Da Words of My Jesus


Hati Petrus Yang Hancur | Lukas 22:54-62
November 8, 2009, 6:02 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

08 November 2009, Minggu

Keangkuhan Petrus atas kepandaian dan kekuatannya sendiri masuk dalam maksud Tuhan. Kristus mencari seorang pemimpin berhati hamba untuk menuntun orang percaya setelah Ia kembali ke surga. Sang bekas nelayan ini seorang yang bertindak menuruti keinginan hati dan merasa mengetahui semuanya. Tetapi Tuhan melihat potensinya dari keangkuhan Petrus. Dan karena itu Ia memakai alat yang tajam penghinaan untuk meremukkannya.

Ketika perkataan Yesus bertentangan dengan pendapat Petrus, si murid menegur sang Guru dengan berani (Matius 16:21-22; Yohanes 13:5-8). Kristus menanggapi dengan teguran yang tajam untuk membuatnya diam dan untuk mengajarnya (Matius 16:23). Bahkan, Tuhan harus mengkoreksi sang murid ini di depan teman-temannya pada beberapa kesempatan.

Akhirnya, Petrus gagal dalam hal dimana ia begitu yakin sebelumnya – komitmennya untuk mati bagi Tuhan. Sebaliknya, ia malah menyangkal Kristus tiga kali sebelum ayam berkokok. Penghinaan yang terakhir ini, disaksikan oleh sekelompok orang asing, menghancurkan kenyamanan dirinya.

Yesus mengikis keangkuhan Petrus selama 3 tahun sebelum sang murid ini melupakan gagasannya bahwa Kristus adalah sang pembebas bangsa Israel dari jajahan bangsa Romawi. Memperoleh keagungan tidak lagi menjadi tujuannya saat ia memilih untuk berfokus pada rancangan Tuhan bagi keselamatan pribadi yang kekal. Dan berkat kerendahan hati Petrus yang baru ini, Tuhan mendapatkan pemimpin yang berhati hamba (I Petrus 5:5-6).

Apakah Anda menghalangi karya Tuhan dalam hidup Anda? Berjaga-jagalah sebab Ia bermaksud untuk meremukkan Anda demi kebaikan Anda sendiri dan kemuliaanNya. Tuhan memulihkan Petrus menjadi orang yang lebih rendah hati, namun juga menjadi orang yang lebih hebat dari sebelumnya. Ia pun melakukan hal yang sama kepada setiap orang percaya yang tunduk kepada kehendakNya.

-Sentuhan Hati-

Lukas 22:54-62
22:54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
22:55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
22:56 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: “Juga orang ini bersama-sama dengan Dia.”
22:57 Tetapi Petrus menyangkal, katanya: “Bukan, aku tidak kenal Dia!”
22:58 Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: “Engkau juga seorang dari mereka!” Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak!”
22:59 Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: “Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea.”
22:60 Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan.” Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.”
22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: