Da Words of My Jesus


Ketakutan | Mazmur 27:1-4
July 23, 2009, 5:53 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

23 Juli 2009, Kamis

Rasa takut telah menjadi bagian dari emosi manusia sejak jatuh dalam dosa. Ketika Adam dan Hawa memberontak terhadap Tuhan, mereka menyembunyikan diri mereka dariNya dan menjadi takut (Kejadian 3:10). Banyak perkara yang tidak banyak berubah. Kekuatiran seringkali mempengaruhi pikiran kita dan mengendalikan tindakan kita. Hal itu akan membuat kita terperangkap di dalam kotak dan tidak mau menjelajahi daerah yang tidak dikenal.

Ijinkanlah kebenaran menolong Anda mengalahkan rasa takut: Allah itu:

1. Perkasa. Melalui kehidupan sang Juruselamat yang sempurna serta pengorbananNya di kayu salib, dua musuh terbesar kita telah dikalahkan – Setan dan kematian. Yesus membebaskan kita dari perbudakan dosa; Iblis tidak memiliki kuasa atas hidup kita. Bahkan lebih lagi, kita tidak lagi menghadapi perpisahan kekal dengan Allah. Kematian fisik Yesus telah menjadi jalan masuk ke surga, dimana kita dapat hidup bersama dengan Bapa selamanya.

2.  Senantiasa menyertai kita. Allah menyuruh Abraham untuk pergi dari segala yang tidak asing baginya, namun Ia sendiri berjanji untuk tetap dekat dengannya. Dalam Matius 28:20, kita pun dikuatkan oleh Yesus. Melalui Roh Kudus yang berdiam di dalam kita, kita sebagai orang percaya memiliki Allah yang bukan hanya dekat dengan kita melainkan juga ada di dalam kita. Tidak satupun yang akan memisahkan kita dariNya – baik itu kesalahan masa lalu, situasi sekarang maupun orang-orang yang menyulitkan kita (Roma 8:38-39).

3. Terlibat secara aktif. Tuhan menjanjikan pertolonganNya dan Ia senantiasa menepati janjiNya. Ia mengetahui apa yang terjadi dalam hidup kita dan dapat mengubah kesukaran menjadi suatu periode pertumbuhan rohani dan pada akhirnya menerima berkat.

Allah sendiri menjadi alasan mengapa kita tidak boleh takut. Pahamilah kuasa, kehadiran dan keterlibatanNya, dan pergunakanlah itu untuk melumpuhkan bahaya dari rasa takut.

-Sentuhan Hati-

Mazmur 27:1-4
27:1 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
27:2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
27:3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.


22.07.2009 | Christine’s Dew – Filipi 4:6
July 23, 2009, 5:48 am
Filed under: Christine's Dew, Moment of Peace | Tags: ,

Pesan dari Christine hari ini;

“Ketika tidak ada lagi yang bisa Anda lakukan, Mungkin itu waktunya untuk berserah kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan melakukan bagianNya.”

Filipi 4:6
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Mari kita renungkan pesan hari ini, mengapa teman saya Christine meletakkan kata “Mungkin” di dalam kalimat “Mungkin itu waktunya untuk berserah kepada TUHAN”

Kata “mungkin” dalam pesan Christine hari ini bermakna sungguh dalam sekali dan memiliki pelajaran yang indah bagi kita semua. Kata “mungkin” ini hanyalah salah satu bukti akan kemampuan kita yang terbatas, yang tidak memiliki kepastian atas apa yang akan terjadi.

Dan kata “mungkin” ini juga terlahir karena kita kurang berpegang teguh kepada Bapa di Surga melalui Yesus Kristus, Juru Selamat kita; kurang berpegang teguh kepada Firman-NYA. Sehingga di saat pencobaan, penderitaan, kesukaran datang menerpa kita – di saat kita sudah mencoba segala cara untuk mengatasi semua itu, akan tetapi kita masih saja gagal; di saat itulah kata “mungkin” ini muncul dalam benak kita.

Di saat “kepepet”, barulah kita memikirkan kemungkinan untuk memohon pertolongan dari TUHAN.

Oleh karena itu, marilah kita pegang janji TUHAN yang disampaikan melalui hamba-NYA pada ayat Filipi 4:6 ini. Marilah kita berhenti untuk kuatir dan marilah kita meluangkan waktu lebih lagi untuk berdoa dan bersyukur senantiasa atas berkat-berkat yang sudah kita terima; yang “mungkin” saja tidak kita perhitungkan saat ini, padahal sudah kita terima selama ini.

Dan jika saat ini ada masalah yang begitu menekan, “Sekarang dan seterusnya” adalah waktu untuk berserah kepada TUHAN dan biarkan TUHAN melakukan bagian-NYA, yaitu untuk menyatakan kebaikan bagi hidup kita

Mazmur 107:8-9
107:8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia,
107:9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Tuhan memberkati

RF




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.