Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
26 Juli 2009, Minggu
Sebagai Anak Manusia, Yesus mengalami sendiri kesulitan hidup dan beratnya beban kita. Ia tahu seperti apa rasanya hidup dengan sumber pendapatan yang kecil (Matius 8:20) dan berada di bawah penderitaan emosional yang besar (Lukas 22:42-44). Ia pun memahami tentang hubungan kita yang rusak dengan sesama: Yudas Iskariot, salah seorang muridNya, mengkhianatiNya.
Juruselamat kita menawarkan pertolongan kepada kita dalam menghadapi setiap kesukaran yang kita hadapi. Dalam bacaan hari ini, kita diundang untuk datang kepada Yesus, memikul kukNya dan belajar dariNya. Apa yang Ia gambarkan merupakan suatu proses seumur hidup yang membuat kita semakin mengenalNya – karakterNya yang sempurna, prioritasNya bagi hidup kita serta rancanganNya bagi kita dan dunia.
Agar Firman ini dapat masuk di akal, kita harus memahami gambaran yang Tuhan gunakan (Matius 11:29-30). Kuk adalah batang kayu yang pas dikenakan di pundak manusia atau hewan. Ketika suatu beban yang berat harus dipindahkan, 2 lembu jantan atau hewan lainnya membawa satu kuk, yang membagi beban secara seimbang diantara pundak keduanya.
Dalam menjalani hidup kekristenan, Yesus meminta kita untuk menempatkan diri kita di bawah ”kuk” ketuhananNya. Ia berjanji bahwa hidup dalam ketaatan kepadaNya pas untuk kita dan memberikan kelegaan kepada kita. Terkadang Tuhan meniadakan kesukaran; sedangkan di lain waktu Ia mengangkat perasaan berbeban berat yang menyertai pergumulan kita.
| Matius 11:28-30 | |
| 11:28 | Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. |
| 11:29 | Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. |
| 11:30 | Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” |
Leave a Comment so far
Leave a comment