Da Words of My Jesus


Berjalan Dalam Lembah Kekelaman | Kejadian 37:18-28
Agustus 12, 2009, 5:14 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

12 Agustus 2009, Rabu

Di usia 17 tahun, Yusuf sudah kehilangan hampir segalanya. Keluarganya, posisinya sebagai anak kesayangan, rumahnya, kebebasannya, semua telah direnggut paksa darinya. Betapa ia sangat terpukul ketika menghadapi kebencian saudara-saudaranya dan kehilangan yang tak terperikan itu. Tetapi satu hal yang tak bisa direnggut darinya adalah imannya kepada Allah.

Kehidupan kita juga kadang bisa seperti itu. Perubahan kesehatan atau keuangan mendadak, kematian orang terkasih yang tak diduga-duga, atau diabaikan oleh sahabat karib, bisa membuat kita memasuki masa kehidupan yang kelam. Kita tidak mengerti mengapa Allah membiarkan pencobaan atau penderitaan itu menimpa kita. Yusuf mungkin juga sempat bertanya seperti itu, tetapi ia berhasil mendapatkan kembali imannya. Ia tetap mengalami berkat penyertaan Tuhan, sekalipun sebagai budak di negeri asing. Dan karena melihat Allah menyertai tawanan muda ini, orang Mesir majikannya pun menunjukkan kemurahan padanya (Kejadian 39:2-3).

Salah satu rahasia berjalan di lembah kekelaman – saat kehidupan terasa runtuh dan masa depan suram – adalah dengan berpegang pada fakta bahwa Allah menyertai kita. Ketika seseorang diselamatkan, Roh Kudus tinggal di dalam diri orang Kristen baru itu dan memateraikannya sebagai milik Allah untuk selama-lamanya. Jadi, kita tak pernah terpisah dari Tuhan. Tidak ada situasi, penderitaan atau kehilangan apa pun yang bisa memisahkan kita dari kasih-Nya (Roma 8:38-39).

Sediakanlah waktu beberapa menit setiap hari untuk merenungkan janji Tuhan bahwa Dia menyertai kita senantiasa (Matius 28:20). Hasilnya: kebenaran ini akan tertanam kuat di hati kita dan akan  menopang kita di masa-masa sukar.

-Sentuhan Hati-

Kejadian 37:18-28
37:18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
37:19 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!”
37:21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: “Janganlah kita bunuh dia!”
37:22 Lagi kata Ruben kepada mereka: “Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia” –maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
37:23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.
37:24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.
37:25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
37:26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
37:27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.
37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: