Da Words of My Jesus


Hilangnya Pengharapan | Kisah Para Rasul 27:13-26
November 19, 2009, 5:49 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

19 November 2009, Kamis

Hidup tidak selalu seperti yang kita harapkan. Meskipun kita telah membuat rancangan seturut pimpinan Tuhan, kita masih mungkin menemui rintangan. Frustasi dalam menghadapi rintangan ini dapat menuntun kepada keputusasaan dan hilangnya pengharapan. Kemudian, bila hambatan itu tetap ada, rohani kita bisa jatuh terjerembab.

Keadaan yang nampaknya mustahil untuk ditangani seringkali menjadi hal yang membuat kita tersandung. Renungkan tentang perjalanan Paulus ke Roma melalui laut. Ketika badai topan menerjang, para pelaut berusaha keras untuk menyelamatkan kapalnya. Namun, karena mereka tidak dapat mengendalikan cuaca, perlahan-lahan harapan mereka untuk selamat pun memudar (ayat 20).

Ada saat di mana kita tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi. Kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dikasihi atau diagnosa kesehatan yang membuat hati kita hancur. Dalam situasi seperti itu, perasaan bahwa tidak ada lagi pengharapan dapat menguasai hati kita.

Rancangan yang tertunda dapat juga mematahkan harapan kita. Hana adalah contoh seseorang yang bersedih karena “harapan yang tertunda” (Amsal 13:12). Ia melihat perempuan lainnya melahirkan anak, namun kerinduannya sendiri untuk menjadi seorang ibu belum terpenuhi (I Samuel 1;11). Ketika hidup tidak berjalan sesuai dengan jadwal kita, kita mungkin merasakan hal yang sama seperti dia.

Perasaan diabaikan Tuhan dapat membuat orang percaya meninggalkan jalan Tuhan. Saya ingat suatu masa dalam hidup saya dimana saya merasa sendirian. Pikiran saya berkata bahwa Tuhan bersama dengan saya, namun perasaan saya mengatakan tidak. Untuk menangani perasaan ini, saya mencari Tuhan melalui pembacaan Firman Tuhan dan berdoa.

Pada saat-saat yang mematahkan asa, Anda memiliki pilihan. Apakah Anda akan berfokus pada keadaan Anda atau akankah Anda mengarahkan pandangan Anda kepada Bapa terkasih dan mempercayaiNya?

-Sentuhan Hati-

Kisah Para Rasul 27:13-26
27:13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.
27:14 Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin “Timur Laut”.
27:15 Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.
27:16 Kemudian kami hanyut sampai ke pantai sebuah pulau kecil bernama Kauda, dan di situ dengan susah payah kami dapat menguasai sekoci kapal itu.
27:17 Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja.
27:18 Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.
27:19 Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri.
27:20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.
27:21 Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: “Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini!
27:22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
27:23 Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku,
27:24 dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.
27:25 Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.
27:26 Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau.”

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: