Da Words of My Jesus


Allah Diam | Yohanes 11:1-15
Juli 28, 2009, 12:13 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

27 Juli 2009, Senin

Pernahkah Anda merasa bahwa Tuhan sedang berdiam diri terhadap Anda? Mungkin Anda berdoa meminta petunjuk, namun Anda tak mendengar apapun. Atau Anda memiliki suatu kebutuhan yang tidak segera Tuhan penuhi,  misal penyakit yang tidak kunjung sembuh. Mungkin anak Anda menjauh dari Tuhan, dan doa Anda bagi mereka tetap tidak terjawab. Di saat-saat seperti ini, kita sering merasa bahwa Tuhan begitu jauh, tidak tertarik dengan kesukaran kita.

Kebenarannya adalah Bapa kita terkadang memang diam. Dan ketika kita terluka, keheninganNya dapat menjadi sangat sulit bagi kita. Namun, Ia memiliki maksud untuk hal itu. Tuhan memakai keheningan untuk membangun keintiman kita denganNya dan mendewasakan kita secara rohani. Melalui masa penderitaan, kita belajar untuk mengasihi Tuhan oleh karena siapa Dia dan bukan karena apa yang Ia dapat lakukan bagi kita. Meski ketika Bapa di surga tampaknya begitu jauh, Anda dan saya tetap dapat memilih untuk percaya kepadaNya.

Saat Allah diam, Anda dapat merasa yakin bahwa Ia sedang memanggil Anda kepada suatu tingkatan baru keintiman Anda denganNya. Ia ingin menolong Anda memahami kasihNya yang tanpa syarat bagi Anda. Dan Ia ingin agar Anda menyerahkan diri Anda sepenuhnya kepadaNya. Kemudian Anda dapat mengasihi dia dengan tulus sebagai balasannya dan menunjukkan kesetiaan Anda melalui ketaatan. Karena itu, rendahkanlah diri Anda di hadapan Tuhan dan akuilah Dia sebagai Tuhan atas hidup Anda. Berdiam dirilah di hadapanNya dan sediakan diri untuk mendengar dan taat terhadap apapun yang Ia katakan kepada Anda. Bila Anda mencariNya dengan segenap hati dalam kesunyian, maka segala kekecewaan, kekuatiran dan amarah Anda akan hilang. Bapa akan membuat Anda merasakan kehadiranNya, kasihNya dan kuasaNya yang akan memuaskan keinginan terdalam hati Anda.

-Sentuhan Hati-

Yohanes 11:1-15
11:1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
11:2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
11:3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.”
11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
11:7 tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: Mari kita kembali lagi ke Yudea.”
11:8 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?”
11:9 Jawab Yesus: Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
11:10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.”
11:11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.”
11:12 Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.”
11:13 Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.
11:14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: Lazarus sudah mati;
11:15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.”

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: