Da Words of My Jesus


Yesus, Batu Karang Kita | Maleakhi 3:6
July 31, 2009, 2:49 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

31 Juli 2009, Jumat

Terkadang orang berkata, ”Satu-satunya yang tetap adalah perubahan”. Untungnya, hal ini tidak benar. Ada satu Pribadi yang tidak pernah berubah. Yesus Kristus senantiasa tetap sama. Sungguh suatu penghiburan bagi orang percaya! Namun sulit untuk mencari tempat berlindung pada seseorang yang tidak begitu kita kenal. Karena itu, mari kira menyelidiki tindakan Tuhan untuk mengetahui lebih banyak mengenai sifatNya.

• Yesus mengampuni orang lain. Ia menunjukkan kemurahan hati, bukan penghakiman, kepada mereka yang menyadari dosa-dosanya. Contohnya, Yesus menunjukkan belas kasihan kepada wanita yang tertangkap karena melakukan perzinahan dan menghentikan hukuman matinya hanya dengan beberapa kata yang bijaksana. Kemudian, bukannya memberikan hukuman, Ia malah berkata bahwa dosanya telah diampuni (Yohanes 8:1-11).

• Yesus menghibur yang terluka. Ia mengunjungi Maria dan Martha, yang berduka karena telah kehilangan saudara mereka Lazarus (Yohanes 11:1-45).

• Yesus menyediakan bagi yang membutuhkan. Setelah melewatkan 3 hari untuk menyembuhkan berbagai penyakit, Ia peduli tentang orang banyak yang belum makan. Ia bisa saja menyuruh ke-4000 orang itu untuk pergi mencari makan sendiri, akan tetapi Ia menyediakan lebih dari cukup untuk memuaskan rasa lapar mereka (Markus 8:1-9).

• Yesus mendoakan murid-muridNya. Sebelum Ia disalibkan, Ia meminta kepada Bapa untuk melindungi dan menguduskan para pengikutNya, termasuk Anda dan saya (Yohanes 17:15, 17, 19-20).

Yesus menguatkan hati orang percaya dan memberikan kuasa kepada mereka untuk melakukan karya Allah. Dalam Kisah Para Rasul 1:8, Tuhan mengutus para muridNya untuk memberitakan Injil dan menguatkan hati mereka, ”Kamu akan menerima kuasa ketika Roh Kudus turun ke atas kamu”.

Yesus masih mengampuni, masih memberi penghiburan, masih menyediakan, masih mendoakan dan masih memberi kuasa. Sungguh suatu anugerah, kita dapat menemukan tempat perlindungan kita di dalam Tuhan kita yang luar biasa!

-Sentuhan Hati-

Maleakhi 3:6
3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.


Pondasi Untuk Iman Yang Teguh | Ibrani 13:8
July 31, 2009, 2:40 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

30 Juli 2009, Kamis

Dalam dunia yang senantiasa berubah ini, keluarga berpindah, pertemanan terlepas, kesetiaan berubah dan kemajuan teknologi berubah dengan cepat. Bila kita mencari kepastian pada manusia, harta benda atau jabatan, kita akan kecewa.
Namun demikian, kita semua membutuhkan suatu tempat sebagai tempat berpaling saat menghadapi badai hidup. Satu-satunya tempat berlabuh sejati bagi jiwa kita adalah Yesus Kristus, dimana FirmanNya memberikan jaminan bahwa Ia tidak akan berubah. Supaya kita dapat menemukan penghiburan di dalam Dia, kita harus mengetahui siapa Dia, apa yang Dia lakukan dan bagaimana Dia bekerja. Hari ini kita akan menggali beberapa hal mengenai hidup dan karakterNya.
Yohanes 1:1 menyatakan bahwa Yesus adalah Allah sejak permulaan. Sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Ia dilahirkan dari seorang perawan, hidup selama 33 tahun di bumi, disalibkan meskipun Ia tidak bersalah, dan bangkit pada hari yang ketiga. Ia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup – Kristus, Anak Allah yang hidup (Yohanes 14:6; Matius 16-16-17). Tuhan kita menggenapi nubuat yang tidak terhitung jumlahnya dalam Perjanjian Lama, seperti Yesaya 53. Seperti halnya kita, Yesus juga memiliki perasaan – Ia menangis untuk orang-orang yang terluka dan marah ketika orang menyalahgunakan bait Allah. Dan yang lebih penting lagi, kebangkitanNya mengalahkan maut dan Ia tetap hidup sampai hari ini.
Karakter Tuhan tidak pernah berubah. Tentu, saat situasi berubah, Ia bertindak dengan tepat sesuai dengan keadaan itu. Namun Yesus yang murah hati, mengasihi, penuh belas kasihan dan kudus itu adalah Mesias yang sama yang kepadaNya kita dapat bergantung.  Kemanakah Anda berpaling pada saat pencobaan datang? Situasi yang sukar tidak dapat dielakkan. Karena itu, persiapkan diri Anda untuk menghadapinya dengan mengetahui siapa Yesus itu – Ia adalah satu-satunya tempat perlindungan yang sejati dan batu karang yang tidak akan pernah berubah. Sungguh Juruselamat yang luar biasa!

-Sentuhan Hati-

Ibrani 13:8
13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.


29.07.2009 | Christine’s Dew – Pengkotbah 4:9-12
July 30, 2009, 1:19 am
Filed under: Christine's Dew, Moment of Peace | Tags: ,

Pesan dari Christine hari ini,

“Kemenangan tidak dapat diraih seorang diri.
Kemenangan adalah hasil usaha dan kerja sama dengan orang lain”

Pengkhotbah 4:9-12
4:9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.
4:10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!
4:11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?
4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

Mari kita baca ayat yang sama dalam versi NIV (New International Version) untuk mendapatkan arti yang lebih “pas”

Ecclesiastes 4:9-12 (New International Version)

9 Two are better than one,
because they have a good return for their work:

10 If one falls down,
his friend can help him up.
But pity the man who falls
and has no one to help him up!

11 Also, if two lie down together, they will keep warm.
But how can one keep warm alone?

12 Though one may be overpowered,
two can defend themselves.
A cord of three strands is not quickly broken.

Saya akan mencoba terjemahkan ayat dalam versi NIV ini ke dalam bahasa Indonesia sehari-hari.

Ayat 9
Berdua lebih baik daripada seorang diri, karena dengan berdua memberikan hasil yang baik atas kerja mereka.

Kemudian ayat 10 menjelaskan kenapa lebih baik berdua
Karena jika seorang dari mereka jatuh, sahabatnya dapat membangkitkan ia; Tetapi, sungguh kasihan seorang yang jatuh tanpa memiliki seorangpun yang mampu menolongnya berdiri.

Lalu ayat 11 memberikan sebuah contoh lagi kenapa lebih baik berdua
Lalu, jika dua orang tidur bersamaan, mereka akan saling menghangatkan. Akan tetapi, bagaimanakah seorang diri dapat membuat dirinya sendiri hangat?

Kemudian ayat 12 menegaskan pentingnya untuk berdua bahkan bertiga!
Bila ada satu orang yang mungkin saja dikalahkan, masih ada dua orang yang dapat mempertahankan dirinya sendiri. Karena seutas tali yang terdiri dari tiga serat tali tidaklah mudah untuk diputus.

Hal-hal inilah yang hendak Tuhan melalui rekan saya Christine ingin ingatkan kepada kita. Terlebih lagi di dalam kondisi yang seperti sekarang. Banyak penyakit baru bermunculan dan misalnya jika keluarga tidak bersatu — Contoh: orang tua yang bersatu untuk mencari kesembuhan bagi anaknya yang sedang sakit atau kakak beradik bersatu untuk mendirikan mezbah doa bagi kesembuhan orang tuanya atau kepada orang-orang yang mereka kasihi. Bagaimanakah mereka akan mendapat pertolongan?

Lalu, kita semua sempat dikejutkan dengan runtuhnya ekonomi Amerika yang menjadikan dunia dalam krisis ekonomi global. Jika kita terkena imbas dan tidak memiliki teman atau sanak saudara – dan kita sudah berseru pada Tuhan memohon pertolongan-Nya, akan tetapi kok sepertinya pertolongan itu tidak datang juga?

Sudahkah kita renungkan bahwa pertolongan itu sebenarnya Tuhan sudah rancangkan melalui orang-orang yang berada di sekitar kita, akan tetapi selama ini orang-orang tersebut kita acuhkan – karena kita merasa mampu sendiri, karena mampu mengatasi setiap situasi tanpa pertolongan orang lain? atau bahkan tanpa Tuhan?

Oleh karena itu, oleh karena rancangan Tuhan – kita butuh orang lain di dalam hidup kita. Saudara kita, baik kandung maupun saudara dalam iman. Kita butuh support dari anak, atau orang tua kita dan juga hamba Tuhan tempat kita beribadah dalam mencari sebuah solusi atau merancangkan sebuah rencana kemenangan.

Karena Pengkhotbah menulis pada ayat 7 dan 8 sebagai pembuka dari ayat 9-12.

4:7 Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari:
4:8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; –untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? –Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan.

Pengkhotbah menuliskan dengan jelas, bahwa jika ada seorang yang sendirian tanpa anak maupun saudara dan berkerja terus dan hasilnyapun tidak membuatnya puas. Semua itu adalah kesia-siaan. Karena jerih payah kita tidak dapat kita nikmati, jerih payah kita hanya memberikan kita kesusahan dan jerih payah itupun tidak ada gunanya bagi siapapun.

Bukankah itu semua menjadi hal yang sia-sia dan tiada artinya?

Kesimpulan,
Jika kita ingin menang atas segala macam keadaan (masalah keuangan, sakit penyakit, masalah dalam keluarga, dll) yang terjadi atas kita, kita butuh orang lain yang sudah Tuhan rencanakan bagi kita — supaya bersamanya dan bersama Tuhan, kita mampu menang.

Akhir kata, carilah Tuhan dan Firman-Nya – agar kita tidak tersesat di jalan, sendirian.

Tuhan memberkati kita

RF



Menemukan Gereja Lokal | Efesus 4:11-16
July 29, 2009, 1:28 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

29 Juli 2009, Rabu

Di beberapa kota, terdapat bangunan gereja di setiap sudutnya. Dan  tampaknya mudah bagi kita untuk menemukan suatu tempat dimana orang Kristen dapat beribadah, menguatkan sesama orang percaya, dan menjangkau mereka yang belum mengenal Yesus. Namun sayangnya, tidak demikian adanya.

Banyak gereja yang mengajarkan doktrin yang tidak sesuai dengan  Firman Tuhan. Sedangkan gereja lainnya mengalihkan perhatiannya pada program atau kampanye, dan melupakan tujuan mereka yang sebenarnya. Karena itu, sangat penting bagi orang percaya untuk menanyakan pertanyaan yang benar sebelum memasuki suatu persekutuan. Ketahuilah  apakah gereja itu mengajarkan keenam kebenaran ini:

1. Alkitab merupakan wahyu Allah yang sempurna yang diberikan kepada  manusia sehingga setiap individu dapat memiliki suatu hubungan pribadi dengan Allah.
2. Yesus Kristus dilahirkan oleh seorang perawan.
3. Juruselamat kita adalah sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah.
4. Setelah penyaliban dan penguburanNya, tubuh Yesus bangkit.
5. Surga dan neraka itu ada.
6. Keselamatan hanya datang melalui iman kepada Yesus.

Sebagai tambahan, pesan dari suatu persekutuan selalu berpusat seputar penebusan, khususnya mengajarkan bahwa manusia itu berdosa dan terpisah dari Allah (Roma 3:23). Oleh karena kita semua telah  kehilangan kemuliaanNya, maka hukuman kita adalah maut (Roma 6:23). Sekalipun demikian, Bapa menebus kita melalui darah anakNya yang tertumpah, yang menyelamatkan semua orang yang menerima Yesus sebagai Juruselamatnya (Yohanes 3:16; I Petrus 1:18-19).  Apa yang diajarkan kepada kita akan menjadi sistem kepercayaan kita dan ”saringan” untuk berbagai informasi dan pendapat yang dibuat oleh dunia. Sangat penting untuk menemukan suatu gereja yang berpegang pada Firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi, dan menolak segala pengajaran yang bertentangan dengan Firman Tuhan.

-Sentuhan Hati-

Efesus 4:11-16
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.


Allah Memakai Orang Fasik | Kejadian 37-39
July 28, 2009, 9:13 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

28 Juli 2009, Selasa

Ketika orang jahat membawa dampak dalam kehidupan kita, seringkali kita bertanya-tanya mengapa Tuhan bisa mengijinkan hal itu. Secara manusia, pertanyaan seperti ini cukup masuk akal, meskipun sangat mungkin bagi kita untuk tidak pernah mengerti mengapa kejahatan menyentuh kehidupan kita. Namun demikian, Tuhan memberikan jaminan untuk menguatkan kita melewati masa-masa seperti ini.

Pertama, Tuhan mengingatkan bahwa jalan dan pikiranNya lebih tinggi daripada jalan dan pikiran kita (Yesaya 55:9). Kemudian, Ia memberikan pengertian kepada kita tentang karakterNya, mengingatkan kita bahwa ” TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun” (Mazmur 100:5). Dan terakhir, Bapa
surgawi berjanji bahwa Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang percaya (Roma 8:28).

Kita pun dapat dikuatkan oleh apa yang tertulis dalam Alkitab. Disana kita sering mendapati bahwa rancangan orang fasik sesungguhnya melapangkan maksud Allah. Contohnya, ketika saudara-saudara Yusuf menjualnya sebagai budak, Tuhan memakai situasi yang tampaknya tidak mungkin menjadi suatu kebaikan. Anak muda ini dijual kepada Potifar,
salah seorang pegawai Firaun. Pekerjaan Yusuf dipuji dan ia dinaikkan pangkat.

Kembali lagi, budak Ibrani ini menderita ketika istri Potifar memenjarakannya untuk sebuah tuduhan palsu. Tuhan pun turut bekerja dalam keadaan ini untuk kebaikan Yusuf. Pada akhirnya, sikap Yusuf di penjara menghasilkan pengakuan, pembebasan dan pengangkatan kepada posisi yang lebih tinggi lagi. Kemudian ia dapat menyelamatkan Mesir dan keluarganya sendiri dari bencana kelaparan.

Kita hidup dalam dunia yang berdosa dan kita semua dipengaruhi oleh orang yang jahat. Dengan mengetahui Firman Tuhan dan memahami karakterNya, kita mempunyai pengharapan dan kekuatan untuk bertahan melewati masa-masa ini.

-Sentuhan Hati-




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.