Da Words of My Jesus


TELADAN YESUS – BAGIAN I
Desember 1, 2008, 2:29 pm
Filed under: Articles | Tag:

TELADAN YESUS – BAGIAN I

(YOH 13:15)

Teman-teman yang terkasih di dalam kasih Yesus Kristus. Setelah sekian lama tidak menulis, banyak kejadian yang Tuhan ijinkan untuk saya alami. Pencobaan, pergumulan, serta ajaran yang Tuhan berikan kepada saya, semua itu saya syukuri di dalam nama Yesus Kristus. Oleh karena semua hal yang telah terjadi, saya percaya telah membawa saya ke tingkatan berikutnya untuk lebih mengenal Yesus, Juru Selamat kita yang hidup.

Tulisan ini dipicu oleh sebuah buku yang sedang saya baca, buku ini berjudul “Unlimiting God” oleh Richard Blackaby. Sebenarnya buku ini sudah lama saya beli, kira-kira bulan Juni 2008 lalu. Tapi baru akhir-akhir ini saya mulai membacanya. Saya merasa, Tuhan telah rencanakan sedemikian rupa – hingga sekarang adalah saat yang tepat untuk saya mulai membaca buku tersebut. Di saat memang saya ingin lebih kenal dengan Sang Penyelamat hidup saya dan teman-teman sekalian.

Dari buku ini pula, pada salah satu bagian awal bukunya si penulis mereferensikan untuk membaca pasal 13 sampai 16 dari kitab Yohanes. Ketika saya membaca ke-empat pasal ini, saya merasakan sebuah keharuan yang mendalam dan pada saat yang sama, saya percaya saya dituntun oleh Roh Allah untuk belajar lebih dalam dari ke-empat pasal ini dan membaginya ke teman-teman sekalian.

Yohanes 13:15

sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Ayat 15 adalah ayat yang sangat penting yang diucapkan oleh Yesus sendiri, yang tujuannya adalah jelas untuk mengajar kepada kita sebagai murid, kita sebagai anak-anak Allah untuk mengikuti teladan Yesus. Untuk menjalankan firman dan perintah Allah, seperti yang Yesus lakukan – taat kepada firman Tuhan. Untuk dapat mengasihi seperti Yesus mengasihi kita semua.

Bukti kasih Yesus – Yohanes 13:1

Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

Dalam ayat pertama tertulis dengan jelas bahwa Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Ayat ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Yesus adalah Allah itu sendiri – bukan manusia biasa yang dinyatakan oleh banyak orang yang tidak mengenal Yesus dan firman-Nya. Karena hanya Allah saja yang tahu waktu dan rancangan dari setiap kejadian yang terjadi atas setiap pribadi di muka bumi ini.

Kemudian bagian kedua dari ayat pertama menunjukkan kepada kita bahwa Yesus sangat mengasihi murid-murid-Nya dan Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya yang dapat diartikan sampai Yesus datang kedua kalinya untuk menjemput kita, kasih-Nya tetap setia kepada kita. Meski keadaan yang kita alami mungkin sedang tidak mengenakkan bagi kita, akan tetapi kasih Yesus terus dicurahkan atas kita. Seperti kondisi menjelang Yesus dianiaya dan disalib, Yesus tahu bahwa saat-saat itu adalah kondisi yang sangat tidak mengenakkan. Nyatanya – Ia terus mengasihi kita semua dengan merelakan diri-Nya disalib untuk menebus dosa kita.

Kenapa saya tulis Yesus merelakan diri-Nya? Yohanes 13:3

Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

Dalam bahasa Inggris versi NIV dari ayat ketiga ini, tertulis lebih jelas

John 13:3

Jesus knew that the Father had put all things under his power, and that he had come from God and was returning to God;

Yesus telah tahu (knew) bahwa Bapa telah meletakan semuanya / semua hal di bawah kekuasan-Nya.

Ini adalah teladan pertama Yesus. Yesus tahu bahwa Ia dapat saja membatalkan penebusan atas umat manusia, Ia dapat saja pergi kembali kepada Bapa jika Ia kehendaki. Karena Yesus tahu bahwa Bapa telah menyerahkan semua hal ke dalam tangan-Nya. Yesus juga tahu bahwa Ia datang dari Allah dan pasti akan kembali ke Allah. Jadi, sebenarnya Yesus ga perlu repot-repot untuk mati di kayu salib kalau hanya untuk kembali ke Surga.

Tapi karena kasih-Nya yang begitu besar atas kita, manusia berdosa ini – Yesus memilih untuk mentaati perintah Bapa di Surga. Ia merelakan diri-Nya untuk disalib, mati tebus dosa kita.

Jadi, teladan pertama Yesus adalah mentaati perintah Bapa di setiap situasi dan kondisi. Meskipun berat kondisi itu, meskipun begitu menekan – Yesus memberi teladan untuk tetap ikut rencana Allah dan setia dalam firman Tuhan. Karena Yesus tahu yang telah menanti-Nya ketika Ia menggenapi firman Tuhan. Ia akan kembali ke surga mulia duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Begitu juga dengan kita – kita juga akan dipermuliakan dan bukan oleh manusia semata, tapi oleh Yesus dan Bapa di surga. Asalkan kita setia di dalam firman, asalkan kita taat menuruti perintah-Nya. Yesus sudah menyediakan tempat bagi kita anak-anak-Nya. Demikianlah janji Yesus Kristus kepada kita dalam Yohanes 14:1-2

14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Yesus kita adalah Tuhan yang menepati janji-Nya dan dalam nama Yesus-lah kita harus percaya kepada Allah, karena tidak ada jalan lain selain dalam nama-Nya (Yohanes 14:6). Dalam ayat dua dari pasal 14 kitab Yohanes menjelaskan Yesus bukanlah pribadi yang akan berbohong, yang akan mengatakan atau menjanjikan sesuatu yang semu. Yesus hanya akan mengatakan kepada kita hal-hal yang pasti. Hal yang sudah pasti baik bagi kita anak-anak Allah.

Pertanyaannya sekarang adalah ketika kita menghadapi persoalan kehidupan. Jalan mana yang akan kita tempuh? Cara apakah yang akan kita pakai? Apakah pilihan-pilihan yang kita perbuat sesuai dengan perintah dan firman Tuhan?

Mari kita renungkan perbuatan kita selama ini, apakah sudah menyenangkan hati Yesus yang telah rela berkorban bagi kita? Jika belum atau ada kesalahan yang belum teman-teman akui. Akuilah sekarang di hadapan Tuhan Yesus, mohon ampunan-Nya dan terimalah hak teman-teman akan bagian dari kerajaan surga.

Demikianlah bagian pertama dari “Teladan Yesus” – Tuhan memberkati


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: