-pujian.” Dan karena untuk berbuah secara rohani, kita harus berakar pada kebenaran, tujuan kedua adalah mengajar orang percaya lain dan mendorong mereka untuk melakukan perbuatan baik (Ibrani 10:24-25; Kolose 3:16). Tujuan ketiga adalah menjangkau orang belum percaya dengan injil, agar melalui Anak Allah, mereka dapat diampuni dari dosa dan memiliki hidup yang kekal. Tuhan sendiri memerintahkan kita untuk `menjadikan semua bangsa murid-Nya, dan membaptis mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19).

Menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat berarti kita menjadi anggota gereja-Nya. Allah menghendaki kita bersekutu secara teratur dengan sekelompok orang percaya, untuk beribadah, saling menguatkan, mengajar dan menjangkau orang-orang yang belum mengenal Dia. Di dalam persekutuan gereja lokal, apakah Anda sedang melakukan tujuan-tujuan ini?

-Sentuhan Hati-


16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
16:14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16:16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
16:17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.


Buah Yang Sesuai Dengan Pertobatan | II Petrus 3:8-9
June 29, 2009, 11:48 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

29 Juni 2009, Senin

Ketika Tuhan mengurapi Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan jalan bagi pelayanan Yesus di bumi, tema utama khotbahnya adalah panggilan untuk bertobat. Allah telah menyatakan rencana-Nya untuk mendamaikan dunia dengan diri-Nya sendiri melalui Anak-Nya.

Khotbah Yohanes menyiapkan hati manusia abad pertama itu untuk mendengar kebenaran bahwa:
Yesus dari Nazareth adalah Mesias (dalam bahasa Yunani: Kristus) yang sudah lama dinanti-nantikan – yang melalui-Nya akan datang keselamatan. Dengan menawarkan kelahiran kedua dalam kerajaan Allah (Yohanes 3:16-17), Dia menjadi jalan kita untuk mendapat keselamatan.

Allah mau semua orang berdosa bertobat, dan Dia bersedia mengampuni orang bersalah yangmemercayai Kristus sebagai Juru Selamat (II Petrus 3:8-9).

Pertobatan, atau berpaling dari dosa, bukan sekadar berkata, “Aku menyesal”. Pertobatan merupakan ketetapan hati orang yang berdukacita, untuk berbalik dari cara-cara lama yang berdosa, dan memulai hidup baru. Sebagaimana diajarkan Yohanes Pembaptis, hidup baru dan `buah yang sesuai dengan pertobatan’ (Lukas 3:8) akan menjadi bukti pertobatan yang benar.

Dukacita yang benar menghasilkan:
pertobatan sejati (II Korintus 7:9-11)
kehidupan yang berbuah (Lukas 3:10-14; Matius 3:8)
penyerahan diri untuk hidup menyenangkan Tuhan (II Korintus 5:7-11)
penghapusan pola-pola kebiasaan hidup yang berdosa (I Yohanes 3:9).

Sudahkah Anda datang kepada Tuhan dengan dukacita yang benar, meminta-Nya mengampuni dosa Anda dan menerima hadiah keselamatan-Nya secara cuma-cuma? Buah apa saja yang sudah Anda hasilkan dari hidup pertobatan Anda? Jika Anda belum bisa menemukannya, mintalah Tuhan menyatakan karya-Nya untuk bekerja di dalam dan melalui Anda.

-Sentuhan Hati-

2 Petrus 3:8-9
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.


Mengenal Allah Dari Kitab Mazmur
June 28, 2009, 6:43 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

28 Juni 2009, Minggu

Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” (Mazmur 16:2).

“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku”
(Mazmur 23:1).

“Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1).

“Pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang” (Mazmur 36:10).

“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah” (Mazmur 62:2,3).

“Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela” (Mazmur 84:12).

“Tuhan adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah”
(Mazmur 95:3).

“Tuhanlah Allah, Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya” (Mazmur  100:3).

 

-Sentuhan Hati-



Memahami Allah | Mazmur 81:10-16
June 27, 2009, 8:49 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

27 Juni 2009 Sabtu

Kebanyakan orang ingin dimengerti. Kita mungkin punya banyak teman, tetapi yang kita butuhkan adalah `dimengerti’ oleh orang-orang yang paling kita kasihi.

Ini juga berlaku dalam relasi kita dengan Allah. Meskipun Dia mengetahui segala pikiran kita dan dapat menghitung jumlah rambut di kepala kita, kita seharusnya juga mempelajari jalan-Nya – dengan kata lain, mengenali cara berpikir-Nya, apa yang mendorong-Nya dan apa saja rencana dan tujuan-Nya.

