Da Words of My Jesus


Ketika Kita Merasa Kecewa | Filipi 4:10-13
Juni 4, 2009, 2:42 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

04 Juni 2009, Kamis

Banyak orang merasa kecewa dalam hidup ini, ketika mereka tidak berhasil mencapai tujuan. Reaksi yang wajar adalah menyalahkan keadaan atau orang lain, padahal penyebab utamanya ada di dalam diri sendiri. Tekanan dari luar mungkin memicu kekecewaan yang bersembunyi di dalam. Kadang kita lalu melakukan perubahan – seperti berhenti kerja, memutus persahabatan, atau pindah tempat tinggal – agar terhindar dari kejengkelan. Tetapi kita tidak dapat menemukan kedamaian sejati dengan cara itu.

Ketika kita merasa kecewa, kita perlu menyelidiki penyebabnya. Kekecewaan memiliki tiga penyebab internal. Pertama, tidak dapat menerima diri sendiri sebagaimana adanya. Talenta, kepribadian dan keadaan fisik kita mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita, meski semuanya itu sebenarnya merupakan yang kita perlukan untuk melakukan kehendak Allah bagi diri kita. Terpancang pada kekurangan atau hal yang ingin kita ubah, akan menghalangi kita untuk melayani.

Penyebab kedua adalah enggan menyelesaikan masa lalu. Kita mungkin memiliki memori yang menyakitkan atau ingatan terhadap suatu kesalahan yang menimbulkan luka hati. Hanya jika kita mengakui dampaknya, dan berani menghadapi segala akibat emosional dan psikologis itu, barulah kita dapat melangkah maju dengan damai.

Sumber frustasi yang terakhir adalah tidak mau meninggalkan perilaku atau sikap yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Berkanjang dalam kebiasaan buruk seringkali membawa kita pada tindakan yang sia-sia, yang selalu berusaha membenarkan diri di hadapan Bapa dan orang lain.

Solusi manusia dalam mengatasi kekecewaan – mengubah situasi eksternal – selalu akan gagal. Satu-satunya cara yang benar dalam menangani kekecewaan adalah, bersandar pada Allah agar mendapat kekuatan untuk menangani sumbernya.

-Sentuhan Hati-

Filipi 4:10-13
4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: