Da Words of My Jesus


Ketika Allah Diam | Yohanes 11:1-6
Desember 3, 2009, 12:59 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

03 Desember 2009, Kamis

Ketika Lazarus hampir mati, saudara-saudaranya langsung memanggil Yesus. Bayangkan betapa sedihnya mereka ketika Yesus tidak segera menanggapi permohonan mereka.

Diamnya Allah tidak mudah diterima. Kita maunya Dia langsung bertindak ketika kita berseru, apalagi saat kita tengah menderita atau takut. Tetapi, karena Dia berjanji akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita, kita boleh yakin bahwa kebungkaman dari surga itu bukannya tanpa tujuan.

Kebungkaman itu meraih perhatian kita. Murid-murid tahu bahwa Yesus dapat menyembuhkan, karena itu mereka tentu saja heran, mengapa Yesus tak segera bergegas mengunjungi sahabat-Nya. Ternyata Tuhan mau mereka menyaksikan hal yang jauh lebih besar: kuasa-Nya atas maut. Mereka pernah bingung dengan perkataan-Nya tentang mengalahkan maut, dan mereka perlu tahu bahwa Dia dapat menggenapi nubuat-nubuat tentang kebangkitan-Nya sendiri (Markus 9:31-32). Mujizat di kubur Lazarus hanyalah bagian dari persiapan itu.

Kebungkaman itu mengajar kita untuk percaya. Maria dan Marta mengabarkan tentang sakitnya Lazarus karena mereka berharap Tuhan akan menyembuhkannya. Tetapi, apakah iman mereka goyah ketika harapan itu tidak terpenuhi? Marta menjawab pertanyaan itu dengan berkata, “Aku percaya bahwa Engkaulah Mesias” (Yohanes 11:21-27). Tuhan kemudian mengganjar kepercayaan wanita itu dengan mujizat yang mengejutkan: saudara mereka hidup kembali.

Terkadang, satu-satunya yang bisa kita dengar ketika kita berdoa hanyalah desahan napas kita sendiri, yang bisa jadi membuat kecewa dan takut. Namun Alkitab berkata, Allah selalu beserta kita, dan tidak selama-lamanya Dia membungkam (Ayub 23:8-10; Ibrani 13:5). Peganglah janji ini ketika Anda sedang mencari makna dan tujuan di balik kebungkaman-Nya.

-Sentuhan Hati-

Yohanes 11:1-6
11:1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
11:2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
11:3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.”
11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: