Da Words of My Jesus


Menekuni Iman | I Petrus 1:6-9
Juni 18, 2009, 5:44 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

18 Juni 2009, Kamis

Iman yang benar didasarkan pada Kitab Suci dan meliputi prinsip-prinsip yang kekal. Iman yang sejati percaya bahwa Allah adalah Allah yang menyatakan diri-Nya, dan menepati semua janji-Nya.

Iman semacam itu patut disaksikan kepada orang lain, dan caranya bisa bermacam-macam. Kita bisa menjelaskan iman kita dengan kata-kata. Tetapi kita juga bisa menyatakannya dengan menjalani kehidupan yang baik, yang seringkali justru lebih efektif dalam memengaruhi orang bagi Kristus.

Ketika saya masih di SMA, saya berkunjung ke rumah kakek selama seminggu. Kami banyak menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap: beliau mendengarkan saya dengan cermat, dan bercerita tentang hal-hal yang telah dilakukan Allah dalam berbagai situasi selama bertahun-tahun. Saya pulang dengan berpikir, “Tuhan, jika Engkau melakukan hal itu pada kakekku, apa yang akan Kaulakukan dalam hidupku sendiri?” Iman saya bertumbuh makin kuat sejak saat itu.

Saya juga sangat dipengaruhi oleh ketekunan ibu saya dalam berdoa. Ketika situasi sedang sulit, ia akan berlutut di samping tempat tidur bersama saya, dan berbicara kepada Bapa kami yang di surga. Pada saat hening seperti itu, saya belajar bahwa kita dapat memercayai Allah ketika segala sesuatu tampak sulit bahkan mustahil. Saya juga menemukan bahwa Allah itu setia, dan kita dapat mengandalkan-Nya.

Konsisten dan tekun merupakan dua hal penting lain dalam menyaksikan iman kita. Anak-anak akan melihat apakah kita sungguh-sungguh dengan perkataan kita, dan tetap bersandar pada Allah ketika kesulitan datang. Kita bisa memakai pencobaan untuk menunjukkan tentang respon orang benar. Jika kita menekuni iman kita secara nyata, kita akan mewariskan hal yang jauh lebih berharga daripada emas atau perak.

-Sentuhan Hati-

1 Petrus 1:6-9
1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
1:9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: