Da Words of My Jesus


15.10.2009 | Christine’s Dew – Perbuatan Rajin Tanpa Hasil [Amsal 19:2]
Oktober 16, 2009, 12:40 am
Filed under: Christine's Dew, Moment of Peace | Tag: ,

Pesan dari Christine;

“Anda tahu mengapa lebah mendapat pujian, akan tetapi nyamuk mendapat pukulan lalu mati? Dalam kehidupan, bukan sesibuk apa yang penting; tetapi lebih penting apa yang sudah Anda hasilkan”

Amsal 19:2
19:2 Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Pesan dari temanku hari ini sangatlah menarik. Kita sama-sama tahu bahwa lebah dan nyamuk adalah hewan yang dengan aktif terbang untuk mencari makan. Dan seperti yang teman saya Christine sampaikan, hasil dari kehidupan dua hewan ini sangatlah berbeda.

Kita bersama-sama tahu produk-produk yang dihasilkan lebah, selain madu yang biasa kita temui di pusat perbelanjaan; ada pula yang memang diproduksi sebagai produk kesehatan. Di saat yang sama hewan lebah ini membantu proses ekosistem. Di saat yang sama seekor lebah mencari makan, di saat itu juga ia menyuburkan dan mengawinkan bunga-bunga yang ia hinggapi. Kurang lebih ceritanya seperti di dalam film animasi Bee Movie

Lalu, memandang seekor nyamuk. Pikiran pertama yang terlintas di kepala kita adalah hewan yang menyebalkan, membuat gatal, mengganggu jam tidur dan terlebih lagi ancaman malaria serta demam berdarah. Kita yang awam dalam dunia pengetahuan, tidak menemukan keuntungan dari seekor nyamuk.

Oleh karena itu perlakuan kita terhadap kedua hewan inipun juga berbeda🙂
Terhadap seekor lebah yang melintas di depan kita, kita dapat saja memilih untuk menghindar atau dengan lembut membuat lebah itu pergi tanpa menyengat kita. Akan tetapi terhadap seekor nyamuk, saya pribadi akan segera memicingkan mata dan bersiap-siap untuk menepuknya. Kalau perlu, menggunakan raket listrik yang biasa kita lihat di pusat belanja elektronik.

Kembali ke ayat renungan kita hari ini. Raja Salomo hendak mengingatkan kepada kita semua orang percaya, bahwa kita boleh saja rajin (malahan kita harus rajin untuk dapat meraih yang terbaik, seperti pada kisah Yerobeam – 1Raj. 11:28) seperti lebah dan nyamuk. Akan tetapi, ingatlah, kerajinan kita / usaha kita untuk berbuat rajin dapat membawa kita kepada sebuah perbuatan yang ceroboh dan gegabah; Juga dapat membuat kita salah jalan atau salah sasaran, apabila kita tidak memiliki pengetahuan.

Pengetahuan macam apakah yang sebenarnya kita butuhkan?

Kita semua memang butuh pengetahuan sebagai bekal untuk menghadapi hidup. Kita mendapatkan pengetahuan dari bangku sekolah dan kuliah, melalui buku-buku yang kita baca dan dari informasi yang tersebar luas sepanjang dunia maya. Tanpa pengetahuan umum dan yang bersifat khusus, kita menjadi orang-orang tanpa nilai lebih. Kita harus memiliki pengetahuan itu.

Akan tetapi pengetahuan yang kita dapat dari cara-cara yang baru saja saya sebutkan,  hanya dapat menjadi bekal kita untuk dapat berbuat rajin dan pengetahuan yang kita dapatkan tidak dapat kita andalkan untuk menjadi penuntun arah kerajinan kita. Pengetahuan yang kita dapat dari dunia tidak dapat kita gunakan untuk memberi tahu kita dengan pasti, kapan untuk maju, kapan untuk berhenti, kapan untuk ini dan itu. Karena sesungguhnya pengetahuan itu ialah pengetahuan akan firman Tuhan.

Karena petunjuk yang pasti hanyalah datang dari Tuhan dan sebagian besar (malah hampir semuanya) tercantum di dalam Alkitab yang selalu bersama kita ketika beribadah, akan tetapi kalau sudah sampai rumah – kita terkadang melupakannya. Atau bahkan yang lebih parah lagi, sudah bawa ke gereja – tidak dibawa pulang ke rumah dengan alasan berat, malu bawa Alkitab di tempat umum, dan berbagai macam alasan lainnya🙂

Mari kita ambil contoh dari Raja Daud, seorang yang menurut saya pribadi sangat berhasil dalam hidupnya.

Mazmur 119:66
119:66 Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.

Dalam kitab Mazmur, Daud membagikan rahasia suksesnya – bahwa ia adalah orang yang percaya kepada perintah-perintah Tuhan. Karena ia percaya terlebih dahulu, barulah ia berhak meminta kepada Tuhan untuk mengajarkan kepadanya kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik. Kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik hanya ada pada Tuhan dan hanya kepada Tuhan kita meminta, bukan kepada sumber-sumber lain.

Amsal 2:6
2:6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Mau berhasil dalam hidup ini?

Carilah Tuhan terlebih dahulu, barulah engkau dapat berhasil karena perbuatan rajinmu tidak akan menjadi sia-sia.

Tuhan memberkati kita semua

RF


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: