Filed under: My J Journal, Verse of the Day | Tags: daily verse, My J Journal
| Roma 12:1 | |
| 12:1 | Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. |
Saat kubaca ayat ini hari itu, dan kurenungkan, lalu kubaca lagi. Tiba-tiba tersadarlah diri ini bahwa ada sesuatu yang sangat salah, yang telah kuperbuat selama ini. Aku, ternyata belum beribadah yang sejati.
Selama ini, yang ada di benakku tentang ibadah yang sejati adalah aku rajin beribadah dan aku juga melayani. Dalam beribadahpun, aku konsentrasi mendengar firman yang ditaburkan oleh hamba Tuhan. Aku tidak tertarik untuk membuka smartphone atau ngobrol kecil dengan istriku yang duduk di sampingku. Hanya mendengar dan menikmati firman Tuhan, karena firman itu seperti berbicara kepadaku secara personal. Firman itu mampu menegurku dan memberikanku solusi atas pergumulan-pergumulanku.
Tapi ternyata, itu belum ibadah yang sejati. Karena aku gagal menjaga kekudusan tubuh ini. Aku menjadi tidak berkenan bagi Allah. Karna yang Allah inginkan adalah “persembahan yang hidup”, Allah menginginkan totalitas, seluruhnya dari diri ini – bukan hanya pada hari tertentu saat aku beribadah atau saat aku melayani ladang-Nya.
Aku merasa aku telah mencuri apa yang merupakan milik-Nya. Hidup ini semestinya, hanya milik Tuhan. Dan semestinya, apa yang aku perbuat adalah untuk memuliakan Tuhan – bukan untuk keinginanku pribadi lagi.
Ya Tuhan, ampunilah aku. Aku mau kembali kepada-Mu, karena aku ini adalah milik-Mu. Yang Kau beli dengan darah-Mu.
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
01 Oktober 2011, Sabtu
Siapa pun yang memperhatikan cara kerja Tuhan akan segera menyadari cara Tuhan tidaklah sama dengan cara manusia. Hikmat dunia mengatakan, untuk pekerjaan-pekerjaan besar dibutuhkan orang-orang luar biasa dan sumber daya yang melimpah. Namun, Tuhan seringkali memilih orang kecil dan biasa-biasa saja untuk menggenapi tujuan-tujuan-Nya di bumi.
Sebagai contoh, Kristus memilih sekelompok orang yang tidak begitu mengesankan sebagai murid-murid-Nya. Namun, setelah dipenuhi Roh Kudus, mereka “menjungkir-balikkan dunia.” Ketika melayani di bumi, Yesus memberi makan ribuan orang dari sedikit bekal yang dibawa seorang anak. Dan Dia memandang dua keping uang seorang janda sebagai persembahan yang lebih besar dari yang diberikan semua dermawan lainnya (Yohanes 6:5-12; Lukas 21:2-3).
Tuhan ahli dalam memakai orang yang sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk menyelesaikan tugas-tugas-Nya. Musa itu seorang gembala umur 80 tahun yang tak pandai bicara ketika ia membebaskan bangsanya. Gideon yang bersembunyi dari musuh, dibuat Tuhan menjadi pahlawan yang gagah berani. Daud adalah anak bungsu yang dianggap remeh, yang membunuh raksasa dengan batu kecil, dan menjadi raja Israel terbesar.
Allah tidak mencari orang-orang yang hebat; yang Dia cari adalah orang-orang yang mau taat dan rendah hati. Lemah dan biasa-biasa saja bukan berarti Anda tidak berguna. Keadaan itu justru dapat menunjukkan kebesaran kuasa Tuhan di dalam hidup Anda. Dia memilih orang-orang yang tidak berarti, dan senang membuat mereka menjadi luar biasa.
Pernahkah Anda menyadari kekurangan Anda dalam kecakapan, talenta atau keterampilan justru merupakan situasi ideal untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan Tuhan yang besar? Jika Anda bersedia taat pada pimpinan-Nya, dan memasuki wilayah menakutkan namun mengkuatkan iman dan ketaatan, Allah akan melakukan perkara-perkara besar di dalam dan melalui Anda.
-Sentuhan Hati-
| Kisah Para Rasul 4:13 | |
| 4:13 | Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
17 Oktober 2011, Senin
Seberapa sering Anda terjebak dalam “siklus rasa bersalah”? Anda mengakui dosa lama yang sama, mengungkapkan penyesalan kepada Allah, dan berjanji tidak mengulanginya lagi – tetapi kemungkinan Anda lalu melakukannya lagi. Dan siklus itu pun berulang lagi. Anda sudah diampuni berulang kali, tetapi tetap saja tidak mengalami kemenangan. Padahal ada janji Alkitab yang mengatakan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (I Yohanes 1:9).
Sahabat, Allah tidak ingkar janji. Manusianya lah yang gagal – kita telah membuat pengakuan dosa kita menjadi semacam ungkapan hafalan atas kelemahan-kelemahan kita. Aku kecewa padadiriku sendiri, tetapi aku lemah dan Tuhan mengetahui hal itu. Pengakuan dosa yang tulus berarti sepaham dengan Tuhan tentang dosa, dan hal ini tidak bisa dipisahkan dari pertobatan; keduanya ibarat dua sisi mata uang. Bertobat adalah berbalik dari kesalahan.
Dengan memandang dosa kita dari sudut pandang Tuhan, kita akan melihat suatu kebiasaan buruk dan jahat dengan segala akibatnya yang mengerikan, sehingga kita ingin menjauhkan diri dari hal itu secepat mungkin!
Praktisnya, mengaku dosa dan bertobat memerlukan keputusan yang sungguh-sungguh untuk berkata, “Dengan kuat kuasa Roh Kudus, aku bertobat.” Iblis akan tetap menggoda Anda, dan kegagalan masih mungkin terjadi. Namun Tuhan mampu mematahkan belenggu dosa Anda, dan Dia mau memerdekakan Anda.
Kemenangan dapat dialami langsung, tetapi dapat pula melalui proses pergumulan antara memilih yang benar dan yang salah. Dalam kasus tertentu, pencobaan bisa berupa dosa kebiasaan yang sulit dilepaskan. Karena itu, kita perlu menghadapi setiap hari dengan kekuatan Tuhan. Jika Anda mau meninggalkan dosa, kuasa Tuhan akan menolong Anda.
| Ibrani 4:13-16 | |
| 4:13 | Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. |
| 4:14 | Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. |
| 4:15 | Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. |
| 4:16 | Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
20 Oktober 2011, Kamis
Yesus Kristus mengeluarkan pernyataan yang berani ketika Dia berkata, “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yohanes 14:14). Karena Allah Tritunggal bukan pendusta (Titus 1:2), kita tahu bahwa Allah pasti menggenapi janji itu.
Maka, jika kita meminta hal-hal besar tetapi tidak ada jawaban, masalahnya bukan terletak pada Tuhan. Orang percaya dipanggil untuk hidup benar. Dan Tuhan tidak mengabaikan kemalasan rohani saat Dia mengabulkan permintaan kita. Dia punya dua syarat untuk menjawab doa:
Datang kepada Tuhan dengan bersandar penuh pada karya Kristus.
Darah Juru Selamat membuat kita layak untuk memasuki hadirat Allah yang kudus. Pengorbanan-Nya di Kalvari sudah menghapus segala dosa kita dan menutupi kita dengan kebenaran, sehingga kita tidak usah malu berdiri di hadapan tahta-Nya. Kita tidak menerima kebaikan karena perbuatan kita, atau mendapat jawaban doa karena kita super-rohani. Tuhan menjawab karena Anak-Nya, yang duduk di sebelah kanan-Nya, berdoa untuk kita.
Datang pada Tuhan dengan kekudusan
artinya, menjauhkan diri dari segala yang disebut dosa. Allah berkata, Dia tidak akan mendengarkan orang yang memiliki “niat jahat dalam hatinya” (Mazmur 66:18). Jika Dia mengabulkan doa kita pada saat kita sengaja hidup dalam dosa, berarti Dia mendukung pelanggaran kita. Oleh karena itu, orang percaya harus berbalik dari dosa sebelum meminta hal-hal besar.
Allah selalu setia. Dia mau memberikan yang Anda perlukan dan memberkati Anda dengan melimpah. Namun, ini bukan tawaran tanpa syarat. Tuhan mau pengikut-Nya hidup benar. Orang yang hidup menurut kehendak-Nya akan dapat mempercayai Dia dalam segala hal yang mereka minta dalam nama Yesus.
| Yohanes 14:12-15 | |
| 14:12 | Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; |
| 14:13 | dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. |
| 14:14 | Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” |
| 14:15 | “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
21 Oktober 2011, Jumat
Kemarin kita sudah memperhatikan janji Tuhan di Yohanes 14:14. Banyak orang sering memakai ayat itu untuk mengartikan, “Apa pun yang kamu minta, Aku akan melakukannya.” Mereka lupa frasa yang paling penting ini: “dalam nama-Ku.”
Meminta dalam nama Kristus memiliki dua arti. Pertama, orang percaya dipersilakan meminta hal-hal yang sesuai dengan tujuan dan rencana Allah. Untuk itu, kita perlu meminta kepada-Nya jika doa-doa kita sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan punya beberapa cara untuk meyakinkan orang percaya bahwa mereka sedang berada di jalan yang benar. Sebagai contoh, Dia bisa memperkuat hasrat kita yang benar dan melemahkan yang tidak benar. Kemungkinan lain, Dia akan memakai firman-Nya untuk mengembalikan jalan orang percaya, atau meneguhkannya bahwa ia sudah berada di jalan yang benar. Tuhan akan selalu membuat kehendak-Nya jelas bagi orang yang sungguh- sungguh ingin mengetahuinya.
Kedua, menyebutkan nama Yesus berarti kita rindu memuliakan Dia melebihi diri kita sendiri. Yakobus memberikan peringatan ini: “ Kamu berdoa, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3). Untuk memahaminya, mari kita ambil contoh orang-orang yang sedang berdoa untuk keluar dari kesulitan ekonomi. Pertanyaannya, Apakah orang ingin terbebas dari hutang agar ia dapat memiliki lebih banyak untuk dirinya sendiri, ataukah agar ia dapat menggunakan kelebihan itu untuk hal-hal yang memuliakan Tuhan? Tuhan melihat jelas setiap motif kita. Dia tidak akan memberi pertolongan sampai hati kita didapati-Nya benar.
Berdoa dalam nama Yesus Kristus mengandung kuasa yang luar biasa. Namun, menyebut nama-Nya dalam doa bukan kata-kata mantera untuk mendapatkan yang kita mau. Perkataan itu lebih merupakan tanda bahwa kita sedang menyerahkan segala keinginan pribadi dan cara kita sendiri dalam menyelesaikan segala sesuatu. Dengan demikian, kita benar-benar mengikut Dia dan membawa kemuliaan bagi-Nya.
| Yohanes 15:16 | |
| 15:16 | Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. |