Da Words of My Jesus


Ketika Kesepian | Ibrani 4:14-16
Mei 21, 2009, 5:56 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

21 Mei 2009, Kamis

Walaupun ada fakta bahwa teknologi memampukan kita untuk tetap bisa saling berhubungan, kita masih belum bisa menyelesaikan masalah kesepian. Banyak orang masih merasa terasing dari orang-orang di sekeliling mereka. Solusi sesungguhnya untuk memulihkan rasa sakit mendalam karena diasingkan adalah dengan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.

Saat Ia akan menciptakan Adam, Allah berfirman, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kejadian 1:26). Salah satu kemiripan kita dengan Tuhan ialah kerinduan dan kemampuan kita untuk berbagi keintiman dengan orang lain. Selain itu, kita diciptakan untuk bersekutu dengan Tuhan.

Adam dan Hawa memiliki ikatan yang dekat dengan Tuhan, yang melewatkan waktu bersama dengan mereka di Taman Eden. Namun demikian, ketidaktaatan pasangan ini telah menyebabkan keretakan dalam hubungan itu. Karena Allah kudus, Ia tidak dapat membiarkan yang tidak benar masuk ke dalam hadiratNya. Begitu dosa masuk ke dalam dunia melalui pasangan pertama ini, setiap orang yang lahir tercemar oleh dosa ini dan sebagai akibatnya, terpisah dari Allah. Namun karena kasihNya, Tuhan merancangkan suatu jalan untuk menjembatani jurang antara diriNya dan umat manusia.

Yesus Kristus menanggungkan dosa kita pada diriNya dan mati di kayu salib, menghapuskan noda dosa itu. Barangsiapa percaya pengorbananNya yang mengampuni dosa manusia, akan melewati “jembatan” yang dibangun oleh salib itu. Setiap orang yang baru percaya didamaikan dengan Allah. Artinya, segera dipulihkan dan memiliki hubungan yang benar dengan Allah.

Pendamaian dengan Bapa surgawi memiliki arti bahwa kita tidak akan pernah sendiri (Ibrani 13:5). Mungkin kita masih merasa kesepian pada waktu-waktu tertentu, namun kita memiliki teman yang selalu ada, yang dengannya kita bisa berbincang. Dan Ia akan memberikan penghiburan pada hati kita.

-Sentuhan Hati-

Ibrani 4:14-16
4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: