Da Words of My Jesus


Kesatuan Roh | Efesus 4:1-3
April 28, 2009, 2:07 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

28 April 2009, Selasa

Kehadiran dosa merusak hubungan, memecah belah bangsa-bangsa dan memisahkan kita dari Allah. Dalam kehidupan keluarga manusia pertama, konsekuensi pemberontakan terhadap Allah jelas terlihat. Dosa ketidaktaatan dan ketidakpercayaan melukai hubungan Adam dan Hawa dengan Pencipta mereka. Dan menyebabkan mereka hidup terpisah dariNya. Kemudian, anak mereka Kain menjadi begitu marah sampai ia membunuh saudaranya Habel. Pola pengasingan diri dari Allah, kecemburuan, kebencian dan kekerasan terus berlanjut hingga hari ini.

Walaupun manusia memberontak, Allah telah menyediakan suatu jalan yang mendamaikan umat manusia dengan diriNya. Dan memampukan kita untuk hidup dalam damai antara satu dengan yang lain. Ia mengutus AnakNya Yesus untuk menanggung dosa kita dan mati menggantikan kita. Dengan cara inilah kita dapat kembali bersatu dengan Dia. Saat kita menerima keselamatan yang ditawarkanNya, kita berpindah dari kondisi yang terpisah kepada kondisi dimana kita diangkat sebagai anakNya (Yohanes 1:12, Efesus 1:5).

Dengan keselamatan, Roh Kudus berdiam di dalam kita untuk menuntun, mengajar dan menjalani hidup dengan iman melalui keberadaan kita. Berkat kemampuan yang diberikan Roh Kudus, kita mengalami persatuan dengan anggota lain dari keluarga Allah. Suatu kesatuan yang diekspresikan melalui ikatan damai sejahtera (Efesus 4:3). Hal ini bukan berarti penyeragaman, sebab kita semua memiliki kepribadian dan kemampuan yang berbeda. Hal ini menunjuk kepada hidup yang taat kepada Bapa serta menunjukkan sikap dan perilaku yang akan menguatkan hubungan dengan keluarga rohani kita.

Sudahkah Anda menjawab panggilan Allah untuk berdamai denganNya? Bila belum, berserulah memohon pengampunan kepada Yesus. Bila Anda sudah menjadi anak Allah, maka jadikanlah kesatuan dengan sesama orang Kristen sebagai prioritas Anda (Roma 12:18).

-Sentuhan Hati-

Efesus 4:1-3
4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: