Da Words of My Jesus


29.12.2009 | Christine’s Dew – Tahukah Kamu?
December 30, 2009, 6:53 am
Filed under: Christine's Dew, Moment of Peace | Tags: ,

Pesan dari Christine;
Tuhan nyatakan kuasa-Nya bukan untuk menunjukkan kebesaran-Nya semata atas alam semesta, melainkan agar manusia tahu bahwa Dia sanggup melakukan segalanya.”

Mazmur 135:5
135:5 Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah.

Kebanyakan dari kita mengenal sosok figur yang kita sebut “Tuhan”, akan tetapi seberapa banyak kah dari kita ini yang mengandalkan hidupnya kepada Tuhan?

Kita tahu bahwa Tuhan adalah pencipta alam semesta, Dia yang menciptakan bintang-bintang di langit, Dia yang menciptakan tata surya yang mengelilingi Bumi tempat kita berpijak, Dia juga yang menciptakan seisi Bumi – termasuk kita yang juga adalah ciptaan-Nya.

Mayoritas penduduk bumi sadar betul akan hal penciptaan ini, akan tetapi tidak semua orang mengandalkan hidupnya kepada yang menciptakan kita semua.

Mazmur 135:6
135:6 TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya;

Adakah yang kita butuhkan di luar dari tempat-tempat yang tercantum pada ayat yang di atas?
Saya percaya, kita masih mencari nafkah, penghidupan dari hal-hal yang di dalam genggaman Tuhan. Jika demikian adanya, mengapa kita masih jauh dari pada-Nya?

Mengapa kita tidak datang kepada-Nya dan menyembah Dia yang sanggup memberikan apa yang kita butuhkan?

Yeremia 29:11
29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan

 

Tuhan memberkati kita semua

RF



Mengakhiri Dengan Baik | Lukas 12:15-21
December 30, 2009, 6:15 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

30 Desember 2009, Rabu

 Bacaan hari ini berbicara tentang orang kaya yang tidak menggunakan waktunya dengan baik. Karena mengira hidupnya masih lama, ia bukan saja tidak menyertakan Tuhan dalam perencanaannya, tetapi ia juga membiarkan dirinya dikuasai materialisme.

 Sebaliknya, Paulus yang tahu hidupnya tidak akan lama lagi, memanfaatkan waktunya selama masih di bumi ini dengan sebaik-baiknya. Salah satu prioritasnya adalah melayani orang lain sampai akhir hidupnya. Surat-suratnya dari penjara menunjukkan hal ini – meskipun ia tahu ia akan segera mati, Paulus mencurahkan waktu dan tenaganya untuk mengajar sesama orang percaya, dan mendoakan mereka.

 Paulus juga menyadari betapa berharganya waktu yang dipakai untuk mendorong orang kristiani agar melakukan segala sesuatu seperti kepada Tuhan (Kolose 3:23). Apalagi ketika yang dilakukan itu tampaknya tak ada kaitannya dengan gereja. Pekerjaan Allah bukan hanya untuk para misionaris dan pendeta; Dia memanggil semua anak-Nya dengan tugas dan bidang yang berbeda-beda.

 Rasul Paulus juga tahu bahwa kehidupan orang kristiani membutuhkan perjuangan. Dan ia realistis ketika mengakui ketidaksempurnaannya (Roma 7:5-25). Ini berarti, untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, ia harus bertekun, tetap berpegang pada janji-janji Allah, dan bersandar pada kuasa kemenangan ilahi. Dan akhirnya Paulus dapat berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman.” (II Timotius 4:7).

  Hidup adalah pemberian. Setiap kita memiliki jumlah hari yang terbatas di bumi ini. Bagaimana Anda akan memanfaatkan waktu Anda, agar ketika Anda melihat ke belakang, Anda bisa berkata dengan percaya diri seperti Paulus, bahwa Anda sudah mengakhirinya dengan baik?

-Sentuhan Hati-

Lukas 12:15-21
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”


Pandangan Hidup Realistis | II Timotius 4:6-8
December 29, 2009, 5:50 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

29 Desember 2009, Selasa

 Budaya kita berusaha keras untuk menunda kematian. Vitamin, olahraga, diet yang tepat, menjadi hal-hal yang kita upayakan untuk hidup selama mungkin.

 Hal-hal itu tidak buruk! Yang penting adalah motivasinya. Sebagai contoh, dengan mengetahui bahwa tubuh kita adalah bait suci Allah (I Korintus 3:16), kita tentu perlu memperhatikan tempat keberadaan-Nya. Dan karena Dia memiliki pekerjaan-pekerjaan baik untuk kita lakukan (Efesus 2:10), kita perlu menjaga kebugaran agar dapat menyelesaikan tugas-tugas-Nya.

 Namun, memperpanjang hidup karena takut mati bukanlah motivasi yang benar. Karena Yesus sudah mati menggantikan kita, orang yang percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat, tidak perlu lagi takut mati. Setelah diselamatkan, kita dijamin mendapat tempat yang pasti dalam kehidupan kekal di hadirat-Nya. Alkitab mengajarkan bahwa ketakutan bukanlah dari Allah (II Timotius 1:7). Rasul Paulus bahkan meyakinkan kita bahwa, kematian fisik sebenarnya bukan hal yang mengerikan, karena kematian itu membawa pulang orang percaya untuk bersama Tuhan selamanya (II Korintus 5:8).

 Allah sudah mengetahui usia hidup setiap orang. Jika demikian, bagaimana kita mempersiapkan kehidupan yang akan datang  itu dengan sebaik-baiknya?  Langkah pertama adalah menerima Yesus sebagai Juru Selamat dengan iman. Selanjutnya, hidup berserah dan berjalan menurut kehendak-Nya. Selain itu, orang percaya harus melawan kecenderungan yang memandang dunia ini sebagai “rumah”. Jika kita terlalu nyaman berada di dunia ini, menemukan rasa aman dan berharga di dalam kesuksesan duniawi, kita tidak akan dapat mempertahankan perspektif kekekalan.

 Bahwa hidup di dunia ini hanya sementara adalah fakta yang tak terbantahkan. Sungguh bodoh jika kita tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi yang tak dapat dihindari. Bagaimana Anda akan hidup dengan sebaik-baiknya, agar Anda siap ketika Allah mengatakan sudah tiba saatnya?

-Sentuhan Hati-

2 Timotius 4:6-8
4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya


Daily Verse and Comment: Luke 18:2-8
December 23, 2009, 6:05 am
Filed under: Articles, The Bereans | Tags: ,

Luke 18:2-8
(2) saying: “There was in a certain city a judge who did not fear God nor regard man. (3) Now there was a widow in that city; and she came to him, saying, ‘Get justice for me from my adversary.’ (4) And he would not for a while; but afterward he said within himself, ‘Though I do not fear God nor regard man, (5) yet because this widow troubles me I will avenge her, lest by her continual coming she weary me.’” (6) Then the Lord said, “Hear what the unjust judge said. (7) And shall God not avenge His own elect who cry out day and night to Him, though He bears long with them? (8) I tell you that He will avenge them speedily. Nevertheless, when the Son of Man comes, will He really find faith on the earth?”
Copyright © 1982 by Thomas Nelson, Inc.

 
Jesus compares God, not with a good man, but with a godless man to emphasize the vast difference between this unjust judge and the righteous God. The conduct of the unjust judge exposes the chaotic and corrupt judgments in which he had prostituted himself. No one can compel him to do anything because he feels no regard for anyone, including God. He acts purely out of self-interest. Yet, if this unjust judge could avenge a widow whom he distained, how much more will the righteous God avenge his elect (Jeremiah 11:20)?
This parable reveals God’s willingness to hear and answer the supplications of His elect (Luke 18:7), responding when they are offered according to His will. The word “avenge” (verses 5, 7-8) implies the working out of His vengeance in justice, not in retaliation. If God’s elect are wrongly treated, they can be sure of vindication. So, if the unjust judge because of a selfish irritation avenges a troublesome widow, how much more will the selfless God come to our aid? We can expect substantially better treatment from a God of lovingkindness than from a heartless judge.

The widow, who speaks only five words, does not prevail because of her persuasive plea but because of her persistence. Sometimes too many words reveal a scarcity of desire or a lack of purpose. Jesus tells us long prayers and useless repetitions will not make God hear us any better (Matthew 6:7). He already knows our needs (verse 8).

God has assured us that He hears and answers prayer. We must have the faith of Christ that God can provide what we need, enjoys hearing us ask according to His will, and desires to give us abundantly what we should have.
 
Martin G. Collins
From  Parable of the Persistent Widow



Imanuel – Kristus Di Dalam Kita | Yohanes 14:16-20
December 23, 2009, 5:36 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

23 Desember 2009, Rabu 

        Ketika Yesus Kristus dilahirkan, Allah dalam rupa manusia tinggal di antara manusia. Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan, sudah datang ke dalam dunia. Imanuel sudah tiba.

      Berita ini pertama-tama disampaikan kepada para gembala, yang langsung bergegas menjumpai Allah yang sudah menjadi manusia ini. Dari situ, mereka menyebarkan berita tentang Juru Selamat yang sudah lahir  itu (Lukas 2:20). Hari yang sungguh bersejarah! Allah sudah mengutus Putra-Nya ke dunia untuk tinggal di antara manusia.

      Selama 30 tahun, Yesus hidup sebagaimana manusia biasa – sampai Bapa menentukan, sudah tiba saatnya untuk Dia mulai bekerja. Maka, selama 3 tahun, Yesus melayani di antara orang Yahudi maupun non-Yahudi, mengajar dan berkhotbah kepada siapa saja yang mau  mendengar-Nya. Akhirnya, pesan dan diri-Nya ditolak; Dia bahkan disalibkan, mati dan dikuburkan. Sepertinya Imanuel sudah tiada.

    Namun, kebangkitan membuktikan bahwa anggapan itu salah. Dan pada hari Pentakosta, Roh Kudus diberikan kepada semua orang percaya (Kisah Rasul 2:1,4) seperti yang dijanjikan Yesus. Kini Roh Tuhan tinggal di dalam mereka selama-lamanya, memimpin mereka dalam seluruh kebenaran dan menuntun langkah mereka. Janji  ini tidak hanya untuk para murid, tetapi juga untuk semua orang yang memilih percaya kepada Yesus.

      Jika Anda mengakui bahwa Anda orang berdosa, dan menerima penebusan Kristus atas hukuman dosa Anda, Roh Kudus akan tinggal di dalam Anda. Melalui-Nya, Anda memiliki hubungan yang intim dengan Allah. Ambillah waktu untuk merenungkan misteri ilahi Kristus di dalam Anda. Biarkan pemahaman akan kehadiran-Nya yang tetap, mengubah kesepian menjadi kelegaan, ketakutan menjadi iman dan kelemahan menjadi kekuatan.

-Sentuhan Hati-

Yohanes 14:16-20
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.
14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.