Da Words of My Jesus


Panggilan Allah Untuk Pertobatan Yang Sejati | II Korintus 12:20-21
April 14, 2009, 1:58 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

14 April 2009 Selasa

Pada rak yang tinggi terdapat kotak berisi kue dan Todd yang berusia 6 tahun ingin memakannya. Jadi, ketika ibunya memasuki dapur beberapa saat kemudian, ia mendapati anaknya sedang berdiri di meja sedang mengunyah dengan cepat. Sedangkan  satu tangannya berada di dalam kotak. Perkataan pertama yang keluar dari mulut Todd ialah, “Maafkan saya”. Jelas sekali ia menyesal bahwa ibunya memergokinya, dan ia tidak senang dengan hukuman yang akan ia dapatkan. Namun Todd mungkin tidak benar-benar menyesal karena telah memakan kue-kue itu.

Terkadang, orang percaya mengakui dosa dan bertobat dengan cara yang sama. Dalam doa, kita merasa nyaman saat mengaku dosa dan mengharapkan pengampunan. Dukacita biasanya menyertai pengakuan dosa. Dan perasaan malu dan penyesalan dinamai sebagai pertobatan. Yang harus kita renungkan adalah, mengapa kita merasa malu? Terlalu sering akar rasa bersalah yang kita miliki terlalu dangkal. Kita menyesal karena ketahuan atau bersedih atas konsekuensi dari tindakan kita. Terkadang, kita kecewa karena kita gagal memenuhi  standar kita soal perbuatan baik. Namun pertobatan yang sejati lebih dari sekedar menyalahkan diri sendiri. Pertobatan itu mencakup rasa duka mendalam karena telah berbuat salah kepada Allah dengan cara melakukan dosa.

Penyesalan bukanlah akhir dari cerita. Anak-anak Allah ingin menyenangkan Bapa mereka di surga, bukan malah mendukakanNya. Jadi, orang yang bertobat akan terdorong untuk membuat suatu perubahan sikap atau perilaku yang berlangsung selamanya. Pilihan itu dibuat untuk meninggalkan dosa dan bersikap taat. Meresponi pertobatan yang sejati, Roh Kudus akan mencurahkan kuasa dan kekuatanNya kepada orang percaya untuk bertahan terhadap godaan Iblis.

-Sentuhan Hati-

2 Korintus 12:20-21
12:20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.
12:21 Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: