Da Words of My Jesus


Mengalami Kesepian | Kisah Rasul 4:10-12
Juni 19, 2009, 5:08 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

19 Juni 2009, Jumat

Kita semua pernah mengalami kesepian. Kesehatan yang buruk, jadwal kerja yang padat, atau situasi sulit bisa membuat kita kehilangan hubungan. Pindah rumah, pekerjaan, atau sekolah juga bisa membuat kita merasa asing. Setelah `masa’ itu berlalu dan kita bisa menyesuaikan diri, perasaan itu pun hilang.

Kesepian tidak sama dengan keterasingan: perasaan ini mencakup perasaan terpisah dari orang lain, dan bisa makin parah dari waktu ke waktu. Pada saat seperti ini, kita merasa sulit keluar dan lebih mudah masuk ke dalam diri sendiri saja. Ketika pikiran kita mulai mengatakan bahwa, tidak ada yang tertarik pada perkataan atau tindakan kita, kita membangun tembok di sekeliling hati kita dan tidak membiarkan orang banyak masuk. Semakin kita menarik diri, semakin buruk perasaan kita. Perasaan damai menyelinap pergi, dan perasaan sepi semakin menggigit.

Allah tidak pernah bermaksud agar hidup kita terpisah satu sama lain. Sejak pada mulanya, Dia bermaksud agar kita menikmati relasi yang indah dengan-Nya dan dengan orang lain. Pertama-tama, Dia membangun relasi pribadi dengan Adam, dan kemudian Dia memberikan Hawa kepada Adam. Pencipta kita tahu, tidak baik bagi kita untuk hidup seorang diri saja (Kejadian 2:18).

Perhatikan urutannya: keintiman dengan Allah mendahului keintiman dengan orang lain. Jika relasi dengan Allah tidak ada, orang tidak akan pernah benar-benar merasa damai. Satu-satunya cara untuk terhubung dengan Allah adalah melalui percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat (Yohanes 14:6). Siapa saja yang beriman kepada-Nya akan menjadi ciptaan baru dan anggota keluarga Allah serta mengalami damai sejahtera-Nya (Yohanes 1:12; 14:27). Jika Anda belum pernah menerima undangan Kristus, Anda bisa berdoa sekarang untuk menjadi anak Allah.

-Sentuhan Hati-

Kisah Para Rasul 4:10-12
4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati–bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru.
4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: