Da Words of My Jesus


06.08.2009 | Christine’s Dew – Hidup Di Luar Keterbatasan [Yeremia 32:27]
Agustus 6, 2009, 1:21 pm
Filed under: Christine's Dew, Moment of Peace | Tag: ,

Pesan dari rekan saya Christine untuk kita semua hari ini adalah;

“Tuhan = Tidak Terbatas. Manusia = Terbatas
Jika Anda ingin hidup di luar keterbatasan Anda, hiduplah di dalam Tuhan”

Yeremia 32:27
32:27 “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?

Saya pribadi suka sekali pesan hari ini, pertama-tama karena saya suka mata pelajaran matematika waktu saya masih di bangku sekolah dahulu dan pesan hari ini hadir dalam bentuk sebuah “persamaan matematika” atau dapat disebut juga dengan “equation”. Seperti rumus x + y = z; semudah itu untuk dimengerti.

Alasan yang kedua adalah karena saya memiliki sebuah buku berjudul “Unlimiting God” yang ditulis oleh Richard Blackaby, seorang hamba Tuhan di benua Amerika yang sudah melayani kemana-mana bersama ayahnya yang juga seorang hamba Tuhan. Inti dari buku ini sungguh membuka wawasan saya pribadi, dituliskan akan kenyataan bahwa manusia yang terbatas — cenderung membatasi kuasa Tuhan yang tidak terbatas dan ada orang Kristen yang sudah merasa cukup akan kedekatan hubungan mereka dengan Tuhan, contoh misalnya sudah cukup dengan beribadah seminggu sekali. Padahal kenyataan yang sesungguhnya adalah, kalau kita mau lebih dekat lagi dengan Bapa — Bapa akan menunjukkan karya-Nya yang lebih ajaib lagi di dalam hidup kita. Karena Allah Bapa itu rindu sebuah “relationship” atau hubungan yang lebih dekat dan intim dengan kita semua anak-anak-Nya. Akan tetapi, tentu saja Ia tak akan menarik-narik kita untuk lebih mengenal Dia – semua tergantung keputusan kita masing-masing. Maukah engkau mengalaminya?

Sesungguhnya, inti permasalahan kedekatan kita dengan Allah Bapa terletak di dalam pikiran kita. Pikiran kita yang tentunya membuahkan tindakan atas dasar pikiran kita sendiri juga. Muncul situasi-situasi seperti; Bagaimana pikiran kita telah membuat kita “menerima” pergumulan yang sedang kita alami sebagai hukuman atas dosa kita. Bagaimana pikiran kita membuat kita bepikir, “karena dosa saya di masa lalu – saya pantas menerima hukuman ini.” Bagaimana pikiran kita telah membuat kita berpikir, jangan merepotkan Tuhan dengan urusan kecil seperti ini. Pikiran lain yang berkata, “Sudah tidak ada jalan keluar dari masalahku ini. Semua jalan sudah kutempuh, tapi tak satupun membuahkan hasil.” Dan berbagai macam pikiran lainnya yang terus menerus dan terus menerus membatasi kuasa Tuhan berkerja atas hidup kita.

Padahal kita tahu dan juga menyadari bahwa pikiran kita dan pikiran Tuhan sungguh terpisah amat jauh. Cara berkerja Tuhan dan cara berkerja kita masing-masing juga sudah pasti akan sangat berbeda dengan cara Tuhan berkerja. Terlebih lagi hasilnya, sudah pasti hasil dari perbuatan  tangan Tuhan itu lebih sempurna daripada tangan kita sendiri. Lalu, bagaimana caranya untuk mendapatkan hasil di luar keterbatasan kita?

Seperti rekan saya Christine katakan “Jika Anda ingin hidup di luar keterbatasan, hiduplah di dalam Tuhan.” Perlu dicatat, hidup di dalam Tuhan bukanlah hidup tanpa masalah. Hidup di dalam Tuhan bukanlah hidup tanpa tantangan dan penghalang. Kita pasti akan tetap mengalami masa-masa yang menekan kita. Akan tetapi, jika kita hidup di dalam Tuhan, kita akan dimampukan, diberikan kuasa, dibukakan jalan untuk mengatasi semuanya dan saat itu kita akan merasakan sukacita yang melebihi apapun di dunia ini. Itulah makna sesungguhnya untuk hidup di dalam Tuhan.

Dan perkenankan saya untuk mengingatkan kita semua (termasuk saya sendiri) bahwa hidup di dalam Tuhan adalah hidup yang seturut Firman-Nya. Dengan Firman kita dapat menyelami cara berpikir Tuhan, dengan membaca ayat di dalam Alkitab kita dapat melihat banyak teladan dari orang-orang pilihan Tuhan (yang datang dari berbagai kalangan, karena bukan semuanya adalah nabi ataupun rasul) di dalam menghadapi setiap  situasi; Terlebih lagi, ada teladan dan pengajaran yang diberikan Tuhan sendiri melalui Yesus Kristus Sang Penebus.

Dan jika kita sudah membaca Firman ditambah dengan berdoa senantiasa, barulah kita mampu hidup di dalam Tuhan – karena kita telah mengenal pribadi Tuhan melalui Firman dan melalui komunikasi di dalam kota kita, kita akan menjadi pribadi yang mengenal hal-hal yang berkenan dan tidak berkenan bagi-Nya.

Jika hubungan kita sudah sedekat itu, pastilah kita akan dituntun di dalam setiap langkah kita, di dalam setiap kondisi, apapun masalahnya, apapun kondisinya; Kita akan menyaksikan betapa ajaib turut campur tangan Tuhan berkerja bagi kehidupan kita. Semua yang mustahil menjadi sangatlah mungkin terjadi, karena pastinya tidak ada yang mustahil bagi-Nya.

Tuhan memberkati kita semua.

RF


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: