Da Words of My Jesus


The Words of Jesus (Bahasa Indonesia) – Bag 1 | Bab “Sang Cahaya Yang Telah Menerangi Dunia”
March 19, 2009, 11:00 am
Filed under: The Words of Jesus | Tags: , ,

Bersambung dari http://dawords.wordpress.com/2009/03/17/the-words-of-jesus-bahasa-indonesia-bag-1-bab-masalah-dengan-agama/

Ini adalah Bab kedua dari Bagian Pertama

SANG CAHAYA YANG TELAH MENERANGI DUNIA

Aku telah menjadi sebuah cahaya bagi dunia, bahwa kepada siapapun yang percaya kepadaKu haruslah keluar dari kegelapan itu. Aku adalah cahaya yang telah menerangi dunia; mereka yang telah mengikuti langkahKU tidak akan lagi berjalan di dalam kegelapan, akan tetapi mereka akan menjalani hidup mereka di dalam terang.

Di dalam pernyataan ini terdapat ujian yang tertinggi: bahwa ada sebuah cahaya yang sangat terang dan cahaya itu telah datang untuk menerangi dunia yang gelap ini. Akan tetapi, para penghuni bumi ini lebih mencintai gelap daripada terang, karena perbuatan mereka telah dibutakan oleh sifat egois dan keserakahan mereka. Jadi, merekalah yang telah membenci sang cahaya kebenaran karena mereka telah memberikan hidupnya bagi kejahatan dan mereka juga menjadi takut kalau kejahatan mereka akan terungkap dan takut menerima hukuman atas perbuatan jahat mereka itu. Perbedaannya sangat kontras dengan mereka yang melakukan kebenaran, mereka dengan bebas berjalan memasuki cahaya itu agar perbuataan mereka dapat dilihat, karena perbuatan mereka menyenangkan hati Tuhan.

Pernah sekali, kamu berpetualang ke dalam alam liar untuk mendengarkan kepada seseorang bernama Yohanes, seorang nabi yang kamu panggil Pembaptis. Dia berkata kepadamu mengenai kebenaran. Ia adalah sebuah cahaya yang terang dan menyala-nyala: dan dirimu untuk sementara waktu dengan sukarela mengikutinya. Sekarang, yang lain telah datang dengan pertunjukkan kekuatan yang lebih besar dari Yohanes, Aku datang untuk menyelesaikan tugas yang telah Bapa-Ku berikan kepada-Ku, perbuatan yang akan kuperbuat sekarang dihadapanmu adalah bukti bahwa Aku diutus oleh Allah.

Jika aku tidak melakukan tugas yang Bapa-Ku berikan, maka kamu bebas untuk berpaling daripada-Ku. Tapi, jika Aku melakukan tugas itu, meskipun kamu tidak mempercayai Aku, percayalah kepada pekerjaan-Ku; bahwa kamu boleh menjadi tahu dan percaya bahwa Bapa ada di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Aku harus melakukan pekerjaan Bapa-Ku yang telah mengutus Aku ketika masih siang: karena malam telah mendekat dengan cepat dan saat malam tiba, tidak seorangpun akan mampu bekerja.

Mata adalah penerangan bagi tubuh: jika matamu berkumandang, maka seluruh matamu akan dipenuhi oleh cahaya, tetapi jika matamu dikuasai kejahatan, maka seluruh hidupmu akan tenggelam dalam kegelapan. Jika yang menerangi hidupmu adalah kegelapan, sungguh luar biasa dan menakutkanlah kegelapan itu!

Bukankah terdapat paling tidak dua belas jam ketika hari masih terang? Jika engkau berjalan ketika hari masih siang, maka engkau tidak tersandung, karena ada cahaya matahari yang menerangi sekelilingmu. Apabila, jika kamu berjalan ketika malam, kamu akan jatuh, karena tidak ada cahaya matahari yang akan menuntunmu. Percayalah kepada cahaya itu maka kamu akan menjadi “anak-anak terang”. Rajinlah selagi cahaya itu bersama kamu, karena kegelapan tiba dengan cepat. Siapapun mereka yang berjalan dalam kegelapan adalah orang-orang yang tersesat, dan jika ada seorang buta yang menuntun orang buta lainnya, maka mereka berdua sudah pasti akan jatuh bersama-sama.

Kamu tidak akan menyalakan sebuah lilin lalu meletakannya di dasar sebuah vas, atau meletakannya di bawah ranjangmu; melainkan, kamu akan menempatkannya pada tempat penopang lilin (baca: candlestick), supaya kamu atau siapapun yang datang berkunjung akan masuk ke dalam sebuah rumah yang dipenuhi dengan cahaya. Tidakkah kamu sadar bahwa kamu telah dipanggil dari gelap untuk menjadi terang bagi dunia ini? Hidupmu itu mirip dengan sebuah kota yang dibangun di atas sebuah bukit, yang tidak mungkin dapat terlewati oleh orang-orang yang melaluinya. Oleh karena itu, biarlah cahayamu menerangi semua orang yang ada di hadapanmu, supaya mereka dapat melihat perbuatan baikmu dan memuji Bapamu yang ada di surga.

Hal-hal yang kamu lakukan secara rahasia, akan terungkap suatu hari nanti dan semua yang terlihat seperti tersembunyi dengan baik, akan tersiar luas suatu hari nanti.  Apa yang akan kusampaikan kepadamu secara pribadi, umumkanlah kepada semua orang dan apa yang telah kamu dengar dari Roh Kudus, teriakanlah dengan lantang dari atap rumahmu.

sumber www.thewords.com

versi original dalam bahasa Inggris



The Words of Jesus – Part 1 | Chapter “The Light That Has Lighted The World”
March 19, 2009, 10:53 am
Filed under: The Words of Jesus | Tags: , ,

To Continue from http://dawords.wordpress.com/2009/03/17/the-words-of-jesus-part-1/

This is the 2nd chapter of Part 1

THE LIGHT THAT HAS LIGHTED THE WORLD


I have come to be a light to the world, that whoever believes in me should not remain in darkness. I am the light that has lighted the world; they that follow me will never again walk in darkness, but live their lives in the light.

Herein lies the supreme test: that such a brilliant light has come in to this dark world. Yet the inhabitants of this earth love darkness more than light, because their actions are blinded by selfishness and greed. So it is, those who give their lives to evil hate the light of truth, fearful that their actions will be witnessed and condemned. In contrast, they that do the truth step freely into the light so that their actions may be seen, for their works are pleasing to God.

Once, you journeyed into the wilderness to listen to John, the prophet you called, the Baptiser. He spoke to you of the truth. He was a burning and shining light: and you were willing, at least for a while, to follow him. Now, one has come with a greater demonstration of power than John, for the work that my Father has given me to accomplish, the very acts which I perform now in your presence, prove that I am sent from God.

If I do not the works of my Father, then you are free to turn away. But, if I do his works, even if you don’t believe in me, believe in the works that I do; that you may know and believe that the Father is in me and I in him. I must do the work of him who sent me while it is day: because the night is fast approaching when no one will be able to work.

The lamp of the body is the eye: if your eye is sound, your whole life will be filled with light, but if your eye be preoccupied with evil, your whole life will be obscured with darkness. If what illuminates your life is darkness, how great and terrible is that darkness!

Are there not at least twelve hours of daylight? If you walk by day you do not stumble, because of the natural light around you. If, however, you walk by night, you will fall, because there is no daylight to guide you. Believe in the light that you may become “children of the light.” Be active while you have the light present with you, for darkness is rapidly falling. Those that walk in darkness are the lost, and if the blind are leading the blind, then both are destined to fall.

You do not light a candle and then conceal it beneath a vase, or place it under a bed; instead, you set it on a candlestick, so that you or your guests enter a house filled with light. Do you not realize that you are called out to be lights in this world? Your life is similar to a city built on a hill that cannot go unnoticed. Let your light, therefore, shine brightly before all people, that they might see your good works and praise your Father, who is in heaven.

That which you do in secret will eventually be revealed, and that which seems to be hidden will one day be broadcast far and wide. What I am telling you now in private, proclaim publicly, and what you hear whispered by the Spirit, shout aloud from the housetops.

source www.thewords.com



The Words of Jesus (Bahasa Indonesia) – Bag 1 | Bab “Masalah Dengan Agama”
March 17, 2009, 4:23 pm
Filed under: The Words of Jesus | Tags: , ,

Firman dari Yesus

Diterjemahkan oleh Roy Fadly

pada 14 Maret 2009

Hak cipta © 1991, 1995, 2004

oleh Robert Lee Cantelon

Semua korespondensi ditujukan ke:

THE WORDS

700 Sleater-Kinney Road SE #303B

Lacey, WA. 98503

Bagian Pertama: TAHUKAH KAMU SIAPAKAH AKU?

MASALAH DENGAN AGAMA

Waspadalah; berhati-hatilah menjalani hidupmu dengan “makanan” agama

Pada saat ini, kamu pasti telah melupakan lima jelai roti yang telah memberi makan kepada lima ribu orang, dengan sisanya dua belas bakul, dan ketika tujuh jelai roti yang dibagikan kepada empat ribu orang dengan sisanya yang masih banyak. Tapi bukanlah makanan di dunia yang ingin saya bicarakan. Bukan itu, saya ingin memperingatkan kamu terhadap suapan makanan yang berupa ide-ide dan pengajaran sesat dari orang-orang di bursa bidang agama.

Dalam kebanggaan yang salah mereka memuja saya, mengajarkan bahwa doktrin yang sesungguhnya adalah semata-mata ciptaan manusia. Mereka yang telah dikuasai dengan takhayul mereka sendiri, mereka telah melupakan perintah-perintah Tuhan.

Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Mereka melayani tuan mereka yang sesungguhnya, si iblis dan mereka melakukan apa yang iblis perintahkan kepada mereka. Ia adalah seorang pembunuh dari awal, dan tidak sekalipun berkata kebenaran, karena kebenaran tidak pernah berada di dalamnya. Ketika iblis berbohong, dia berbicara di dalam sifatnya, yaitu pembohong dan bapak segala kebohongan.

Kepada para nabi palsu yang menghakimimu. Aku katakan, penghakiman ada padamu para nabi palsu. Kalian yang munafik! Kalian, yang tidak akan pernah dapat masuk ke dalam kerajaan surga, menghalangi setiap orang yang rindu untuk masuk ke dalamnya. Kalian melintasi darat dan lautan untuk mendapatkan seorang murid; dan setelah kau menangkan orang itu, kalian buat mereka dua kali lipat lebih jahat daripada anak-anak neraka dan melebihi dirimu sendiri. Bukankah hukuman yang berat pantas menjadi upahmu?

Kalian mencuri dari yang miskin dan para janda; kemudian, kalian berdoa dengan panjang dan dengan kata-kata indah untuk menyembunyikan tujuanmu yang sesungguhnya.

Kalian memutuskan: “Bait tidaklah penting. Yang lebih penting adalah perbendaharaan!”

Akan tetapi, manakah yang lebih besar: emas dalam perbendaharaan, atau bait yang menyucikan emas?

Dan kalian berkata : “Mezbah tidaklah penting; tetapi persembahan di atas mezbahlah yang lebih penting.”

Kalian sungguh bodoh dan buta. Manakah yang lebih besar: persembahan di atas mezbah atau mezbah yang menyucikan persembahan?

Siapapun yang menghormati mezbah, menghormati mezbah itu dan semua yang ada di atasnya. Dan siapapun menghormati bait, juga menghormati Dia yang berdiam dalam dinding bait itu. Dan siapapun yang menghormati surga, juga menghormati tahta Allah dan Dia yang duduk di tahta itu.
Kalian bahkan menjadikan tanaman yang tumbuh di depan pintu rumahmu menjadi persembahan upacara. Padahal di saat yang sama, kalian telah melupakan hal-hal yang lebih berbobot dari hukum yaitu penghakiman, pengampunan dan iman.

Visi yang kalian miliki tidak lebih panjang dari satu inci dari wajahmu. Dengan kemunafikanmu, kalian membesarkan masalah-masalah kecil dan mengacuhkan masalah yang lebih penting. Dengan kesucian yang kalian buat, kalian membersihkan sisi luar dari cawanmu, sementara di dalam cawan masih tersisa kekotoran dari kejahatanmu. Kalian sungguh telah menjadi buta! Pertama uruslah yang tersimpan di dalam. Barulah, bagian luar akan menjadi bersih.

Para nabi palsu! Dalam kemunafikanmu, kalian tidaklah lebih baik dari kubur yang dicuci sampai bersih, kubur yang mungkin terlihat cantik dari luar, tapi di dalam kubur itu tersimpan kematian dan tulang-tulang yang membusuk. Kalian mungkin bisa membuat orang-orang kagum akan pertunjukan kebajikanmu yang palsu itu, tapi sesungguhnya di dalam kalian termakan oleh kemunafikan dan sudah hampir tidak ada yang jujur ada padamu. Bagaimanakah kamu bisa mengaku bahwa kalian melayani Tuhan, padahal kalian hidup untuk mencari pujian dari rekan pelayananmu, bahwa sesungguhnya kalian tidak pernah mencari kemuliaan yang datang hanya dari Tuhan semata?

Kalian membangun monument kepada para nabi, dan menempatkan bunga pada kuburan orang-orang saleh, dan berkata: “Jika kita memiliki kesempatan untuk hidup di hari yang sama dengan para leluhur kita, kita mungkin saja dapat menghentikan tercucurnya darah mereka, darah orang tak bersalah.”

Jadilah saksi atas ketidakpastianmu sendiri! Kalian adalah keturunan dari orang-orang yang membunuh para nabi, dan telah berbuat lebih jahat dari mereka. Ular! Generasi ular berbisa! Dengan cara apakah kalian dapat melarikan diri dari hukuman pengadilan yang kekal?

Nantikanlah, di hari-hari yang akan datang, Aku akan mengirimkan nabi, dan orang bijak, dan para guru. Meskipun begitu kalian akan membunuh dan menyalibkan mereka. Ya, meskipun orang-orang ini akan kalian tindas, dan akan kalian kejar sampai ujung dunia.

Yesaya bernubuat hal yang sebenarnya tentang kalian : ” Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku.”

Kalian membenarkan diri kalian sendiri di hadapan jemaat; tapi Tuhan tau niat jahat yang ada di dalam hatimu: yaitu untuk dihargai oleh manusia yang merupakan kejijikan di mata Tuhan.

Waspadalah: Banyak yang akan datang dari Timur dan Barat, dan masuk ke dalam kerajaan surga dengan sukacita. Tapi mereka yang seharusnya masuk akan dicampakkan kepada kegelapan di luar sana. Berhati-hatilah: kecuali kebajikanmu melebihi kebajikan palsu orang-orang yang beragama, kalian tidak akan dapat menapakkan kaki kalian ke dalam kerajaan surga.

sumber www.thewords.com

versi original dalam bahasa Inggris



The Words of Jesus – Part 1 | Chapter “The Problem of Religion”
March 17, 2009, 4:08 pm
Filed under: The Words of Jesus | Tags: , ,

The Words of Jesus

Translation by Robert Lee Cantelon

revised 1/26/04

Copyright © 1991, 1995, 2004

by Robert Lee Cantelon

Address all correspondence to:

THE WORDS

700 Sleater-Kinney Road SE #303B

Lacey, WA. 98503

Part One: WHO DO YOU SAY THAT I AM?

THE PROBLEM OF RELIGION

Take heed; beware of living your life on religious “food.”

By now you have certainly forgotten the five loaves that fed the five thousand, with twelve baskets left over, and the seven loaves that fed the four thousand and the plenty that remained. But I am not speaking to you about earthly food. No, I have come to warn you against feeding on the ideas and false teachings of those who market in religion.

In vain such people worship me, teaching as doctrines what are merely the inventions of men. Preoccupied with their own superstitions, they have forgotten the commandments of God.
Beware of false teachers who stand before you wearing sheep’s clothing. Beneath their guise hides a ravenous wolf. They follow their true master, the evil one, and do what as he commands them. He was a murderer from the beginning, and never told the truth, because there was never truth in him. When he lies, he speaks in character, for he is a liar, and the father of lies.

To those who set themselves up to be your judges I say, judgment upon you, false teachers. Hypocrites! You, who will never enter the kingdom of heaven, bar the very way to those who long to go in. You travel across land and sea to gain one proselyte; and when that person is won, you make them two times more the children of hell than you are yourselves. Do you not merit great damnation?

You steal from the poor and the widows; and then, to conceal your true intentions, you make long pious prayers.

You decree: “The temple is unimportant. What is important is the treasury!”

But which is greater: the gold in the treasury, or the temple that sanctifies the gold?

And you say: “The altar is not important; but the gift that is upon it is important.”

You are both foolish and blind. Which is greater: the gift on the altar, or the altar that sanctifies the gift?

Whoever honours the altar honours it and all things upon it. And whoever honours the temple honours him who dwells within its walls. And they who honour heaven, honour the throne of God, and he who sits upon it.
You make ceremonial offerings of even the herbs that grow at your front door. All the while, you have forgotten the weighty matters of the law: judgment, mercy, and faith.

Your vision extends not one inch in front of your face. Piously you strain a gnat from your wine, and proceed to swallow a camel. Self-righteously you clean the outside of your cup, while inside remains the grime of extortion. How blind can you be! First take care of what is concealed within. Only then, will the outside be clean.

False teachers! In your hypocrisy you are no better than whitewashed tombs, which might appear beautiful on the outside, but inside are full of death and decaying bones. You may impress people by your superficial demonstrations of virtue, but inside you are consumed with hypocrisy and have fallen short of the truth. How can you claim to serve God, who live only for your colleague’s praise, never seeking the honor that comes from God alone?

You build monuments to the prophets, and place flowers at the tombs of the righteous, and say: “If we had lived in the days of our ancestors, we would never have allowed their innocent blood to be shed.”
Be witness to your own inconsistency! You are the descendents of those who killed the prophets, and have surpassed even their wicked acts. Snakes! Generation of vipers! How will you escape the condemnation of eternal judgment?

Behold, in the days to come, I will send you prophets, and wise men, and teachers. Even these you will kill and crucify. Yes, even these you will persecute, and pursue to the ends of the earth.

Isaiah was right when he prophesied of you: “They approach me with their mouths, and honour me with their lips; but their hearts are far from me.”

You justify yourselves before your congregations; but God knows the evil intentions of your hearts: for that which is highly esteemed by man is repulsive in the sight of God.

Take heed: Many will come from the east and west, and enter joyfully the kingdom of heaven. But those who should have come in will be banished to the darkness outside. Be forewarned: Unless your righteousness exceeds the pseudo-righteousness of the religious, you will not set foot inside the kingdom of heaven.

source www.thewords.com




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.