Da Words of My Jesus


Buah Yang Sesuai Dengan Pertobatan | II Petrus 3:8-9
Juni 29, 2009, 11:48 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

29 Juni 2009, Senin

Ketika Tuhan mengurapi Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan jalan bagi pelayanan Yesus di bumi, tema utama khotbahnya adalah panggilan untuk bertobat. Allah telah menyatakan rencana-Nya untuk mendamaikan dunia dengan diri-Nya sendiri melalui Anak-Nya.

Khotbah Yohanes menyiapkan hati manusia abad pertama itu untuk mendengar kebenaran bahwa:
Yesus dari Nazareth adalah Mesias (dalam bahasa Yunani: Kristus) yang sudah lama dinanti-nantikan – yang melalui-Nya akan datang keselamatan. Dengan menawarkan kelahiran kedua dalam kerajaan Allah (Yohanes 3:16-17), Dia menjadi jalan kita untuk mendapat keselamatan.

Allah mau semua orang berdosa bertobat, dan Dia bersedia mengampuni orang bersalah yangmemercayai Kristus sebagai Juru Selamat (II Petrus 3:8-9).

Pertobatan, atau berpaling dari dosa, bukan sekadar berkata, “Aku menyesal”. Pertobatan merupakan ketetapan hati orang yang berdukacita, untuk berbalik dari cara-cara lama yang berdosa, dan memulai hidup baru. Sebagaimana diajarkan Yohanes Pembaptis, hidup baru dan `buah yang sesuai dengan pertobatan’ (Lukas 3:8) akan menjadi bukti pertobatan yang benar.

Dukacita yang benar menghasilkan:
pertobatan sejati (II Korintus 7:9-11)
kehidupan yang berbuah (Lukas 3:10-14; Matius 3:8)
penyerahan diri untuk hidup menyenangkan Tuhan (II Korintus 5:7-11)
penghapusan pola-pola kebiasaan hidup yang berdosa (I Yohanes 3:9).

Sudahkah Anda datang kepada Tuhan dengan dukacita yang benar, meminta-Nya mengampuni dosa Anda dan menerima hadiah keselamatan-Nya secara cuma-cuma? Buah apa saja yang sudah Anda hasilkan dari hidup pertobatan Anda? Jika Anda belum bisa menemukannya, mintalah Tuhan menyatakan karya-Nya untuk bekerja di dalam dan melalui Anda.

-Sentuhan Hati-

2 Petrus 3:8-9
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: