Da Words of My Jesus


Pengakuan Dosa | I Yohanes 1:8-10
Maret 19, 2009, 8:06 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

19 Maret 2009 / Kamis


Pengakuan dosa terjadi karena ada tawaran kemurahan. Kemurahan yang dinyatakan menyebabkan mengalirnya pengakuan dosa, dan pengakuan dosa yang mengalir membuka jalan bagi kemurahan. Jika aku tidak memiliki hati yang bertobat, kemurahan Allah tidak akan pernah menjadi milikku; tetapi jika Allah tidak menyatakan kemurahan-Nya di dalam Kristus, aku tidak akan pernah memiliki hati yang bertobat.” – William D. Arnot.

“Mengakui perbuatan jahat adalah permulaan pertama dari perbuatan baik.” – Augustine dari Hippo.

“Pengakuan dosa adalah langkah awal pertobatan.” – pepatah Inggris.

“Orang menganggap pengakuan dosa tidak dikenal di gereja Protestan. Anggapan ini salah besar. Perbedaannya hanyalah, tidak ada tirai yang membatasi si pengaku dosa dengan bapa penerima pengakuan dosa.” – Oliver Wendell Holmes, Sr.

“Kita harus mengungkapkan pada-Nya apa yang ada di hati kita, bukan apa yang seharusnya ada di hati kita.” – C.S. Lewis.

“Bangsa-bangsa maupun pribadi-pribadi wajib mengakui segala dosa dan pelanggarannya dengan penyesalan dan rendah hati, tetapi juga dengan pengharapan pasti bahwa pertobatan yang tulus akan mengantar pada kemurahan dan pengampunan.” – Abraham Lincoln.

“Pengampunan selalu diberikan dengan cuma-cuma. Tetapi ini tidak berarti mengaku dosa itu selalu mudah. Kadang hal itu terasa sulit. Sangat sulit. Sungguh menyakitkan mengakui dosa dan menyerahkan diri kita ke dalam pemeliharaan Allah.” – Erwin W. Lutzer


www.SentuhanHati.com

Ayat Bacaan:

1 Yohanes 1:8-10
1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
1:10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: