Da Words of My Jesus


Berharga Untuk Dinantikan | Yesaya 57:10
Mei 27, 2009, 5:55 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

27 Mei 2009, Rabu

Kemarin kita telah melihat bahwa Abraham tidak menantikan Tuhan. Ia mendapat seorang anak dengan caranya sendiri. Ia tidak menantikan waktu Tuhan. Dan caranya itu menyingkapkan beberapa hal mengenai dirinya. Pertama, ia tidak sabar. Kedua, ia ragu. Meskipun ia percaya bahwa Allah akan memberinya seorang anak, seiring berlalunya waktu, ia merasa bahwa ia telah kehilangan kesempatan itu. Ketiga, ia angkuh. Abraham ingin melakukannya sesuai jadwalnya sendiri dan menganggap bahwa caranya sudah cukup baik. Yang terakhir, ia egois. Dengan bertindak di luar tuntunan Tuhan, Abraham menunjukkan bahwa Ia mengharapkan kehendak Tuhan berpusat pada dirinya. Kenyataannya, ia keluar dari rancangan Bapa.

Ketika kita memilih untuk memanipulasi keadaan atau waktu, hal-hal yang sama tentang kita juga akan terungkap. Karena itu, kita seharusnya menanti rancangan dan jalan Tuhan, dimana keduanya mengalir dari kasih dan hikmatNya. Ia tahu pasti apa yang terbaik bagi kita; tugas kita ialah mencari tuntunanNya dan bergantung padaNya.

Terkadang kita tahu apa yang Allah akan lakukan, tetapi tidak jelas kapan Ia akan melakukannya. Di lain waktu, kita tidak yakin dengan hasilnya. Bagaimanapun juga, kita dapat sepenuhnya mempercayai bahwa Allah mengasihi kita dan bahwa Ia sepenuhnya berkuasa. Bila kita sungguh-sungguh memahami siapa Dia, kita pasti bisa mempercayaiNya. Dan saat kita mempercayai Dia, kita mampu untuk menantikan waktuNya yang sempurna.

Allah memberikan sebuah janji, iman mempercayainya, pengharapan mengantisipasinya dan kesabaran menantikannya. Apakah Anda cukup mempercayai Tuhan untuk bisa sabar menantikan jalan dan waktuNya?

-Sentuhan Hati-

Yesaya 57:10
57:10 Oleh perjalananmu yang jauh engkau sudah letih lesu, tetapi engkau tidak berkata: “Tidak ada harapan!” Engkau mendapat kekuatan yang baru, dan sebab itu engkau tidak menjadi lemah.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: