Da Words of My Jesus


The Berean: Yohanes 13:14 (John 13:14)
Maret 10, 2009, 3:32 pm
Filed under: Moment of Peace, The Bereans | Tag: ,
Yohanes 13:14
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

Penjelasan paling umum bagi ayat ini adalah bahwa ayat ini mengajarkan kepada kita akan kerendehan hati dengan berlaku baik terhadap sesama, dengan memberikan pertolongan atau kebaikan kepada saudara seiman. Pastinya, ayat ini adalah contoh yang baik yang dapat kita pelajari dari Kristus, tapi kita mungkin masih bisa mengambil sesuatu yang lain dari ayat ini.

Di dalam catatan Yohanes, Apakah arti sesungguhnya yang ini Yesus sampaikan dari membasuh kaki? Yesus berkata kepada Petrus bahwa saat Yesus mencuci kaki Petrus melambangkan pengampunan dosa-dosa Petrus, agar Petrus bisa kembali ke dalam sebuah hubungan yang “bersih” dengan Tuhan. Masuk akal jika kita menyimpulkan bahwa Tuhan berharap tidak lebih dari kita untuk menanggapi dosa dari saudara seiman kita. Di dalam bagian sebuah doa dari Kotbah di Bukit, Yesus berkata:

Matius 6:14-15
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Tidak diragukan lagi, karena hidup kita adalah untuk mencerminkan karakter Tuhan,  maka Tuhan meletakan penekanan yang besar dalam hubungan sesama kita. Jika kita telah memulai untuk “mengenakan Kristus” (Galatia 3:27), pantaskah kita memberi contoh akan kasih Allah kepada kita dengan memendam dendam, membenci saudara kita, atau tidak mengampuni sesama kita? Tentu saja jawabannya, Tidak. Mengenakan Kristus menuntut kita untuk “menanggalkan” sifat kedagingan yang menghancurkan setiap hubungan dan menggantikannya dengan cara kebajikan Kristen.

Petrus bertanya kepada Kristus, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” (Matius 18:21). Jawaban Kristus seharusnya memberikan petunjuk akan perasaan Kristus atas masalah ini. Petrus telah memperkirakan sebuah angka yang ia pikir harusnya cukup untuk menciptakan batas kesabaran yang dapat ia pertahankan. Kristus, dengan begitu mencabut semua batasan berhenti dan berkata kepada Petrus bahwa tidak ada batas yang ditentukan dalam pengampunan: Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” (ayat 22). Kita sungguh beruntung dan boleh bersyukur bahwa pengampunan yang sama, yang tiada batas itu berlaku juga kepada kita ketika kita membutuhkan pengampunan Tuhan.

Dalam ayat-ayat yang berikutnya, di dalam Matius 18:23-35 tentang Perumpamaan Tentang Pengampunan (NIV: The Parable of the Unmerciful Servant- Perumpamaan Pelayan Yang Tidak Mengampuni). Sang Pelayan berhutang banyak kepada Sang Raja, dan ketika memohon pembebasan atas hutang-hutangnya, raja mengampuni dia dan hutangnya yang amatlah besar. Lalu kondisi itu berputar. Seorang yang lain berhutang sejumlah kepada sang pelayan dan orang tersebut tidak mampu membayarnya. Dan yang terjadi malah bukan seperti yang telah dicontohkan sang raja, si pelayan lupa akan pengampunan yang telah ia terima belum lama dan membuang orang yang berhutang kepadanya ke dalam penjara!

Ayat 34-35 menyimpulkan akhir cerita:

Matius 18:34-35
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Bahasa yang Kristus gunakan tidak memberikan ruang bagi kita untuk mencari alasan untuk tidak melakukan. Yesus sendiri, ketika menderita di atas kayu salib, berkata tanpa pengecualian, ““Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34a). Permohonan yang Yesus sampaikan berlaku kepada bukan hanya kepada orang-orang yang menangisi kematian-Nya dan kepada orang-orang yang menyalibkan Dia, akan tetapi permohonan ini juga berlaku kepada semua yang di masa lalu dan di masa depan, siapapun yang sama bertanggung jawabnya dan yang membutuhkan pengampunan Tuhan. Permohon ini berlaku bagi semua orang.

Bill Keesee

http://www.theberean.org

*diterjemahkan dari bahasa Inggris


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: