Da Words of My Jesus


The Berean: Siapakah Yesus?
November 5, 2009, 9:11 am
Filed under: Articles, The Bereans | Tag: ,

Siapakah Yesus?

diterjemahkan dari: https://dawords.wordpress.com/2009/11/05/the-berean-who-is-jesus/

Di dalam hati keKristenan, terpusat sebuah pertanyaan, “Siapakah Yesus Kristus sesungguhnya?” Pertanyaan ini mungkin masih terdengar menarik bagi sebagian orang, karena pertanyaan seperti ini masih berlaku setelah keKristenan beraktifitas hampir dua milenia.  Dan mungkin akan terlihat aneh bahwa penganut agama Kristen belum menemukan kesepakatan akan siapa sesungguhnya yang mendirikan agama mereka. Fakta ini akan bermakna besar kepada siapapun yang mengaku “Orang Kristen”, yang pada dasarnya berarti “pengikut Kristus.” Jika orang-orang Kristen dapat dengan penelitian mendalam menyatakan ketidak sepakatan mereka mengenai pribadi Yesus Kristus, dapatkah mereka sesungguhnya mengikuti Pribadi yang sama?

 
Subjek kali ini menjadi yang terpenting sejak pada umumnya keKristenan menyatakan mereka menyampaikan pesan tentang Yesus. Apa yang satu orang percaya mengenai Yesus, lalu orang tersebut akan menyampaikan pemahamannya akan agama Kristen yang dianutnya. Kita dapat melihat hasil dari proses pemahaman tiap-tiap orang ini pada kehadiran ribuan denominasi Kristen yang tersebar di penjuru dunia. Mereka semua mengaku sebagai orang Kristen, akan tetapi tiap denominasi memiliki penekanan masing-masing akan Yesus dalam pengajaran mereka. Contoh:

» Baptis

Denominasi ini menamai diri mereka seturut teladan Yesus saat dibaptis dan mereka secara turun temurun menekankan kepada aturan perilaku tertentu seperti: Tidak boleh minum minuman keras, tidak boleh bermain kartu, tidak boleh menari. Yesus bagi penganut aliran ini adalah seorang Guru besar yang mengajarkan nilai-nilai moral.

» Pentakosta

Mereka yang menganut aliran ini, menyebut diri mereka sebagai orang-orang yang menerima janji Yesus akan karunia Roh Kudus, yang mana digenapi saat perjamuan Pentakosta setelah kematian dan kebangkitan Yesus. Penganut aliran ini dikenal dengan baik karena merindukan untuk mengekspresikan karunia-karunia Roh. Pada umumnya mereka mampu berbicara dalam bahasa Roh. Dengan kata lain, Yesus bagi mereka adalah Pembuat Mujizat.

» Advent Hari ke Tujuh

Denominasi ini mengambil nama mereka dari hari ke tujuh, yaitu hari Sabat. Yang mana Yesus sendiri dengan jelas tercatat memegang amanat ibadah Hari Sabat ini, sama seperti akan janji-Nya untuk datang kembali. Penganut aliran ini memposisikan Yesus di tempat yang lebih tinggi sebagai pembawa tempat peristirahatan yang akan datang dari Tuhan.

» Metodis

Penganut aliran ini disebut Metodis karena John Wesley menekankan pada terstrukturnya metode pendekatan akan pendalaman Alkitab dan cara hidup orang Kristen, John mengajarkan bahwa orang-orang percaya harus melatih “free will” yang mereka miliki untuk diarahkan untuk datang kepada Kristus (sebagai cara perlawanan yang benar-benar agar ditakdirkan untuk keselamatan). Dengan demikian, mereka mengangkat banyak perintah Yesus kepada jemaatnya untuk aktif terlibat dalam keselamatan pribadi masing-masing dan pertumbuhan keKristenan.

» Gereja Reform

Gereja Reform yang merupakan pengikut ajaran John Calvin, menggaris bawahi pentingnya penebusan melalui iman kepada Kristus. Denominasi ini merupakan gerakan perlawanan terhadap penyimpangan penerapan doktrin Gereja Katolik jaman kerajaan. Dalam pandangan mereka, Yesus dilihat sebagai Penebus yang agung.

Sebagian besar denominasi dapat dikenali – bahkan ada yg bilang dapat digambarkan – dengan mengenali konsep mereka akan pribadi Yesus itu sendiri. Yesus memang sosok pusat dari keKristenan; jadi cara seseorang memandang pribadi Kristus menentukan apa yang orang tersebut percayai dan agama yang dianut.

Kebingungan mengenai pribadi Yesus sesungguhnya telah dimulai ketika Ia masih hidup, bahkan hal ini terjadi di antara orang-orang yang telah mengenal-Nya seumur hidup-Nya selama mengambil rupa manusia:

Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia (Matius 13:54-57a)

Sepertinya juga ada perdebatan secara umum di daerah Yudea akan siapa Yesus itu sesungguhnya:

  • Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” (Matius 16:13-14)
  • Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.” (Matius 21:10-11)
  • Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya.” (Yohanes 7:25-27)

Tentunya, musuh-musuh Yesus pun memiliki pertanyaan-pertanyaan akan diri-Nya yang sesungguhnya:

  • Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” (Lukas 5:21)
  • Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?” (Lukas 7:49)
  • Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: “Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.” Sebagian pula berkata: “Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?” Maka timbullah pertentangan di antara mereka. (Yohanes 9:16)

Akan tetapi, Matius 16:15-17 menunjukkan kepada kita titik awal yang terbaik untuk mengenal diriNya dan dikonfirmasikan oleh Kristus sendiri ketika Ia menjawab pertanyaan, “Siapakah Yesus?”

Lalu Yesus bertanya kepada mereka [murid-murid-Nya]: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Jawaban yang dinyatakan oleh Bapa adalah Yesus adalah Mesias yang telah dijanjikan, yang secara hurufiah merupakan Anak dari Penguasa Agung alam semesta. Tentunya, Dia lebih berkuasa daripada ini, tadi dua fakta ini merupakan adalah dasar kita berpijak kepada pemahaman yang lebih rohani akan keagungan sang Pencipta. Mereka memberikan dasar dari hubungan-Nya dengan kita dan masa depan kita, sebagaimana pula hubungannya dengan sifat ilahi, membuat Yesus sebagai jembatan antara manusia dan Tuhan. Dengan dasar ini, barulah kita dapat memulai pertimbangan yang lebih mendalam akan Yesus secara alkitabiah.

Diterjemahkan dari: The Berean


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Thanks sudah mampir and drop comment, serta semangatnya

Sorry,
Hyperlink-nya saya edit di kedua komentar rekan Penuai.
Karena buat saya pribadi, saya harus mempelajari yang rekan Penuai post di blog anda sebelum dapat saya tampilkan di blog milik saya.

Semoga dimaklumi

Tuhan Yesus memberkati

Komentar oleh ryuhanawa

So sswwwweetttt, keep fighting bro…

-edited-

Komentar oleh penuai




Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: