Da Words of My Jesus


Mengakhiri Dengan Baik | Lukas 12:15-21
Juli 13, 2009, 10:27 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

13 Juli 2009, Senin

Kematian bukanlah topik yang disukai. Bahkan, kebanyakan orang ingin menghindari hal-hal yang berkaitan dengan kematian mereka sebab bila mereka memikirkannya, hal itu membuat mereka merasa tidak nyaman. Namun, kematian merupakan bagian kehidupan yang tidak dapat dihindari. Ibrani 9:27 mengatakan, “Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”   Tentu saja Tuhan tidak menghendaki bahwa pikiran kita senantiasa dipenuhi dengan perkara kematian, namun terdapat beberapa pertanyaan penting yang harus kita renungkan bila kita ingin mengakhiri hidup kita dengan baik. Pertanyaan itu adalah, Apakah saya sudah siap untuk bertemu Tuhan? Sudah saya siap untuk apapun yang terjadi setelah kehidupan ini? Hal macam apa yang ingin saya tinggalkan ketika saya meninggal? Apakah kehidupan saya akan bermakna sesuatu setelah saya tiada?

Bagaimana cara Anda mengakhiri perjalanan hidup ini dengan baik? Anda melakukannya dengan memberikan diri Anda, hidup bagi Tuhan, mengingat masa lalu dengan penuh ucapan syukur, melakukan dengan segenap hati apa yang Tuhan ingin Anda lakukan dan mempercayai setiap janji Tuhan. Anda mengakhiri hidup Anda dengan berlaku setia kepada Dia yang telah menyelamatkan Anda.

Lalu apa yang akan Anda lakukan dengan hidup Anda? Apakah hidup Anda akan dikategorikan sebagai hidup yang melayani Tuhan dengan setia? Ataukah Anda akan menyia-nyiakan hidup yang telah diberikanNya kepada Anda? Jangan sampai Anda menyesal di akhir hidup Anda. Sebaliknya, akhiri hidup Anda seperti rasul Paulus mengakhirinya – dengan penuh keyakinan bahwa Anda telah menyelesaikan tugas Anda dengan baik. Serta memiliki sukacita karena mengetahui bahwa pada akhirnya Anda akan bertemu dengan sang Juruselamat yang selama ini telah Anda layani.

-Sentuhan Hati-

Lukas 12:15-21
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: