Da Words of My Jesus


Memakai Pendekatan Yang Salah | Kejadian 3:1-8
September 30, 2009, 1:09 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

30 September 2009, Rabu

Tuhan berjanji untuk memenuhi kebutuhan kita, namun itu berarti seturut dengan caraNya dan waktuNya. Akan ada godaan untuk mengambil pendekatan yang salah untuk memenuhi kebutuhan itu, sehingga kita harus berhati-hati supaya tidak mendesak Tuhan atau mengikuti jalan yang membawa kita menjauh dariNya.

Beberapa orang berpikir bahwa jaminan mereka adalah rekening di bank, martabat atau harta miliknya. Pemikiran seperti itu dapat menuntun seseorang menjadi orang yang terlalu bekerja keras sehingga mengorbankan hubungannya dengan orang lain demi memperoleh uang yang banyak. Atau, pemikiran itu dapat menggoda seseorang untuk melakukan kegiatan ilegal atau tidak etis. Sebaliknya, dengan melandaskan hidup kita pada jaminan yang kita miliki di dalam Kristus, kita memiliki damai di dalam pikiran dan hati kita.

Si musuh menginginkan kita memenuhi kebutuhan kita dengan cara yang tidak bergantung kepada Allah dan keluar dari kehendakNya. Setan menipu Adam dan Hawa dengan mengatakan bahwa Tuhan seolah-olah menyimpan suatu informasi penting dari mereka; ia mengatakan bahwa tindakannya, dan bukan tindakan sang Pencipta, akan membuat mereka bijaksana. Laki-laki dan perempuan pertama menukar kebenaran Allah demi sebuah kebohongan, dan membawa akibat yang sangat besar kepada mereka. Bila kita membiarkan pikiran yang salah menuntun tindakan kita, maka kita pun membawa diri kita kepada masalah yang besar.

Sungguh penting untuk memahami apa yang kita telah terima melalui hubungan kita dengan Yesus. Belajar untuk bergantung padaNya akan menolong kita untuk menghindari pendekatan yang salah dalam mendapatkan apa yang kita butuhkan.

-Sentuhan Hati-

Kejadian 3:1-8
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: