Da Words of My Jesus


Melayani Allah Dengan Hati Lembut | Yunus 4
Juni 3, 2009, 5:10 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

03 Juni 2009, Rabu

Kebanyakan yang diketahui tentang Yunus adalah, ia ditelan ikan besar ketika sedang berusaha lari dari Allah. Di dalam perut ikan itu, ia berjanji akan menuruti kehendak Tuhan. Maka, ketika Yunus dipanggil lagi untuk memperingatkan Niniwe agar bertobat, ia pun menurut.

Apa yang terjadi setelah nabi itu menurut merupakan bagian yang sering diabaikan dari kisah ini. Yunus pergi ke kota itu, memperingatkan penduduknya akan murka Tuhan. Dan mereka pun lalu menanggapinya dengan berbalik dari kejahatan. Respon penduduk Niniwe seharusnya membuat Yunus gembira. Tetapi ia malah bersedih atas pertobatan mereka, dan atas belas kasihan Allah kepada mereka, karena Niniwe dan Israel adalah musuh bebuyutan. Sesungguhnya, dengan marah ia berkata kepada Tuhan, bahwa ia sebelumnya lari ke Tarsis karena tidak ingin melihat pertobatan dan pengampunan itu.

Yunus tidak senang karena hatinya masih sekeras ketika ia lari ke Tarsis. Ia berubah pikiran dan bersedia menaati perintah Tuhan karena ia terjebak di dalam perut ikan. Di dalam hatinya, ia tetap menginginkan kehancuran Niniwe. Kepahitan dan keengganan Yunus masih tampak meskipun ia sudah melakukan tindakan yang benar.

Allah tidak terpedaya oleh perilaku baik yang muncul dari hati yang keras. Menaati Tuhan dengan roh yang tidak rela mungkin bisa menggenapi tujuan-Nya, tetapi kita akan kehilangan pahala sukacita kita. Mungkin Tuhan sedang memanggil Anda untuk melayani-Nya dengan cara yang sangat menantang Anda. Sementara Anda berjanji melakukan kehendak-Nya, berdoalah memohon hati yang lembut. Anda akan menemukan damai sejahtera dan kebahagiaan ketika melakukannya, jika Anda menaati-Nya dengan segenap hati.

-Sentuhan Hati-

Yunus 4
4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.”
4:4 Tetapi firman TUHAN: “Layakkah engkau marah?”
4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: “Lebih baiklah aku mati dari pada hidup.”
4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Jawabnya: “Selayaknyalah aku marah sampai mati.”
4:10 Lalu Allah berfirman: “Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?”

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: