Da Words of My Jesus


Memahami Kegelisahan | II Timotius 1:7
Mei 28, 2009, 5:19 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

28 Mei 2009, Kamis

Dalam seluruh FirmanNya, Tuhan memberikan bukti kepada kita bahwa banyak orang (bahkan mereka yang dianggap sebagai pilar iman) berurusan dengan kegelisahan. Contohnya, kita dapat menarik kesimpulan bahwa rasul Paulus pasti merasa takut, karena Tuhan memerintahkannya untuk “tidak lagi” takut (Kisah Para Rasul 18:9).

Rasa takut itu hal yang umum. Namun demikian, bukan berarti hal itu berasal dari Allah (2 Timotius 1:7). Tentunya, di situasi tertentu, seperti mendengar suara yang keras saat kita sedang sendirian, bisa menimbulkan rasa takut. Tetapi Tuhan tidak menghendaki kita hidup dalam kegelisahan yang terus-menerus.

Ketakutan umumnya mencakup ketakutan akan kematian, kemiskinan, penyakit, usia lanjut, kritik, dan kehilangan seseorang yang dikasihi atau sesuatu yang dihargai. Mengapa kita begitu sulit untuk melepaskan hal-hal yang membuat kita kuatir, padahal Tuhan telah dengan jelas menyatakan, “Jangan takut … ” (Lukas 12:7)? Kekuatiran dapat berakar kuat dalam pikiran kita. Terkadang kita memiliki pola pikir yang tidak sehat yang berakar dari perasaan tidak cukup memadai, perasaan bersalah, atau pandangan yang keliru tentang Tuhan. Suatu hal yang biasa bila kegelisahan di masa anak-anak berkembang menjadi rasa kurang percaya diri pada saat dewasa. Pengalaman hidup dapat menjadi faktor lainnya. Contoh, seseorang yang kehilangan orangtuanya secara mendadak karena kecelakaan mobil, kemungkinan besar akan bergumul dengan kekuatiran.

Apapun penyebabnya, kegelisahan akan mengalihkan pandangan kita dari Bapa surgawi yang penuh kasih dan maha kuasa. Dan akhirnya memfokuskan perhatian kita pada keadaan kita. Tidak heran bila berulang kali Tuhan mengingatkan kita supaya jangan takut. Ia menghendaki anak-anakNya merasa aman karena percaya bahwa Ia sanggup dan layak dipercaya.

-Sentuhan Hati-

2 Timotius 1:7
1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: