Da Words of My Jesus


The Berean | Matius 5:42 (Matthew 5:42)
Maret 5, 2009, 2:11 pm
Filed under: Moment of Peace, The Bereans | Tag: ,
Matius 5:42
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Beberapa orang  komentator tidak dapat mengerti mengapa Yesus meletakan contoh perumpamaan ini bersama dengan tiga contoh lainnya, karena contoh yang satu ini tidak menunjukkan sikap yang baik ketika dalam masa pencobaan. Bagaimanapun, memiliki sifat ilahi dalam berpisah dengan hal-hal yang kita pegang erat dapat menjadi ujian bagi kita. Dalam kisah parallel di dalam Lukas 6:30; ditunjukkan kepada kita pola yang  mengikuti perumpaan sebelumnya:

Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.”

Banyak orang percaya bahwa yang Yesus perlukan adalah sesuatu yang bodoh, yaitu, untuk memberikan kepada semua orang yang meminta pertolongan dari kita dan untuk membiarkan harta benda kita dirampas tanpa keberatan. Mungkin kita perlu membaca Lukas 6:34-35 terlebih dahulu agar dapat mengerti lebih jelas akan maksud dari Yesus:

Lukas 6:34-35
6:34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Ilustrasi yang disampaikan Yesus dalam Matius 5:42 bercerita tentang meminjam dan memberi pinjaman, bukanlah membiarkan seseorang dirampas. Seperti dalam perumpamaan yang lain, poin utama dari Yesus adalah lebih baik menderita kehilangan atau disakiti ketimbang membalas atau memperburuk keadaan. Ketika kita memberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, kita sudah sepantasnya tidak berharap mendapat imbal balik dari kebaikan kita dan yang lebih pasti untuk tidak kita lakukan adalah memaksa meminta ganti rugi. Derma orang Kristen haruslah dilakukan tanpa mengharapkan kembali. Meskipun begitu, Tuhan  melihat dan Ia akan memberikan kita berkat:

Amsal 19:17
19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Dalam versi lain

Proverbs 19:17 (New International Version)

17 He who is kind to the poor lends to the LORD,
and he will reward him for what he has done.

Jika seseorang meminta pinjaman uang atau barang, dan jika orang itu tidak seperti orang yang diragukan kejujurannya – maka kita harus mendengar permintaan itu dengan perkiraan bahwa orang itu meminjam dengan niat baik akan mengembalikan yang dipinjam dari kita. Lain sisi, kita juga harus mengingat prinsip dari firman Tuhan, seperti menjadi pelayan yang merawat apa yang Tuhan telah berikan kepada kita, merawat kepunyaan kita, tidak mendukung kemalasan atau membiarkan yang tidak berkerja, tidak membantu dalam kejahatan seperti minuman beralkohol, obat-obatan terlarang dan kecanduan lainnya dan juga tidak terlibat dalam penipuan yang menjanjikan “cepat kaya”. Yang Tuhan Yesus sarankan adalah jika kita memberi pinjaman, kita juga mempertimbangkan bahwa uang itu mungkin tidak akan kembali. Usaha untuk mendapatkannya kembali bisa saja tidak senilai dengan yang hilang, belum lagi kerusakan yang mungkin terjadi terhadap suatu hubungan atau seseorang.

Singkat kata, apakah yang diminta Yesus dari kita berdasarkan perumpaan terakhir yang disampaikan? Yesus meminta kepada kita untuk tidak hanya memberikan pinjaman tanpa rasa curiga berlebihan dan juga janganlah mengharapkan mendapatkan untung dari pinjaman yang kita berikan, akan tetapi kita harus memiliki roh yang dermawan kepada saudara saudari kita yang memerlukan pertolongan.

John O. Reid


http://www.theberean.org

*diterjemahkan dari bahasa Inggris


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: