Da Words of My Jesus


Kesan atau Dampak | Matius 5:13-16
November 21, 2011, 9:00 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

21 November 2011, Senin

Siapa yang memberikan dampak terbesar bagi hidup Anda? Mungkin Anda akan menunjuk pada orangtua Anda atau seorang guru yang sangat berpengaruh. Mungkin juga seorang teman, pendeta atau mentor yang mempengaruhi Anda. Besar kemungkinan, ada begitu banyak orang yang memainkan peran dalam membentuk pribadi Anda sebagaimana Anda ada sekarang.

Sekarang, siapa yang Anda pengaruhi dengan hidup Anda? Yesus berkata, ”Kamu adalah garam dunia…” (ayat 13). Kita terpanggil menjadi garam.

Pada zaman purbakala, garam dipakai untuk mencegah daging menjadi busuk. Garam penting untuk menjaga kesegaran daging, sama pentingnya dengan lemari es pada masa kita sekarang. Bila karakter kita terus mewakili Yesus Kristus, maka kita memiliki pengaruh positif bagi lingkungan kita. Garam juga mengubah rasa makanan. Sebagai orang percaya, hidup kita seharusnya membuat perbedaan. Entah kita berpendidikan atau tidak, kaya atau miskin, pandai atau tidak pandai, kita tetap bisa memberikan dampak kepada orang lain.

Yesus juga berkata, “Kamu adalah terang dunia” (ayat 14). Yesus berkata kepada para pengikut-Nya bahwa mereka adalah terang dunia. Semakin tekun para murid-Nya menjalankan ajaran-Nya, semakin teranglah sinar mereka. Hari ini, seluruh dunia telah merasakan dampak kesetiaan beberapa orang ini yang kebanyakan dari mereka adalah nelayan yang tidak berpendidikan.

Pengaruh seperti apa yang Anda miliki? Apakah Anda menjadi garam dan terang di lingkungan masyarakat Anda? Atau, pengaruh dalam hidup Anda hilang karena dosa, kompromi dan cara hidup duniawi? Tindakan, karakter dan percakapan Anda akan membawa orang lain kepada sang Anak Allah, atau malah membawa mereka semakin jauh dari-Nya.

-Sentihan Hati-

Matius 5:13-16
5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”


Bapa Surgawi Kita | Matius 6:8-13
November 21, 2011, 8:59 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

20 November 2011, Minggu

Saat Kristus mengajar para murid-Nya untuk berdoa, Ia memberitahu mereka untuk memanggil Allah sebagai ”Bapa kami”. Sebelumnya mereka mendengar Yesus berkata, “Bapa-Ku”, akan tetapi mereka pun sekarang memiliki hubungan kekeluargaan yang istimewa itu. Setiap kita yang telah dilahirkan kembali di dalam keluarga Allah memiliki hak yang sama.

Konsep kita tentang Allah terbentuk oleh bapa duniawi kita, oleh karena itu kita semua memiliki persepsi berbeda tentang Dia, namun Yesus adalah satu-satunya yang memiliki pemahaman akurat sempurna tentang Bapa surgawi. Renungkan beberapa cara bagaimana Ia begitu peduli dengan anak-anak-Nya:

Mengasihi: Kasih Allah tidak bersyarat, oleh karena kasih itu didasarkan pada sifat-Nya dan bukan kinerja kita (I Yohanes 4:16).

Mendengarkan: Ketika kita berdoa, Ia memberikan perhatian kepada kita sepenuhnya (Mazmur 55:17-18).

Menyediakan: Bapa bertanggung jawab untuk memenuhi semua kebutuhan kita (Filipi 4:19).

Menuntun: Dialah yang menuntun langkah kita saat kita percaya kepada-Nya (Amsal 3:5-6).

Melindungi: Tuhan melindungi kita secara rohani, emosional, dan fisik, memilah setiap pengalaman melalui tangan-Nya yang berdaulat (Mazmur 121:1-8).

Menemani: Ia bukanlah orangtua yang tidak hadir dalam kehidupan kita, karena Ia tidak membiarkan ataupun meninggalkan kita (Ulangan 31:8).

Mendisiplinkan: Tuhan mendisiplinkan kita untuk kebaikan kita, supaya kita dapat beroleh bagian dalam kekudusan-Nya (Ibrani 12:5-11).

-Sentuhan Hati-

Matius 6:8-13
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)


Hubungan Bapa-Anak yang Tertinggi | Yohanes 5:19-20
November 21, 2011, 8:55 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

19 November 2011, Sabtu

Dalam Alkitab, Allah dipanggil dengan berbagai nama, dan setiap nama menyingkapkan suatu aspek dari sifat-Nya. Panggilan kesukaan Yesus bagi Dia adalah Bapa. Mengejutkan, panggilan bagi Allah ini hanya digunakan 15 kali di Perjanjian Lama, namun dalam Perjanjian Baru,tertulis sebanyak 245 kali!

Beberapa nama Tuhan menyuarakan keagungan dan sifat mulia-Nya yang memisahkan Dia dari umat manusia, namun Bapa memberikan arti yang penuh keintiman. Yesus menggunakan panggilan ini bukan hanya karena Ia adalah Anak Allah, namun juga untuk menolong manusia menyadari bahwa Yehovah bukanlah Tuhan yang tidak dapat dijangkau, yang memperhatikan mereka dari jauh. Sebaliknya, Ia adalah Bapa surgawi yang mengasihi mereka, yang peduli tentang mereka dan ingin terlibat dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Sepanjang hidup-Nya di muka bumi, Kristus menyingkapkan seperti apakah hubungan kasih ini dengan teladan yang diberikan-Nya. Ia sepenuhnya bersandar pada Bapa-Nya untuk petunjuk, kuasa, dan apa yang diperlukan setiap hari serta menjalankan setiap perintah dengan ketaatan. Ia sering meninggalkan tuntutan pelayanan hanya untuk mencari tempat terpencil dan bersekutu dengan Yehovah. Kita tahu bahwa Yesus berhasil menyampaikan kepada para murid-Nya tentang betapa kayanya hubungan ini sebab dalam Yohanes 14:8, Filipus berkata, ”Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” – ia ingin mengenal Dia sebagaimana Kristus mengenal-Nya.

Apakah Anda rindu memiliki keintiman seperti itu dengan Allah? Ia ingin berhubungan dengan Anda sebagai seorang Bapa dengan anak-Nya, dan Ia memberikan hak istimewa kepada Anda untuk mendekat pada-Nya. Bahkan, Ia memilih Anda sebelum dunia dijadikan dan menanti Anda dengan tangan terbuka untuk menikmati rangkulan kasih-Nya.

-Sentuhan Hati-

Yohanes 5:19-20
5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.


Mengapa Menunggu | Mazmur 25:4-5
November 21, 2011, 8:37 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tags: ,

17 November 2011, Kamis

Dalam perjalanan hidup, keputusan yang sangat penting seumpama persimpangan jalan yang memerlukan petunjuk arah. Bila kita terus saja berjalan tanpa mencari kehendak Kristus, jalan yang kita pilih mungkin akan menuntun pada penyesalan dan dukacita. Sekalipun Tuhan siap dan bersedia untuk memberikan petunjuk yang jelas, Ia tidak selalu memberikannya dengan cepat. Mengetahui bahwa Ia memiliki alasan yang baik untuk menahan petunjuk yang diperlukan segera dapat menolong kita menunggu tuntunan-Nya dengan sabar di persimpangan jalan.

Terkadang, Tuhan membiarkan kita bingung sebab Ia ingin mendapatkan perhatian kita. Bila segala sesuatu berjalan dengan mulus, kita cenderung melupakan Tuhan. Namun, ketidakpastian membawa kita kembali kepada-Nya seumpama magnet. Dengan menyelaraskan langkah kita dengan-Nya dan berjalan dalam ketaatan kepada Roh-Nya, kita membuka telinga kita untuk mendengar suara-Nya.

Waktu penantian kita adalah waktu persiapan Tuhan. Untuk memberikan maksud-Nya yang berdaulat, Ia mungkin akan membuat kita menunggu selagi Ia mengkoordinasi beberapa kejadian agar selaras dengan kehendak-Nya.  Terkadang Tuhan harus berkarya di dalam kita sampai kita siap menerima apa yang Ia rancangkan bagi masa depan kita. Bila kita menerima petunjuk-Nya dengan instan, iman kita tidak akan pernah bertumbuh. Kedewasaan rohani terbukti di dalam kemampuan kita untuk menanti dengan penuh keyakinan dan damai sejahtera, mempercayai bahwa seturut dengan waktu-Nya, kita akan mengetahui apa yang harus dilakukan.

Bila ketidaksabaran menggoda Anda mendahului waktu Tuhan pada saat Anda harus membuat keputusan, Anda beresiko keluar dari kehendak-Nya dan kehilangan berkat-Nya. Akan tetapi, dengan menanti sampai Ia memberikan petunjuk yang jelas, Anda akan berjalan dalam damai sejahtera-Nya dengan kepastian, dan bukannya jatuh bangun dalam kekuatiran dan kebingungan.

-Sentuhan Hati-

Mazmur 25:4-5
25:4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.