Da Words of My Jesus


Talenta | Matius 25:14-30 (Matthew 25:14-30)
Maret 5, 2009, 12:25 pm
Filed under: Articles | Tag:

TALENTA

(Mat 25:14-30)

Tentunya, kita sudah sering mendengar tentang perikop ini. Dimana ada seorang tuan yang hendak melakukan perjalanan dan selama tuan ini pergi, tuan ini menitipkan talenta kepada tiga orang pelayannya. Kita juga sudah tahu hasil dari tiga orang pelayan ini. Mari kita coba mengingat lagi perikop ini.

Matius 25:14

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

Dalam catatan di Alkitab – ayat ini atau perumpamaan dalam perikop ini serupa dengan

Lukas 19:12

Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.

Dalam versi NIV – Perikop Luke 19:12 diawali oleh ayat 11 yang berbunyi

11 As they heard these things, he proceeded to tell a parable, because he was near to Jerusalem, and because they supposed that the kingdom of God was to appear immediately.

Perumpaan ini disampaikan oleh Yesus sendiri dalam perjalanannya dari kota Yerikho menuju Yerusalem. Yerikho adalah perlambangan dunia ini dan kalau membaca Lukas 19:1 – Yesus hanya berjalan melalui kota Yerikho.

Jadi Yesus datang ke dunia dan setelah selesai di dunia – Yesus kembali ke takhta-Nya di Surga mulia. Bukti bahwa Yesus berkarya selama di dalam dunia diwakili oleh pertemuan Yesus dengan Zakheus (Lukas 19:1-10; Matius 20:29-34; Markus 10:46-52) dan saat Yesus keluar dari kota Yerikho dengan diikuti orang banyak; Yesus menyatakan kuasa-Nya atas Bartimeus anak Timeus yang buta (Markus 10:46-52)

Dari pertemuan dengan Zakheus – Tuhan Yesus hendak mengajar kita untuk tidak bergantung kepada harta kita (dapat berupa kekayaan, kekuasaan, pangkat, kepintaran, dll dari dunia) dan setelah melepaskan itu semua, hendaklah kita bertobat. Dari pertobatan Zakheus itu, ia berhak mendapatkan bagian dari kerajaan Surga – Zakheus telah beroleh keselamatan.

Dari pertemuan dengan Bartimeus anak Timeus, Tuhan Yesus hendak mengajarkan kita untuk mencari Yesus dan beriman dalam nama-Nya agar kita tidak selamanya buta Rohani. Jangan sampai kita tahunan beribadah di gereja, tapi kita tidak tahu dimana dan kemana arah jalan yang Yesus tempuh.

Kembali ke topik mengenai “Talenta”

Dalam Lukas 19:11 menandakan bahwa kerajaan Allah sudah dekat dan dari Matius 25:14 serta Lukas 19:12 melambangkan Yesus yang telah kembali ke Surga, duduk di takhta-Nya yang mulia dan Yesus akan kembali lagi ke dunia ini untuk menjemput kita pelayan-Nya dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja.

Sementara Ia berada di surga – Ia mempercayakan harta-Nya kepada kita pelayan-Nya. Perlu diperhatikan bahwa kita dapat menjadi pelayan-Nya karena kita telah dibeli, karena sebelumnya kita adalah budak dosa dan Yesus telah membeli / menebus kita dengan darah-Nya.

Setelah kita menjadi pelayan-Nya – barulah kita diberikan talenta oleh Allah. Jadi talenta ini tidak dapat dimiliki bagi orang-orang yang belum bertobat dan menerima keselamatan yang telah disediakan Tuhan Yesus bagi manusia. Dan langkah pertama untuk menerima keselamatan itu adalah untuk bertobat dan dengan dibaptis selam dalam air, sama seperti Yesus diselam di dalam air. Pada kenyataannya – Yesus sebenarnya tidak perlu diselam karena Ia tidak berdosa, tapi karena kehadiran-Nya adalah sebagai teladan bagi kita – sudah seharusnya kita mengikuti cara Yesus dibaptis.

Matius 25:15

Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

Hari-hari yang kita jalani ini adalah hari-hari yang sama seperti para pelayan yang dititipkan talenta-talenta itu. Di antara kita ada yang memiliki karunia untuk mendoakan, ada yang mampu berbahasa Roh, ada yang mampu untuk menguatkan saudara seiman, ada yang mampu membuat renungan dan masih banyak macam-macam karunia Roh – besar dan kecil di mata manusia; tapi semua karunia Roh itu penting keberadaan-nya di mata Tuhan kita (Baca 1 Korintus 12).

Pertanyaan: Mengapa ada pelayan yang diberikan banyak dan pelayan lain diberikan sedikit?

“Masing-masing menurut kesanggupannya” dalam versi NIV dituliskan “each according to his ability.”

Talenta yang kita miliki saat ini adalah berdasarkan kemampuan kita. Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang tahu akan kemampuan / skill / keahlian kita dalam menjalankan perintah-Nya dalam menggunakan talenta yang telah dititipkan kepada kita.

Oleh karena itu jangan kecil hati kalau hanya mampu menjadi jemaat – karena kita tidak pernah tahu bahwa dengan menjadi jemaat saja kita dapat menjadi pelayan Tuhan.

Caranya?

Dengan menjadi jemaat yang setia dalam setiap persekutuan, dalam persekutuan itu kita menyimak dengan seksama saat firman Tuhan ditabur oleh hamba Tuhan. Dan firman itu setelah kita dengar, lalu camkanlah firman itu dalam hati kita. Setelah itu, haruslah kita terapkan ke dalam kehidupan kita sehari-hari dan jangan waktu di gereja saja atau di hadapan orang-orang yang kita segani.

Setelah itu – sudah pasti firman yang diterapkan itu akan berbuah dan saat kita berbuah (buah Roh baca Gal 5:22-23), pastilah orang-orang di sekitar kita akan tahu bahwa kita adalah orang Kristen yang telah berkemenangan, orang Kristen yang telah peroleh keselamatan – Mereka akan tahu tanpa perlu pasang salib besar-besar di rumah, di kalung, di aksesoris dan pakaian kita. Pada saat itulah secara otomatis mereka akan tertarik untuk mengetahui sumber dari buah Roh itu. Karena semua orang di dunia ini mencari kasih, sukacita, damai sejahtera dan buah Roh lainnya dalam hidup mereka. Tetapi selama ini mereka tidak tahu sumbernya atau mereka mencari ke tempat yang salah dan mereka semakin tersesat oleh perangkap iblis.

Di saat itulah kita membawa mereka ke tempat kita beribadah, memperkenalkan Yesus sebagai sumber dari buah Roh yang kita hasilkan – kita mendampingi mereka sampai mereka menerima baptisan (jika belum dibaptis) dan menjadi penuntun mereka yang iman-nya belum sedewasa kita. Saat itulah kita telah menggunakan talenta kita dan mendapatkan hasil dari talenta itu.

Matius 25:19

Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

Harinya akan tiba bagi kita semua yang telah ditebus oleh-Nya. Hari Perhitungan, hari dimana Tuhan ingin tahu pertanggung jawaban kita atas talenta yang telah Dia berikan atas kita. Percayalah, hari itu akan tiba dan hanya Tuhan Allah kita saja yang tahu kapan hari itu akan datang (baca Wahyu 16:15).

Matius 25:20-23

20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.

21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.

23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Jika kita telah menggunakan talenta yang Tuhan telah berikan kepada kita dan kita telah beroleh hasil dari talenta tersebut. Tuhan berkata “engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar” artinya jika sebelumnya kita hanya menjadi jemaat yang setia dan telah berperan serta turut memikul tanggung jawab dalam memberitakan injil Yesus melalui perbuatan kita sehari-hari – Tuhan akan memberitakan talenta yang lain kepada kita. Ia akan memberikan tugas pelayanan yang lebih berat lagi kepada kita.

Dan hendaknya kita bersyukur saat kita diberikan tanggung jawab dalam perkara yang lebih besar karena upah kita besar di surga (baca Matius 5:3-12) dan itulah arti dari “Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” – yaitu untuk masuk ke dalam kerajaan surga, untuk merasakan sukacita Allah Bapa saat bertemu kembali dengan kita, anak-anakNya (baca Matius 18:14).

Lalu tentu kita tahu nasib dari hamba yang menyembunyikan talentanya ke dalam tanah dan tidak menghasilkan apapun.

Matius 25:29-30

29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Belum lama saya mendengar kejadian dari hamba Tuhan tempat saya beribadah. Beliau sharing bahwa ada seorang ex jemaat gereja, orang itu kaya raya dan berusaha mengatur hamba Tuhan, serta gereja dan ex jemaat itu pernah berkata dengan kekayaannya dia tidak perlu Tuhan. Setelah kejadian itu, dalam tempo enam bulan hartanya ludes – dari memiliki lima rumah, sekarang ex jemaat itu harus tinggal dalam sebuah rumah kontrakan bersama empat keluarga yang juga saudaranya.

Itulah bukti nyata dari ayat 29 – jikalau kita diberikan talenta misalnya harta kekayaan, hendaklah harta itu dipergunakan untuk membiayai pekerjaan Tuhan. Agar melalui pekerjaan Tuhan yang kita dukung dapat meraih jiwa-jiwa baru. Toh harta itu bukan milik kita saat kita lahir ke dunia dan harta itu juga tidak akan kita bawa saat kita dikubur. Dan tentunya kita tahu, harta yang dimiliki sekarang – semuanya adalah pemberian Tuhan.

Lalu ayat 30 – selain kita akan kehilangan segalanya yang kita banggakan di bumi ini (harta, kekuasaan, kepintaran, dll); ada hukuman menanti bagi hamba yang tidak berguna di mata Tuhan.

Apakah kita sanggup menjalani hukuman itu?

Mari kita baca Matius 18:23-27

23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.

27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Bagian ini serupa dengan perumpamaan mengenai talenta (Matius 25:14-30) – tapi ada yang berbeda dari perumpamaan ini yaitu Sang Raja memberikan pengampunan atas belas kasihan kepada hambanya.

Raja itu adalah Bapa di Surga dan oleh belas kasih-Nya atas kita – Ia memberikan pengampunan. Hutang adalah lambang dari dosa kita dan oleh darah Yesus – kita telah dibebaskan dari belenggu dosa dan dosa kita di masa lalu telah Ia hapuskan tanpa memandang seberapa besar dosa kita itu (hutang sepuluh ribu talenta)

Sekarang, maukah engkau sujud di hadapan Raja yang maha kuasa?

Sudahkah engkau bersyukur atas penebusan yang telah diberikan atasmu?

Sudahkah engkau mulai menggunakan talenta itu bagi kerajaan Surga?

Lakukanlah sekarang, sebelum semuanya itu terlambat karena setiap detik hidupmu lebih baik / lebih berarti menjadi detik-detik melayani pekerjaan Tuhan.

Tuhan memberkati

RF

Wrote on: 2008.12.29


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: