Filed under: Christine's Dew, Moment of Peace | Tags: Christine's Dew, daily reading
Pesan dari Christine
“Kebaikan itu dialami, bukan dibicarakan.
Kebaikan itu untuk terus diberikan, bukan untuk dikenang”
| Galatia 6:9 | |
| 6:9 | Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. |
Pelajaran yang didapat dari merenungkan pesan hari ini adalah terkadang kita menjadi jemu atau lelah untuk berbuat baik. Capek berbuat baik, karena kita merasakan
“kok meskipun saya sudah berbuat baik – akan tetapi hidup saya, masih aja seperti ini. Hidup saya malah tidak seenak dan senyaman orang-orang yang berbuat semaunya dalam hidupnya. Tidak seperti saya yang sudah rajin ke gereja dan persekutuan, malah melayani ladangnya Tuhan. Kenapa ya Tuhan?”
Di sinilah yang hendak Tuhan ajarkan melalui firman-Nya. Dikatakan pada bagian terakhir ayat ini “Jika kita tidak menjadi lemah”. Tuhan tahu, penantian untuk menuai perbuatan baik kita itu melelahkan; oleh karena itu Tuhan mengingatkan kita, sekaligus menguji kesetiaan kita untuk selalu menantikan penggenapan janji-NYA yang tidak pernah gagal untuk terjadi di dalam hidup kita.
Dan seperti pesan dari teman saya Christine, marilah kita terus berbuat kebaikan tanpa memperhitungkannya atau mencari pengakuan atasnya. Karena jika kita mampu berbuat baik, itu semua karena Tuhan sendiri yang menjadikan kita perantara kasih-NYA kepada dunia.
Tuhan memberkati
RF
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
20 Juli 2009, Senin
Alkitab mengatakan hal yang luar biasa mengenai hati. Organ ini tidak hanya penting bagi keberadaan kita secara fisik, melainkan juga melambangkan kedudukan emosi, hasrat, pilihan moral, sikap dan pikiran kita. Bahkan, hati menjadi pusat dari setiap aspek kehidupan. Jadi, pastinya kita ingin agar hati kita sehat – kita perlu menjaga hati kita tetap tulus, penuh kasih, tidak egois dan baik. Salah satu cara yang dianjurkan Alkitab untuk kita lakukan ialah melalui pujian dan ucapan syukur.
Mazmur 100:4-5 mengatakan, ”Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.”
Hati yang bersyukur itu dimulai dengan memahami apa yang dikorbankan Yesus Kristus untuk mengampuni dosa Anda dan untuk memiliki suatu hubungan dengan Anda. Ketika Anda menerima kematiannya di kayu salib sebagai penebusan atas dosa-dosa Anda dan menerimaNya sebagai Juruselamat pribadi Anda, Anda menyerahkan hidup Anda kepada Tuhan. Kemudian, Roh Kudus datang untuk memeteraikan Anda sebagai anak Allah – untuk memampukan Anda menjadi segala yang Tuhan kehendaki dalam hidup Anda sewaktu Ia menciptakan Anda. Ia mengisi kekosongan yang tidak dapat diisi oleh apapun yang ada dalam dunia ini.
Tidakkah Ia layak mendapatkan pujian Anda? Tidakkah hati Anda meluap dengan ucapan syukur saat Anda mengetahui segala yang Ia sanggup lakukan dalam hidup Anda? Seharusnya memang demikian. Itulah sebabnya I Tesalonika 5:18 mengatakan, ”Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Anda memiliki begitu banyak alasan untuk mengucap syukur!
Karena itu sembahlah Tuhan dan mengucap syukurlah kepadaNya dalam segala keadaan. Anda adalah anak Allah dan memuji-muji itu layak bagi orang-orang benar.
| Mazmur 100 | |
| 100:1 | Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! |
| 100:2 | Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! |
| 100:3 | Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. |
| 100:4 | Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! |
| 100:5 | Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
19 Juli 2009, Minggu
Tuhan tidak melandaskan kasihNya kepada kita pada karakter atau pencapaian kita. Kita mengetahui hal ini karena janji Allah dalam Yohanes 3:16 dan tindakanNya yang mengutus Yesus untuk mati menggantikan tempat kita (I Yohanes 4:10).
Apa yang dilakukan Sang Juruselamat dengan manusia menunjukkan kepada kita betapa dalam kasih Allah. Yudas Iskariot, salah seorang murid Yesus, melayani bersama-sama Tuhan selama tiga tahun namun pada akhirnya mengkhianati Dia. Meskipun Yesus telah mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Yudas, Ia tidak pernah menolak dia. Dengan kasih, Yesus mengampuni orang yang mengkhianatinya.
Contoh lainnya, ketika seorang wanita hendak dilempari batu karena melakukan perzinahan. Ia didakwa oleh para pemimpin agama, namun Yesus melindungi dia. Kemudian, dengan kasih, Ia memerintahkan wanita itu untuk tidak berbuat dosa lagi (Yoh. 8:11).
Kemudian, pikirkan tentang Petrus, yang mengasihi Yesus dan ingin senantiasa mengikut Dia. Namun, pada saat ia lemah, ia menyangkal bahwa ia mengenal Kristus. Meskipun sebelumnya Yesus mengetahui bahwa murid ini akan melakukannya, kasihNya bagi Petrus tidak goyah – suatu fakta yang Ia buktikan dengan cara menampakkan diri kepada Petrus setelah kebangkitan dan memberinya peran yang menonjol dalam pendirian jemaat.
Dua ilustrasi terakhir adalah Zakheus, si pemungut cukai yang tamak yang telah meraup laba dari sesama bangsanya, serta wanita Samaria yang, setelah melewati serangkaian hubungan yang rusak, terlibat dalam gaya hidup yang tidak bermoral. Semua fakta ini tidak membuat Yesus menjauhi mereka dan Ia tetap memberikan pengampunanNya yang
penuh kasih.
Tak seorang pun dari kita berada di luar jangkauan kasih Allah. Melalui iman kepadaNya, setiap orang – bahkan orang yang paling berdosa – dapat mengalami kelimpahan sebagai anak-anakNya.
| Efesus 3:17-19 | |
| 3:17 | sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. |
| 3:18 | Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, |
| 3:19 | dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. |