Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
26 Januari 2010, Selasa
Pernahkah Anda bertanya mengapa Anda ada? Aktivitas dan kekuatiran dari hari ke hari menarik ke berbagai arah sehingga banyak orang jarang berpikir apa tujuan hidupnya. Namun Pencipta kita menciptakan kita dengan suatu tujuan: untuk memuliakanNya (Yesaya 43:7)
Dalam FirmanNya, Allah menegaskan bahwa kita harus menyaksikan kesetiaan dan karyaNya yang ajaib. Yesus pun menganggap hal ini penting – ketika Ia mengajar para muridNya bagaimana berkomunikasi dengan Tuhan, Ia memulai doaNya yang terkenal itu dengan pengagungan (Matius 6:9).
Lalu mengapa kita begitu mementingkan permohonan namun kurang memperhatikan pujian? Mungkin beberapa orang percaya menganggap diri mereka terlalu sibuk untuk menghabiskan waktu “ekstra” doa untuk memuji Tuhan. Yang lain mungkin merasa janggal untuk mengekspresikan ucapan syukur mereka. Namun tidak ada alasan yang dapat diterima. Mazmur 103:2 memperingatkan kita untuk mengingat kebaikan Tuhan sehingga kita dapat menyembah Dia dengan kerendahan hati. Mazmur juga menjelaskan kepada kita bagaimana meninggikan Dia dengan perkataan kita – secara khusus, kita seharusnya memuji Tuhan atas karakter dan karyaNya di masa lalu, masa kini dan masa mendatang (ayat 2-8, 19).
Kita pun dapat meninggikan Tuhan dengan cara lain. Tiga kata “memuji” yang utama dalam Perjanjian Lama mengacu pada perkataan yang diucapkan, musik dan sikap tubuh seperti mengangkat tangan dan menari. Namun kita pun dapat memuliakan Dia melalui tindakan, pikiran dan kreativitas kita.
Pujian mungkin merupakan suatu konsep yang asing bagi Anda. Namun itulah tujuan utama Anda diciptakan. Perhatikan bagaimana Bapa ditinggikan di dalam kitab Mazmur. Kemudian sembahlah Dia dengan pujian selagi Anda melewatkan waktu di dalam hadiratNya saat ini.
| Mazmur 103 | |
| 103:1 | Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! |
| 103:2 | Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! |
| 103:3 | Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, |
| 103:4 | Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, |
| 103:5 | Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. |
| 103:6 | TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. |
| 103:7 | Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel. |
| 103:8 | TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. |
| 103:9 | Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. |
| 103:10 | Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, |
| 103:11 | tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; |
| 103:12 | sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. |
| 103:13 | Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. |
| 103:14 | Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. |
| 103:15 | Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; |
| 103:16 | apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. |
| 103:17 | Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, |
| 103:18 | bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya. |
| 103:19 | TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. |
| 103:20 | Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya. |
| 103:21 | Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya. |
| 103:22 | Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
25 Januari 2010, Senin
Saat Anda mengalami kesulitan dan berbeban berat, apakah Anda segan untuk berbagi dengan orang lain? Banyak orang menganggap bahwa mencari pertolongan merupakan tanda kelemahan. Mereka salah, orang Kristen yang saleh seharusnya tidak menangani sendiri semua masalah mereka.
Galatia 6:2 mengatakan, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”. Namun demikian, 3 ayat kemudian, kita membaca, “tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri”. Terdengar seperti suatu kontradiksi. Namun demikian, jika kita sungguh-sungguh memahami arti sebenarnya dari perkataan ini, kita tidak melihat adanya ketidak-konsistenan.
Bayangkan seorang prajurit dengan tas di punggungnya. Beban itu adalah tanggung jawabnya dan ia harus menanggungnya. Sama halnya, ada beban-beban tertentu yang harus ditanggung oleh setiap kita. Namun apapun pencobaan yang kita hadapi, tanggung jawab kita adalah untuk memuliakan Kristus dengan kehidupan kita. Karakter, percakapan dan tingkah laku kita harus merefleksikan Yesus. Itulah beban yang ditulis Paulus dalam Galatia 6:5, “Tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri”.
Pasal yang sama juga berbicara tentang beban dosa. Kita harus memikul tanggung jawab kita seperti pasukan tentara yang baik dan melakukan seperti yang diperintahkan dalam Galatia 6:2, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!” Orang percaya haruslah mengarahkan orang lain kepada Kristus sehingga Ia dapat membebaskan mereka dari ikatan dosa. Namun untuk melakukannya, kita sendiri harus terlebih dahulu benar di hadapan Tuhan. Barulah kemudian kita dapat menunjukkan dengan kasih kepada orang lain bagaimana untuk dibenarkan di hadapan Tuhan. Tidak ada kontradiksi pada kedua ayat ini – ini adalah suatu ilustrasi yang indah tentang bagaimana hidup kita dapat meninggikan Dia yang telah menyelamatkan kita.
| Galatia 6:1-5 | |
| 6:1 | Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. |
| 6:2 | Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. |
| 6:3 | Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. |
| 6:4 | Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. |
| 6:5 | Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
21 Januari 2009, Rabu
Satu hari yang biasa berubah menjadi pengalaman rohani bagi Simon Petrus oleh karena ketaatannya. Ia menyetujui dua permintaan yang nampaknya sepele, yang akhirnya memberkati dirinya dan orang lain.
Petrus telah menghabiskan sepanjang malam seperti yang biasa ia lakukan, yaitu menjala ikan, namun ia tidak menangkap apapun. Setelah bekerja tanpa hasil, ia lelah, frustrasi dan siap untuk pulang ke rumah. Akan tetapi, Yesus meminta untuk meminjam perahunya agar Ia bisa berkhotbah kepada orang banyak. Petrus tahu bahwa di sekitarnya ada beberapa perahu lainnya, namun Yesus meminta miliknya. Petrus mengiyakan.
Permintaan Tuhan dapat datang pada saat yang tidak menguntungkan atau pada saat kita tidak mengharapkannya. Mungkin kita tergoda untuk membiarkan orang lain menanggapi, dan berpikir bahwa tidak penting siapa yang akan menjawab panggilanNya. Namun ingatlah bahwa rancangan Tuhan adalah senantiasa untuk kebaikan rohani kita (Yeremia 29:11).
Permintaan Yesus yang kedua ialah menebarkan jala kembali, yang melibatkan mata pencaharian Petrus. Nelayan ini menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga” (Lukas 5:5). Ketaatan Petrus membawanya kepada jala yang dipenuhi dengan ikan. Dengan mengatakan ya kepada rancangan Tuhan, Petrus mengalami baik berkat rohani maupun materi, yang kemudian berdampak pada teman-teman kerjanya serta keluarga mereka. Manfaatnya jauh lebih besar daripada segala usaha atau kesusahan apapun.
Menaati Tuhan, bahkan dalam hal yang kita merasa sangat tahu dan cukup berpengalaman untuk mengatasinya sendiri, adalah hal yang harus dilakukan untuk menikmati berkatNya. Apa yang Tuhan minta dari Anda?
| Lukas 5:1-11 | |
| 5:1 | Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. |
| 5:2 | Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. |
| 5:3 | Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. |
| 5:4 | Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” |
| 5:5 | Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” |
| 5:6 | Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. |
| 5:7 | Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. |
| 5:8 | Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” |
| 5:9 | Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; |
| 5:10 | demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” |
| 5:11 | Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. |
Filed under: My J Journal, Verse of the Day | Tags: daily verse, My J Journal
| Yeremia 17:7-8 | |
| 17:7 | Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! |
| 17:8 | Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
09 Januari 2010, Sabtu
Kasih karunia adalah kemurahan dan kasih Tuhan yang ditunjukkan kepada manusia. Kita tidak dapat menggapainya atau merasa cukup baik untuk pantas mendapatkannya. Untuk sungguh-sungguh menghargai kasih karuniaNya, kita perlu memahami kebenaran-kebenaran tertentu tentang Dia dan diri kita.
Pertama, Tuhan itu sungguh-sungguh kudus, sehingga Ia tidak dapat mengijinkan dosa di dalam hadiratNya. Ketika Adam dan Hawa memilih untuk memakan buah dari pohon terlarang, hubungan intim mereka denganNya rusak. Oleh karena semua generasi sesudahnya mewarisi sifat dosa mereka, setiap orang lahir dengan suatu kecondongan untuk menjauh dari Tuhan.
Lalu, karakter Tuhan adalah adil. Sebagai akibatnya, Ia menuntut penebusan atas segala dosa. Hukuman yang Ia tuntut adalah kematian (Roma 6:23), bukan hanya secara fisik namun juga secara rohani melalui pemisahan kekal dariNya.
Yang terakhir, kita memiliki Tuhan yang penuh belas kasihan yang tidak memperlakukan kita sebagaimana yang patut kita terima karena tindakan kita, melainkan Ia memberikan kasih karuniaNya kepada kita. Ia membuat suatu rancangan yang akan menegaskan sifat kudusnya, yang memenuhi tuntutan keadilanNya, dan yang memampukan kita menjadi anggota keluargaNya; Ia mengutus AnakNya untuk menggenapi keselamatan kita. Lahir sebagai seorang manusia, Yesus menjalani kehidupan yang sempurna dan yang menggenapi Hukum Allah. Hanya Ia yang layak sebagai pribadi yang dapat memuaskan keadilan Tuhan. Kristus mengambil alih tempat kita, menanggung dosa-dosa kita, dan mengalami murka Allah atas pemberontakan kita – semuanya terjadi supaya kita dapat diperdamaikan dengan Bapa.
Allah menyediakan keselamatan bagi kita ini sewaktu kita masih berdosa (Roma 5:8). Pernahkah Anda menyadari keberadaan Anda yang berdosa dan menerima pengampunanNya melalui iman kepada Yesus? Jika ya, apakah Anda menyatakan syukur atas kasih karuniaNya?
| Efesus 2:4-5 | |
| 2:4 | Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, |
| 2:5 | telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– |