Filed under: Christine's Dew, Moment of Peace | Tags: Christine's Dew, daily reading
“Anda tahu mengapa lebah mendapat pujian, akan tetapi nyamuk mendapat pukulan lalu mati? Dalam kehidupan, bukan sesibuk apa yang penting; tetapi lebih penting apa yang sudah Anda hasilkan”
| Amsal 19:2 | |
| 19:2 | Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. |
Pesan dari temanku hari ini sangatlah menarik. Kita sama-sama tahu bahwa lebah dan nyamuk adalah hewan yang dengan aktif terbang untuk mencari makan. Dan seperti yang teman saya Christine sampaikan, hasil dari kehidupan dua hewan ini sangatlah berbeda.
Kita bersama-sama tahu produk-produk yang dihasilkan lebah, selain madu yang biasa kita temui di pusat perbelanjaan; ada pula yang memang diproduksi sebagai produk kesehatan. Di saat yang sama hewan lebah ini membantu proses ekosistem. Di saat yang sama seekor lebah mencari makan, di saat itu juga ia menyuburkan dan mengawinkan bunga-bunga yang ia hinggapi. Kurang lebih ceritanya seperti di dalam film animasi Bee Movie
Lalu, memandang seekor nyamuk. Pikiran pertama yang terlintas di kepala kita adalah hewan yang menyebalkan, membuat gatal, mengganggu jam tidur dan terlebih lagi ancaman malaria serta demam berdarah. Kita yang awam dalam dunia pengetahuan, tidak menemukan keuntungan dari seekor nyamuk.
Oleh karena itu perlakuan kita terhadap kedua hewan inipun juga berbeda ![]()
Terhadap seekor lebah yang melintas di depan kita, kita dapat saja memilih untuk menghindar atau dengan lembut membuat lebah itu pergi tanpa menyengat kita. Akan tetapi terhadap seekor nyamuk, saya pribadi akan segera memicingkan mata dan bersiap-siap untuk menepuknya. Kalau perlu, menggunakan raket listrik yang biasa kita lihat di pusat belanja elektronik.
Kembali ke ayat renungan kita hari ini. Raja Salomo hendak mengingatkan kepada kita semua orang percaya, bahwa kita boleh saja rajin (malahan kita harus rajin untuk dapat meraih yang terbaik, seperti pada kisah Yerobeam – 1Raj. 11:28) seperti lebah dan nyamuk. Akan tetapi, ingatlah, kerajinan kita / usaha kita untuk berbuat rajin dapat membawa kita kepada sebuah perbuatan yang ceroboh dan gegabah; Juga dapat membuat kita salah jalan atau salah sasaran, apabila kita tidak memiliki pengetahuan.
Pengetahuan macam apakah yang sebenarnya kita butuhkan?
Kita semua memang butuh pengetahuan sebagai bekal untuk menghadapi hidup. Kita mendapatkan pengetahuan dari bangku sekolah dan kuliah, melalui buku-buku yang kita baca dan dari informasi yang tersebar luas sepanjang dunia maya. Tanpa pengetahuan umum dan yang bersifat khusus, kita menjadi orang-orang tanpa nilai lebih. Kita harus memiliki pengetahuan itu.
Akan tetapi pengetahuan yang kita dapat dari cara-cara yang baru saja saya sebutkan, hanya dapat menjadi bekal kita untuk dapat berbuat rajin dan pengetahuan yang kita dapatkan tidak dapat kita andalkan untuk menjadi penuntun arah kerajinan kita. Pengetahuan yang kita dapat dari dunia tidak dapat kita gunakan untuk memberi tahu kita dengan pasti, kapan untuk maju, kapan untuk berhenti, kapan untuk ini dan itu. Karena sesungguhnya pengetahuan itu ialah pengetahuan akan firman Tuhan.
Karena petunjuk yang pasti hanyalah datang dari Tuhan dan sebagian besar (malah hampir semuanya) tercantum di dalam Alkitab yang selalu bersama kita ketika beribadah, akan tetapi kalau sudah sampai rumah – kita terkadang melupakannya. Atau bahkan yang lebih parah lagi, sudah bawa ke gereja – tidak dibawa pulang ke rumah dengan alasan berat, malu bawa Alkitab di tempat umum, dan berbagai macam alasan lainnya
Mari kita ambil contoh dari Raja Daud, seorang yang menurut saya pribadi sangat berhasil dalam hidupnya.
| Mazmur 119:66 | |
| 119:66 | Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu. |
Dalam kitab Mazmur, Daud membagikan rahasia suksesnya – bahwa ia adalah orang yang percaya kepada perintah-perintah Tuhan. Karena ia percaya terlebih dahulu, barulah ia berhak meminta kepada Tuhan untuk mengajarkan kepadanya kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik. Kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik hanya ada pada Tuhan dan hanya kepada Tuhan kita meminta, bukan kepada sumber-sumber lain.
| Amsal 2:6 | |
| 2:6 | Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. |
Mau berhasil dalam hidup ini?
Carilah Tuhan terlebih dahulu, barulah engkau dapat berhasil karena perbuatan rajinmu tidak akan menjadi sia-sia.
Tuhan memberkati kita semua
RF
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
15 Oktober 2009, Kamis
Berubah menjadi seperti yang dikehendaki Allah itu tidak mudah (Efesus 4:31-32). Tetapi melalui pengorbanan Putra-Nya, Bapa sudah membebaskan kita dari perbudakan dosa. Merenungkan yang sudah dilakukan Yesus untuk menjamin keselamatan kita (Filipi 2:6-8), akan memotivasi kita untuk menaati kehendak-Nya.
Perubahan dimulai dari pikiran (Roma 12:2), karena cara berpikir kita memengaruhi tindakan kita. Sementara Roh Kudus menolong kita mengenali dan mengubah sikap-sikap yang tidak benar, kita akan melihat perubahan pada perilaku kita. Dari cepat marah menjadi mudah mengampuni, karena mengingat kita juga sudah banyak diampuni. Dari suka mengkritik dan menggosip menjadi ingin berkata-kata yang positif dan membangun. Yang kita utamakan adalah mengikuti teladan Juruselamat.
Bapa surgawi sudah memberi kita Alkitab dan penyertaan Roh Kudus untuk memimpin kita. Dia juga melengkapi kita dengan saudara-saudari dalam Kristus untuk mendukung dan membimbing kita. Orang percaya yang dewasa dapat mendeteksi hal-hal yang merintangi pertumbuhan kita dan menunjukkan penyesuaian yang perlu kita lakukan. Mereka juga dapat mengenali karunia-karunia rohani dan bidang-bidang pelayanan yang mungkin kita abaikan. Saya sangat dipengaruhi oleh biografi orang-orang kudus seperti Oswald Chambers, Charles Spurgeon, dan DL. Moody. Saya melihat kualitas hidup yang saya inginkan pada diri mereka. Karakter seperti itu lalu banyak menjadi pokok-pokok doa saya.
Menjadi serupa Yesus adalah proses seumur hidup. Mintalah Allah membuat Anda bekerja sama dengan-Nya dalam meningkatkan keserupaan dengan keluarga-Nya.
| 1 Korintus 15:45-49 | |
| 15:45 | Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. |
| 15:46 | Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. |
| 15:47 | Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. |
| 15:48 | Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. |
| 15:49 | Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
13 Oktober 2009, Selasa
Mari kita bermain-main sebentar. Bayangkan Anda adalah prajurit di zaman perang. Anda sudah melalui latihan dasar, memahami segenap perlengkapan senjata perang, menghafal semua strategi perang yang relevan, dan sedang maju ke medan juang.
Anda sudah membaca tentang perang itu di berita-berita. Rekan-rekan Anda juga sudah banyak yang dikirim ke medan laga. Dan sekarang Anda berada di garis depan; Anda menyaksikan ledakan dan kerusakan di sekeliling Anda. Tanpa ragu lagi Anda tahu, ada musuh yang hendak menghancurkan Anda.
Sekarang, bayangkan ada seorang rekan prajurit yang datang kepada Anda dan berkata, “Aku sungguh tidak percaya ada musuh di sana. Kukira ini hanya mitos, atau hanya ilustrasi tentang kejahatan. Ini tidak nyata.”
Alangkah menggelikan! Di tengah peperangan, dengan prajurit yang berguguran dan peluru yang terus berdesing, bagaimana mungkin seorang yang cerdas tidak dapat merasakan kehadiran musuh? Tidak masuk akal.
Namun ternyata, situasi ini benar-benar terjadi di gereja-gereja seluruh dunia. Sekalipun bukti peperangan dan berbagai serangan musuh begitu nyata, banyak orang kristiani masih tidak percaya pada eksistensi Iblis. Inilah kesalahan yang tragis.
Sobatku, ada musuh pribadi yang sangat nyata yang sedang menghadang Anda saat ini; mencari kesempatan untuk menghancurkan Anda habis-habisan. Jika Anda ingin bertumbuh dan mengalami kedewasaan dalam kehidupan kristiani, Anda harus menghadapi peperangan ini dengan serius.
Apakah Anda siap hari ini? Kenakanlah perlengkapan senjata rohani Anda dan ikutlah Tuhan ke medan juang.
| 1 Petrus 5:8-10 | |
| 5:8 | Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. |
| 5:9 | Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. |
| 5:10 | Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
12 Oktober 2009, Senin
Ketika Anda bangun pagi-pagi dan bersiap-siap untuk menghadapi hari Anda, Anda mungkin tidak terpikir tentang memasuki peperangan. Padahal musuh ada di sekeliling kita, siap menyerang pikiran dan hati kita dengan berbagai cobaan, masalah, gangguan emosional, dan sebagainya. Dan pada saat tertentu, kita bisa seperti sedang berada di garis depan pertempuran tanpa perlindungan.
Itulah saat kita sering salah mengerti. Anda tahu, kita jelas punya perlindungan. Tuhan sudah menyediakan perlengkapan senjata-Nya untuk kita menghadapi peperangan. Dia tidak pernah mengirim kita ke medan juang tanpa perlindungan; Dia sudah memberi kita pakaian perang yang tidak bisa ditembus oleh senjata musuh, baju zirah Allah.
Di Efesus 6:10-18, rasul Paulus sudah menyebutkan langkah demi langkah dalam kita menghadapi perjuangan sehari-hari. Sayangnya, banyak orang kristiani tidak begitu memperhatikan perintah itu. Kita mungkin berkata, “Yeah, ilustrasi yang bagus, tetapi kita tidak benar-benar harus mengenakannya bukan? Baju zirah itu hanya kiasan.”
Padahal, baju zirah itu nyata, senyata pakaian yang kita kenakan.
Saya menantang Anda untuk sungguh-sungguh mengenakan perlengkapan senjata rohani setiap hari selama seminggu mendatang. Kenakanlah satu senjata setiap kali: ketopong keselamatan, baju zirah keadilan, ikat pinggang kebenaran, kasut damai sejahtera, perisai iman, dan pedang roh. Kenakanlah sambil Anda merenungkan Efesus 6:10-18 setiap hari, dan lihatlah apa yang akan dilakukan Allah.
| Efesus 6:10-18 | |
| 6:10 | Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. |
| 6:11 | Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; |
| 6:12 | karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. |
| 6:13 | Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. |
| 6:14 | Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, |
| 6:15 | kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; |
| 6:16 | dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, |
| 6:17 | dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, |
| 6:18 | dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
11 Oktober 2009, Minggu
Yesus dan Bapa adalah satu:
“Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang
memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:28-30)
Firman Yesus yang menghakimi:
Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” (Yohanes 12:44-50)
Doa Yesus kepada Bapa:
“Sama seperti Engkau (Bapa) telah memberikan kepada-Nya (Yesus) kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia (Yesus) akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau (Bapa) berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:2-3)