Da Words of My Jesus


Ketika Allah Menggelisahkan Anak-Nya | Yesaya 14:27
Juni 5, 2009, 1:01 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

05 Juni 2009, Jumat

     Kedengarannya mungkin aneh, tetapi saya sungguh merasa senang terhadap saat kekecewaan tertentu. Ketika saya merasa gelisah karena kecewa dan tidak dapat mengenali penyebabnya, saya tahu bahwa Tuhan sedang menginginkan perhatian saya. Dari pengalaman saya tahu bahwa, begitu saya menuruti kehendak-Nya, kekecewaan saya akan hilang, dan saya pun akan berjalan sesuai rencana-Nya.

     Kekecewaan biasanya dianggap perasaan negatif.  Tetapi, ketika Allah menggelisahkan kita, tujuan-Nya selalu baik. Dia kadang memakai perasaan kecewa atau persoalan fisik dan spiritual kita untuk membawa kita pada pemahaman baru. Sebagai contoh, ketika saya masih di seminari, pada suatu Sabtu pagi, saya bangun dengan keadaan emosi yang tidak menentu – saya tidak dapat mengerjakan apa-apa, tidak dapat merasa rileks, dan saya tidak tahu mengapa. Maka saya mulai berdoa tentang perasaan saya dan meminta Tuhan menyatakan kehendak-Nya. Hari itu saya habiskan dengan berlutut dan berdoa. Saya lalu menemukan bahwa rencana saya yang indah untuk menjadi pendeta jemaat sementara di California bukanlah kehendak-Nya. Jika saya mengabaikan perasaan frustrasi itu, saya akan kehilangan liburan ke Carolina Utara, yang mengantar saya pada panggilan ke gereja yang dimaksudkan Allah untuk saya.

     Di dalam budaya yang selalu sibuk, kita bisa dengan mudah dan bodoh mengabaikan perasaan gelisah. Padahal frustrasi yang dari Tuhan dimaksudkan untuk menarik perhatian kita. Allah mau kita bertanya, “Apa yang sedang mau Engkau sampaikan?” dan “Apakah Engkau mau aku melakukan atau memikirkan sesuatu dengan cara yang berbeda?” Begitu kita bersedia menghadapi apa pun yang Tuhan taruh di pikiran kita, Dia akan menyingkapkan apa yang perlu kita ubah untuk dapat menangkap visi-Nya.

 
-Sentuhan Hati-

Yesaya 14:27
14:27 TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: