Da Words of My Jesus


Panggilan Keintiman | I Tesalonika 4:3-9
Juni 6, 2009, 11:06 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

06 Juni 2009, Sabtu

Allah merancang seks sebagai suatu pengalaman intim dan menyenangkan antara suami istri. Sayangnya media populer sering merusak ide keintiman itu, dan mengacaukan hasrat pemberian Allah yang dimaksudkan untuk berelasi secara fisik, emosional dan spiritual itu, menjadi kebutuhan fisik semata.

Filosofi yang ada menganggap seks sebagai kebutuhan dasar setiap orang. Orang yang memandang kehidupan dari kacamata ini menganggap, bahwa kesucian menuntut lebih banyak disiplin dari yang seharusnya dipikirkan manusia. Akibatnya, mereka menganggap menjaga kesucian pernikahan itu sebagai suatu beban. Jika kita memerhatikan gaya hidup para selebriti yang penuh ilusi glamor, kita menemukan bahwa, pandangan dunia tentang kebiasaan seks yang tanpa komitmen itu didasarkan pada hawa nafsu – sikap egois yang bertanya, “Perasaan apa yang terbaik untukku, dan bagaimana aku bisa mendapat lebih?”

Padahal, ketika Allah mempersatukan dua orang dalam pernikahan, seks dimaksudkan untuk mempererat ikatan pernikahan mereka. Dia ingin menciptakan relasi yang intim dari kasih yang berkorban, yang keduanya bertanya, “Apa yang terbaik bagi pasanganku?” dan mewujudkannya lewat pikiran, tubuh dan roh. Agar hal ini terjadi, harus ada saling menghargai, menghormati dan komitmen bersama untuk saling membahagiakan pasangan dan keluarga. Seks meningkatkan keintiman ketika dilakukan sesuai dengan kehendak Allah – yaitu, antara pria dan wanita dalam konteks pernikahan.

Jika `kebebasan’ seksual tidak didasarkan pada firman Allah, kebebasan itu sama sekali bukanlah kebebasan. Sikap dan perilaku dosa memperbudak manusia dengan keinginan diri sendiri yang hanya ingin mencapai kepuasan sesaat. Kebebasan sejati ditemukan dalam keintiman dengan Bapa surgawi dan, melalui Dia, dengan orang lain.

 

-Sentuhan Hati-

1 Tesalonika 4:3-9
4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,
4:6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.
4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
4:8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.
4:9 Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: