Da Words of My Jesus


Menjadi Orang Yang Murah Hati | Kisah Rasul 10:1-2
Juni 23, 2009, 8:44 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

23 Juni 2009, Selasa

Allah adalah Pemberi Utama. Dia mengutus Anak-Nya, Yesus, untuk mati menggantikan kita, memberi kita hak sebagai anak Allah, dan menganugrahi kita kekayaan hidup kekal secara cuma-cuma. Sebagai balasannya, Dia meminta kita mengikuti teladan-Nya dan menjadi orang yang murah hati.

Semuanya dimulai dari pemikiran yang alkitabiah. Kita harus mengakui bahwa Allah memiliki segala sumber di dunia ini, dan apa pun yang kita miliki adalah pemberian tangan-Nya. Ingatlah kebaikan dan kasih-Nya sampai Dia rela mengorbankan Anak-Nya. Menerima menjadi milik-Nya berarti melepaskan genggaman kita atas uang, dan memercayai Dia dalam pemenuhan segala kebutuhan kita.

Langkah selanjutnya adalah menjadikan prioritas Allah sebagai prioritas kita, dan menginvestasikannya dalam pekerjaan kerajaan Allah. Hukum Perjanjian Lama mengharuskan orang memberi persepuluhan (sepersepuluh dari seluruh penghasilan). Sekarang kita berada di bawah perjanjian baru kasih karunia, dan seluruh hidup kita – termasuk waktu, talenta dan kekayaan kita – harus dipersembahkan kepada Tuhan (Roma 12:1). Persepuluhan hanyalah batas minimal.

Allah sudah membentuk gereja untuk menjadi sarana utama pekabaran injil-Nya, menolong orang yang terluka dan menyembah-Nya bersama-sama. Sebagai anak-anak-Nya, kita perlu setia memberi untuk gereja lokal (I Korintus 16:2).

Tuhan berjanji akan membalas dengan berkelimpahan investasi kita dalam pekerjaan-Nya (Maleakhi 3:10). Kadang hal itu bisa berupa kemakmuran secara ekonomi. Tetapi yang lebih sering berupa relasi yang makin intim dengan-Nya, damai sejahtera yang melampaui segala akal, relasi yang harmonis dengan orang lain, dan kepenuhan dalam roh. Berkat-berkat ini jauh lebih berharga dari harta apa pun yang dapat diberikan dunia.

-Sentuhan Hati-

Kisah Para Rasul 10:1-2
10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: