Filed under: Christine's Dew, Moment of Peace | Tags: Christine's Dew, daily reading
Pesan dari Christine,
“Orang lain harus dapat melihat kebenaran itu nyata di dalam hidup Anda.
Setiap ucapan Anda adalah sebuah komitmen. Jadilah orang yang dapat dipercaya”
| 2 Timotius 2:22 | |
| 2:22 | Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. |
Pertama-tama, kita kenali apakah nafsu itu
| Galatia 5:19-21 | |
| 5:19 | Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, |
| 5:20 | penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, |
| 5:21 | kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. |
Ayat yang barusan kita baca, saya percaya memberikan gambaran yang sangat jelas akan dosa yang berasal dari nafsu kita, yaitu perbuatan daging. Kita semua, pasti pernah melakukan sebagian atau mungkin semua rupa dosa kedagingan di atas.
Akan tetapi, kita boleh bersyukur bahwa dosa-dosa tersebut sudah mulai kita jauhi. Kita diberikan kemampuan untuk mulai menguranginya. Kita diberikan rambu peringatan akan perbuatan dosa melalui Roh Kudus yang hadir dalam hati kita. Itu semua dimungkinkan terjadi karena pertama-tama, kita telah bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat hidup kita. Lalu kedua, pertobatan itu kita materaikan di dalam baptisan air yaitu dengan cara diselam; sama seperti yang diteladankan oleh Yesus sendiri bagi kita. Dan hanya oleh melalui pertobatan ini terlebih dahulu, yaitu untuk mati dikubur bersama dosa masa lalu kita dan bangkit dari air sebagai ciptaan baru — barulah kita diberikan kemampuan untuk belajar hidup kudus.
Sebab itu, ayat yang kita baca dari Kitab Timotius saat ini hadir untuk mengingatkan kita untuk menjauhi perbuatan yang didasari nafsu kita dan mari kita fokus, kita tentukan target bagi diri kita, yaitu untuk mengejar keadilan, kesetiaan, kasih dan damai.
Apakah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai itu?
Jawabannya ialah Yesus Kristus. Karena Ialah Raja Damai, Ia adalah ALLAH yang setia, Yesus sendiri adalah Kasih dan Damai ada berserta-NYA.
Tanggalkan nafsu kedagingan itu sekarang dan carilah Yesus melalui firman-Nya bersama-sama dengan saudara seiman yang juga mencari wajah-Nya di dalam setiap kesempatan, baik sendiri, dalam grup kecil atau di dalam gereja.
Jika kita semua (saya juga mengingatkan diri saya sendiri) sudah melakukan ini semua, barulah orang lain dapat melihat kebenaran itu terpancar dari diri kita dan bukan karena kita memproklamirkan bahwa kita adalah “orang benar”. Kita mampu memancarkan kebenaran, karena setiap ucapan yang keluar dari mulut kita dapat dipegang, karena kita berbicara atas dasar kebenaran — hidup kita juga dilandaskan atas kebenaran. Dan dengan otomatis, kita menjadi orang yang dapat dipercaya. Karena sebelum kita diakui orang-orang sekitar kita, kita terlebih dahulu berkenan di hadapan-Nya
Tuhan memberkati kita semua
RF
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
03 Agustus 2009, Senin
Yesus memerintahkan orang percaya untuk melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi ini yaitu menyampaikan kabar baik tentang anugrah Allah yang menyelamatkan (Matius 28:19). Menaati perintah ini tidak mudah jika kita menjumpai orang yang gaya hidupnya tidak menyenangkan kita. Kita sering merasa lebih nyaman berteman dengan orang yang memiliki nilai-nilai yang sama dengan kita. Tetapi orang yang terhilang juga perlu dipimpin kepada pemulihan melalui teman atau sahabat Kristen.
Yesus pun bergaul dengan orang-orang yang disingkirkan masyarakat. Ia makan bersama para pemungut cukai (Matius 9:10; Lukas 19:5), dan menyampaikan berita pengharapan kepada perempuan yang berzinah (Yohanes 4:7-27). Dan kepada murid-murid maupun orang-orang Farisi yang terkejut melihat sikap-Nya, Tuhan Yesus menjelaskan bahwa, Dia “datang bukan untuk orang benar, tetapi untuk orang berdosa” (Markus 2:17).
Di Amsal 29:6, dosa digambarkan seperti jerat yang mengikat korbannya. Dengan putus asa dan bingung, si korban yang terikat erat dengannya tidak tahu bagaimana caranya membebaskan diri. Tetapi orang percaya mengetahui caranya. Dan kita perlu menyampaikan berita itu sebagaimana dikatakan Paulus: “Kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh yang lemah lembut.” (Galatia 6:1). Kata Yunani untuk ‘memimpin ke jalan yang benar’ (restore) mengacu pada kata yang berarti menata tulang-tulang, suatu proses yang sangat menyakitkan. Karena itu, kita perlu dengan lemah lembut mengarahkan orang berdosa kepada pengampunan dan kemurahan Allah, serta pertolongan Roh Kudus dalam mengatasi pencobaan.
Jika Yesus masih ada di bumi saat ini, Dia tentu melayani orang-orang yang menderita, kecanduan dan tertindas. Untuk menjadi seperti Yesus, marilah kita mendorong orang lain meninggalkan dosa supaya mereka terbebas dari cengkeramannya.
| Galatia 6:1-2 | |
| 6:1 | Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. |
| 6:2 | Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. |