Namun, meskipun kita ingin mengenali pikiran Tuhan, Dia menyatakan bahwa secara manusia, hal ini tidak mungkin. Di Yesaya 55:9 dikatakan, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Itulah sebabnya Allah memberi kita Roh Kudus – untuk mengajar dan menyingkapkan yang tidak dapat kita pahami (I Korintus 2:11-13).

Bertumbuh dalam pemahaman rohani penting jika kita ingin memiliki relasi pribadi yang erat dengan Allah (Yeremia 24:7). Dan kita harus memahami jalan-Nya, sebelum kita berjalan di dalamnya (Keluaran 33:13). Ketaatan kita bukan hanya memuliakan Bapa surgawi, tetapi juga mendatangkan kebaikan bagi diri kita sendiri. Mengikut Yesus memang tidak akan menghapus penderitaan, atau memastikan bahwa segala sesuatu akan berjalan seperti pilihan kita. Tetapi, kita akan memiliki keyakinan bahwa Tuhan mengasihi kita, dan memiliki rencana untuk hidup kita (Roma 5:8; 8:28). Dia akan memberi kita kekuatan dan kemantapan untuk mengikut Dia, ke mana pun Dia membawa kita.

Ketika kita berjalan di jalan-Nya, Dia memberikan segala yang kita butuhkan untuk memiliki hidup berkelimpahan yang dijanjikan Kitab Suci. Dialah Bapa Pengasih yang memberikan kebaikan dan kemurahan kepada anak-anak-Nya

-Sentuhan Hati-

Mazmur 81:10-16
81:10 (81-11) Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
81:11 (81-12) Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.
81:12 (81-13) Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!
81:13 (81-14) Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!
81:14 (81-15) Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.
81:15 (81-16) Orang-orang yang membenci TUHAN akan tunduk menjilat kepada-Nya, dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya.
81:16 (81-17) Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.”


PENGADILAN NEGERI FLORIDA MENETAPKAN HARI RAYA BAGI KAUM ATHEIS
June 26, 2009, 10:36 am
Filed under: Illustration | Tags:

Di negara bagian Florida, seorang atheis membuat sebuah tuntutan terhadap hari Raya Paskah dan Perjamuan yang akan dirayakan dalam waktu dekat. Atheis ini menyewa seorang pengacara untuk membawa masalah diskriminasi ini terhadap orang-orang Kristen, Yahudi dan semua yang berhubungan dengan hari rayanya.

Argumen yang disampaikan adalah sebuah hal yang tidak adil jika para atheis tidak memiliki hari libur yang diakui secara umum. Lalu kasus tersebut dibawa ke hadapan seorang hakim. Setelah mendengar penyajian yang penuh hasrat dari pengacara yang mewakili orang atheis ini, sang hakim mengetuk palunya dan menyatakan, “Kasus dibatalkan!”

Di saat yang sama, sang pengacara berdiri dan menyatakan keberatannya atas keputusan hakim tersebut dan berkata, “Yang mulia, Kenapa engkau membatalkan kasus ini? Orang Kristen memiliki Natal, Paskah dan lainnya. Para Yahudi memiliki Perjamuan, Yom Kippur dan Hanukkah, akan tetapi klien saya dan semua orang atheis tidak memiliki hari raya semacam itu.”

Sang hakim lalu mencondongkan badannya ke depan sembari tetap terduduk di kursinya dan berkata, “Sebenarnya kalian memiliki hari raya itu. Rekan pengacara, klien kamu itu sesungguhnya telah dengan bodohnya mengacuhkan…”

Sang pengacara berkata, “Yang mulia, kami tidak menyadari bahwa ada hari raya khusus bagi para atheis.”

Sang hakim berkata, “Di dalam kalender tertulis tanggal 1 April, yaitu April Fool Day…

Dituliskan dalam Mazmur 14:1, ‘Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah.”

Dan oleh karena itu, menurut pendapat pengadilan ini, dikarenakan klienmu itu berkata bahwa tidak ada Tuhan, oleh karena itu juga dia dinyatakan seorang yang bebal. Maka, tanggal 1 April adalah hari baginya. Pengadilan ini ditutup.

Kalian semua harus berbangga ada seorang hakim yang mengetahui Firman Tuhan!

Cerita ini terlalu sayang untuk disimpan sendiri. :)




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.