Da Words of My Jesus


TELADAN YESUS – BAGIAN 2
Desember 1, 2008, 2:31 pm
Filed under: Articles | Tag:

TELADAN YESUS – BAGIAN 2

(YOH 13:15)

Teman-teman di dalam kasih Yesus Kristus. Setelah bagian pertama dari “Teladan Yesus”, sekarang saya akan mencoba berbagi Teladan yang lain dari Juru Selamat kita, Yesus Kristus. Berdasarkan ayat yang sama dari Yoh 13:15, kita akan menyingkap maksud dan tujuan dari Teladan Yesus bagi hidup kita, anak-anak-Nya. Mari kita ulangi terlebih dahulu ayat Yohanes 13:15

sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Seperti yang saya tuliskan pada Bagian 1 — Ayat 15 adalah ayat yang sangat penting bagi kita sebagai murid Yesus, sebagai anak-anak Allah. Ayat ini diucapkan oleh Yesus sendiri dengan tujuan jelas untuk mengajar kepada kita untuk mengikuti teladan yang telah Yesus perbuat sejak Ia dilahirkan ke muka bumi, hingga Ia mati di kayu salib untuk tebus dosa kita dan sampai akhirnya Ia naik ke Surga.

Setiap jenjang dalam hidup-Nya, melalui firman Tuhan yang disampaikan melalui mulut-Nya telah mampu mengajar, menguatkan dan memberikan solusi bagi kita di dalam segala situasi kehidupan. Teman-teman percaya akan hal ini? Katakan Amin, jika teman-teman mengimani pernyataan ini.

Mari kita belajar teladan lain yang telah dicontohkan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Yohanes 13:34

13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Tuhan kita, Yesus Kristus pada ayat 34 “sama seperti Aku telah mengasihi kamu” menunjukkan teladan-Nya kepada kita bahwa Ia telah mengasihi kita terlebih dahulu dan Yesus ingin kita sebagai murid-Nya untuk melakukan hal yang sama setelah Yesus naik ke surga meninggalkan murid-murid-Nya dan kembali ke sebelah kanan Bapa.

Jadi, bagi kita untuk dapat saling mengasihi – haruslah dimulai dari diri kita sendiri dahulu terhadap yang lain. Kita gak bisa menunggu untuk dikasihi, lalu barulah kita membalas kasih itu. Kalau kita dan semua orang di dunia menunggu untuk dikasihi terlebih dahulu baru membalas kasih itu, lalu kapankah dunia ini / orang-orang di sekitar kita akan dipenuhi oleh kasih Yesus melalui kita?

Harus diperhatikan bahwa perkataan Yesus dalam ayat 34 ini bukan lah sebuah himbauan, akan tetapi adalah sebuah perintah – sebuah “Perintah Baru” untuk kita jalankan. Jadi, ayat 34 ini sifatnya “wajib” bagi kita yang mengaku beriman dan percaya bahwa Yesus adalah Penebus kita yang hidup.

Lalu mengapa Yesus berkata “Perintah Baru” di dalam ayat 34?

Apa yang membuatnya berbeda dengan firman yang telah disampaikan Yesus mengenai kasih di kejadian-kejadian sebelumnya? Mari kita lihat Markus 12:29-31

12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Dalam Markus 12 khususnya ayat 31 ini telah menuliskan bahwa untuk mengasihi sesama manusia. Jadi, apakah yang membuat perintah untuk saling mengasihi dalam Yoh 13:34 adalah sebuah “Perintah Baru”? Mari kita lihat Yohanes 14:15-17

14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Ayat 15 dapat diartikan; Jika kita mengasihi Yesus dan kita menuruti perintah-Nya untuk saling mengasihi. Maka, Ayat 16 – melalui iman kepada Yesus dan oleh Bapa akan dikirimkan seorang Penolong yang lain yang akan menyertai kita sampai Tuhan menjemput kita sebagai gereja-Nya. Dan, ayat 17 – Penolong itu adalah Roh Kebenaran atau yang kita kenal sebagai Roh Kudus, Roh Allah sendiri yang datang dari Bapa melalui iman kepada Yesus Kristus yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan akan mengingatkan kita akan semua yang telah difirmankan Allah kepada kita.

Yohanes 14:26

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Sekedar catatan – dalam Alkitab bahasa Indonesia dituliskan Penolong yang lain yaitu Roh Kebenaran dan Penghibur yaitu Roh Kudus. Dalam Alkitab versi NIV (New International Version) Roh Kebenaran dan Roh Kudus disebut sebagai Counselor yang artinya sebagai Penasihat atau dalam bahasa ekonomi yang sering kita pakai adalah sebagai seorang Konsultan.

Tentu kita tahu, seorang Konsultan adalah orang yang menguasai ilmu spesifik yang tugasnya untuk mengkoreksi, memberi nasihat atau saran, sebagai tempat kita bertanya ketika memerlukan bimbingan. Terkadang seorang konsultan adalah alat yang menjembatani keinginan pimpinan perusahaan kepada bawahannya.

Inilah yang berbeda, inilah yang membuat perintah untuk saling mengasihi adalah sebuah “Perintah Baru”. Karena dalam “Perintah Baru” Yesus bagi kita dalam Yoh 13:34 adalah untuk saling mengasihi di dalam Roh, sama seperti Yesus telah mengasihi kita terlebih dahulu di dalam Roh dan Kebenaran. Roh inilah yang menjadi pendamping kita sebagai Penasihat, yang akan menunjukkan cara untuk mengasihi, menuntun kita dalam hidup penuh kasih dan tempat kita bertanya. Roh inilah yang akan menjembatani kita dalam iman kita kepada Yesus dengan Bapa di Surga.

Yohanes 13:35

Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Inilah tujuan dari “Perintah Baru” yang disampaikan Yesus, yaitu untuk menunjukkan pada dunia kasih kita (sebagai murid Yesus) melalui buah Roh (Galatia 5:22-23) yaitu Kasih.

Contoh mengasihi sesuai “Perintah Baru” – baca Kisah Para Rasul 8:26-39. Secara singkat akan saya jelaskan. Ayat 26 Filipus dituntun oleh malaikat Tuhan untuk bergerak ke Selatan. Ayat 29 – Roh Allah sendiri yang menuntun Filipus untuk menghampiri sida-sida dari Etiopia itu, lalu Filipus mulai mengajar firman Tuhan kepada sida-sida itu. Ayat 35 – Filipus mulai memperkenalkan injil, yaitu Yesus Kristus. Lalu sida-sida itu percaya dengan segenap hati bahwa Yesus adalah Anak Allah dan dalam ayat 38 – sida-sida itu dibaptis oleh Filipus di dalam air.

Hasilnya? Kisah Para Rasul 8:39

Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Ada sukacita yang lahir dari baptisan air, sukacita di dalam Yesus Kristus – Penebus kita. Bayangkan jika orang-orang di sekitar kita mau terima Yesus dan mau dibaptis di dalam nama-Nya. Dan orang-orang yang kita injili, mereka mulai menginjili orang-orang di sekitar mereka. Bukankah kita akan dikelilingi sukacita ilahi? Hasilnya, semua orang akan saling mengasihi karena mereka memiliki sukacita di dalam Yesus.

Saya ulangi, untuk dapat mengasihi di dalam “Perintah Baru” ini kita harus mengasihi bukan hanya dengan cara yang biasa, tapi mengasihi dan dituntun di dalam Roh. Jadi kita wajib mengasihi bukan semata-mata dalam bentuk sumbangan atau bantuan materi. Tapi juga untuk mengasihi dalam bentuk mendoakan bagi yang membutuhkan, menguatkan saudara seiman dan yang paling penting untuk memberi pengajaran / penginjilan – memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Allah sendiri yang telah lahir ke dunia menjadi sama seperti manusia, Ia telah menebus dosa kita dengan mati di kayu salib menggantikan kita dan Yesus Kristus yang sama yang telah bangkit, mengalahkan maut.

Dan hal yang paling penting setelah memperkenalkan Yesus adalah untuk menuntun mereka untuk terima baptisan air. Baptisan air bukanlah semata-mata sebuah prosesi ritual keagamaan. Baptisan air adalah tanda komitmen akan pertobatan kita. Komitmen bahwa kita percaya dan beriman dengan segenap hati bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Baptisan Air adalah langkah pertama untuk menerima keselamatan kekal yang telah Tuhan janjikan.

Sudahkah kita sendiri terima keselamatan itu?

Sudahkah kita mengasihi orang-orang di sekeliling kita dengan memperkenalkan Yesus dalam kehidupan mereka?

Jika kita sendiri belum terima keselamatan itu, segeralah dibaptis. Dan jika teman-teman rindu dan terbeban untuk mengasihi orang-orang di sekeliling teman-teman, berdoalah kepada Tuhan, mohon ampunan Tuhan dan mintalah urapan Roh Kudus-Nya untuk tinggal diam di dalam hati teman-teman. Dan saya percaya, setelah teman-teman terima Roh-Nya. Teman-teman akan menjadi pelaku firman yang terjamin tempatnya di kerajaan Allah.

Demikianlah Teladan Yesus – Bagian 2. Tuhan memberkati teman-teman sekalian


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: