Da Words of My Jesus


Ketika Kita Merasa Kesepian | Mazmur 25:15-18
Juni 20, 2009, 6:19 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

20 Juni 2009, Sabtu

Sebagai orang percaya, kita memiliki Bapa yang mengasihi dan menginginkan yang terbaik bagi kita. Kita adalah bagian dari keluarga rohani yang besar dengan banyak saudara. Jika demikian, mengapa kita kadang masih merasa kesepian, sekalipun tidak ada masalah besar dalam kehidupan kita?

Kesepian yang paling hebat adalah jika terpisah dari Allah. Inilah masalah spiritual akibat dosa. Persekutuan kita yang erat dengan Tuhan hancur ketika kita tidak menaati-Nya, dan berjalan semau kita sendiri saja. Cara memulihkannya adalah dengan mengakui dosa (I Yohanes 1:9), yang akan memulihkan keintiman kita dengan Bapa. Jika kita tidak mengakui dosa kita, pemisahan ini akan semakin parah.

Terlalu sibuk dan asyik dengan urusan dunia juga bisa menyebabkan keterasingan ini. Kadang kita mengabaikan waktu bersama Allah agar dapat memenuhi kewajiban-kewajiban kita. Atau kita mungkin terlalu terfokus pada kehidupan sehari-hari sampai kita melalaikan Dia. Untuk mengatasi kesepian, sediakanlah waktu untuk berelasi dengan Allah melalui Firman-Nya – dapatkan pemahaman tentang kasih-Nya yang besar dan tak berkesudahan, dan renungkan janji-janji-Nya (Efesus 3:16-18).

Selaras dengan Allah akan memperbaharui tujuan dan semangat hidup kita – sehingga perasaan terasing akan lenyap, putus asa berganti pengharapan, dan fokus kita berpindah dari `diri sendiri’ kepada orang lain. Berelasi dengan orang lain juga penting, jadi, carilah kesempatan untuk saling menguatkan, melayani, mengasihi dan mendukung orang lain yang ada di sekitar kita.

Ketika raja Daud merasa sepi dan sendirian, ia datang kepada Allah dan mencari pertolongan-Nya. Keintiman dengan Allah merupakan pencegah sekaligus pengobat kesepian.

-Sentuhan Hati-

Mazmur 25:15-18
25:15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.
25:16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.
25:17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku!
25:18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: