Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
31 Oktober 2011, Senin
Kita sudah belajar tentang bagaimana mengatasi kemarahan yang bercokol dalam hidup kita. Hari ini kita akan menemukan prinsip Tuhan untuk mencegah kemarahan yang berkepanjangan. Kuncinya adalah segera atasi perasaan yang berbahaya ini.
Penting disadari bahwa orang percaya juga bisa mengalami saat-saat menjadi marah dan tetap benar di hadapan Tuhan. Namun, kemarahan yang dibiarkan tetap bercokol dan membusuk akan menjadi kesempatan bagi Iblis. Ia dengan cepat akan menaburkan pembenaran di pikiran kita: Orang itu pantas dimarahi. Engkau tidak seharusnya diperlakukan seperti itu! Allah mengerti kamu kecewa. Dengan membuat orang punya alasan untuk membangun pertahanan diri dan menyimpan kemarahan, Iblis menciptakan tembok dalam kehidupan mereka. Dan orang yang bodoh bersembunyi di balik tembok itu (Pengkhotbah 7:9).
Kita tidak boleh membiarkan satu bata pun untuk membangun kubu si jahat. Sebaliknya, orang percaya harus menanggapi hasutan itu dengan mengampuni orang lain seperti Tuhan mengampuni. Kemurahan-Nya tidak bersyarat. Orang percaya tidak dapat berdiri di hadapan Tuhan dengan tetap menyimpan kemarahan berkepanjangan. Kita harus segera menyingkirkan kemarahan itu dengan mengampuni.
Kita juga dapat melindungi diri kita dengan mengenali gangguan yang sering terjadi. Ketika situasi (atau orang) itu mulai membayangi, kita perlu berdoa agar Tuhan membuat kita cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan untuk marah (Yakobus 1:9). Itulah saatnya bagi buah roh pengendalian diri untuk beraksi.
Kemarahan hanya menghasilkan buah yang busuk – relasi yang pahit, kesaksian yang buruk, dsb. Orang percaya yang bijaksana memakai pendekatan ganda dalam mengatasinya. Pertama, memperhatikan lebih dari 300 peringatan Alkitab tentang emosi berbahaya ini dan mewaspadainya. Kedua, membuang kemarahan karena lebih suka mengampuni.
-Sentuhan Hati-
| Efesus 4:26-27 | |
| 4:26 | Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu |
| 4:27 | dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. |
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: daily reading, www.sentuhanhati.com
30 Oktober 2011, Minggu
Menurut Pengkhotbah 7:9, di mana kemarahan itu menetap? Masalah apa yang menanti orang yang menuruti nafsu amarah
(Mazmur 37:8, Amsal 19:19: 29:22)?
Saran apakah yang diberikan di dalam Yakobus 1:19-20? Apa yang tidak dapat dicapai kemarahan manusia?
Dengan memakai ayat-ayat berikut ini, daftarkanlah kebodohan dari kata-kata kasar dan berbagai manfaat dari tidak cepat berkata-kata:
(Amsal 10:19, 12:16, 15:28; 17:27-28; 18:13.
Apa saja akibat dari kemarahan (Amsal 14:29; Ibrani 12:14-15)?
Bagaimana Anda menemukan akar pahit yang tersembunyi di dalam jiwa Anda? Baca Mazmur 139:23-24 dan Ibrani 4:12-13.
Bagaimana cara yang disarankan Mazmur 32:1-5 dalam mengatasi dosa tersembunyi?
Apa yang dikatakan Efesus 4:26-32 tentang mengatasi kemarahan?
Bahaya apa yang kita hadapi jika menyimpan amarah? Kapan kemarahan itu menjadi dosa?
Daftarkanlah sifat-sifat yang harus kita “tanggalkan” dan yang pantas menggantikannya.
Sikap tidak mengampuni menuntut orang membayar harga kesalahannya. Sebaliknya, bagaimana perintah Yesus dalam memperlakukan orang yang bersalah kepada kita (Matius 5:43-45)?
Menurut Roma 12:17-21, hak siapakah pembalasan dendam itu?
Daripada menjadi marah, bagaimana kita seharusnya menyikapi perlakuan buruk?
Mengapa kita tidak punya hak untuk tidak mengampuni (Matius 18:21-35)?
-Sentuhan Hati-