Da Words of My Jesus


29.07.2009 | Christine’s Dew – Pengkotbah 4:9-12
Juli 30, 2009, 1:19 am
Filed under: Christine's Dew, Moment of Peace | Tag: ,

Pesan dari Christine hari ini,

“Kemenangan tidak dapat diraih seorang diri.
Kemenangan adalah hasil usaha dan kerja sama dengan orang lain”

Pengkhotbah 4:9-12
4:9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.
4:10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!
4:11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?
4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

Mari kita baca ayat yang sama dalam versi NIV (New International Version) untuk mendapatkan arti yang lebih “pas”

Ecclesiastes 4:9-12 (New International Version)

9 Two are better than one,
because they have a good return for their work:

10 If one falls down,
his friend can help him up.
But pity the man who falls
and has no one to help him up!

11 Also, if two lie down together, they will keep warm.
But how can one keep warm alone?

12 Though one may be overpowered,
two can defend themselves.
A cord of three strands is not quickly broken.

Saya akan mencoba terjemahkan ayat dalam versi NIV ini ke dalam bahasa Indonesia sehari-hari.

Ayat 9
Berdua lebih baik daripada seorang diri, karena dengan berdua memberikan hasil yang baik atas kerja mereka.

Kemudian ayat 10 menjelaskan kenapa lebih baik berdua
Karena jika seorang dari mereka jatuh, sahabatnya dapat membangkitkan ia; Tetapi, sungguh kasihan seorang yang jatuh tanpa memiliki seorangpun yang mampu menolongnya berdiri.

Lalu ayat 11 memberikan sebuah contoh lagi kenapa lebih baik berdua
Lalu, jika dua orang tidur bersamaan, mereka akan saling menghangatkan. Akan tetapi, bagaimanakah seorang diri dapat membuat dirinya sendiri hangat?

Kemudian ayat 12 menegaskan pentingnya untuk berdua bahkan bertiga!
Bila ada satu orang yang mungkin saja dikalahkan, masih ada dua orang yang dapat mempertahankan dirinya sendiri. Karena seutas tali yang terdiri dari tiga serat tali tidaklah mudah untuk diputus.

Hal-hal inilah yang hendak Tuhan melalui rekan saya Christine ingin ingatkan kepada kita. Terlebih lagi di dalam kondisi yang seperti sekarang. Banyak penyakit baru bermunculan dan misalnya jika keluarga tidak bersatu — Contoh: orang tua yang bersatu untuk mencari kesembuhan bagi anaknya yang sedang sakit atau kakak beradik bersatu untuk mendirikan mezbah doa bagi kesembuhan orang tuanya atau kepada orang-orang yang mereka kasihi. Bagaimanakah mereka akan mendapat pertolongan?

Lalu, kita semua sempat dikejutkan dengan runtuhnya ekonomi Amerika yang menjadikan dunia dalam krisis ekonomi global. Jika kita terkena imbas dan tidak memiliki teman atau sanak saudara – dan kita sudah berseru pada Tuhan memohon pertolongan-Nya, akan tetapi kok sepertinya pertolongan itu tidak datang juga?

Sudahkah kita renungkan bahwa pertolongan itu sebenarnya Tuhan sudah rancangkan melalui orang-orang yang berada di sekitar kita, akan tetapi selama ini orang-orang tersebut kita acuhkan – karena kita merasa mampu sendiri, karena mampu mengatasi setiap situasi tanpa pertolongan orang lain? atau bahkan tanpa Tuhan?

Oleh karena itu, oleh karena rancangan Tuhan – kita butuh orang lain di dalam hidup kita. Saudara kita, baik kandung maupun saudara dalam iman. Kita butuh support dari anak, atau orang tua kita dan juga hamba Tuhan tempat kita beribadah dalam mencari sebuah solusi atau merancangkan sebuah rencana kemenangan.

Karena Pengkhotbah menulis pada ayat 7 dan 8 sebagai pembuka dari ayat 9-12.

4:7 Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari:
4:8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; –untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? –Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan.

Pengkhotbah menuliskan dengan jelas, bahwa jika ada seorang yang sendirian tanpa anak maupun saudara dan berkerja terus dan hasilnyapun tidak membuatnya puas. Semua itu adalah kesia-siaan. Karena jerih payah kita tidak dapat kita nikmati, jerih payah kita hanya memberikan kita kesusahan dan jerih payah itupun tidak ada gunanya bagi siapapun.

Bukankah itu semua menjadi hal yang sia-sia dan tiada artinya?

Kesimpulan,
Jika kita ingin menang atas segala macam keadaan (masalah keuangan, sakit penyakit, masalah dalam keluarga, dll) yang terjadi atas kita, kita butuh orang lain yang sudah Tuhan rencanakan bagi kita — supaya bersamanya dan bersama Tuhan, kita mampu menang.

Akhir kata, carilah Tuhan dan Firman-Nya – agar kita tidak tersesat di jalan, sendirian.

Tuhan memberkati kita

RF


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: