Da Words of My Jesus


Bertekun Di Dalam Kebungkaman | Ayub 23:16-17
Desember 4, 2009, 1:29 pm
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

04 Desember 2009, Jumat

Kemarin kita sudah melihat bahwa Allah selalu punya tujuan dengan kebungkaman-Nya. Saya menerima pelajaran ini – beserta ganjarannya – di perguruan tinggi.

Sebagai mahasiswa senior, saat itu saya mulai mendoakan suatu situasi yang akan berdampak pada masa depan saya. Tetapi, ketika saya mulai berlutut, saya merasa Allah seolah-olah langsung pergi. Selama tiga hari tiga malam saya tidak merasakan kehadiran-Nya. Pada malam keempat, beberapa teman berkumpul mendoakan saya, tanpa hasil. Karena hampir putus asa, saya diarahkan kembali ke kamar. Saya lalu masuk ke kamar sahabat saya, Don, lewat jendela (karena pintu terkunci), dan kami berdoa sampai pagi. Hasilnya tetap nihil.

Saya berseru kepada Bapa sepanjang minggu. Dan akhirnya, Dia turun tangan juga secara dramatis dalam hidup saya, dan menentukan dengan jelas langkah-langkah saya selanjutnya. Pelajarannya adalah: Ketika Allah bungkam, tetaplah tekun berdoa!

Saya sering sekali mendengar tentang orang yang berhenti berdoa karena tidak mendapat jawaban.  Matius 17:20 berkata, iman sebesar biji sesawi saja dapat memindahkan gunung. Bayangkan betapa kecilnya kepercayaan kita jika kita menyerah kepada Tuhan. Orang percaya tidak boleh memperlakukan doa seperti koin yang dimasukkan ke mesin, yang langsung memberi jawaban. Berdoa kepada Allah lebih merupakan investasi jangka panjang dalam keintiman persahabatan kita dengan-Nya.

Sekalipun suatu ketika Allah mungkin diam saja, Dia tak pernah berhenti berkarya untuk kita. Jika waktunya sudah tiba, Dia akan memberi jawaban yang sesuai dengan rencana-Nya yang sempurna. Menyerah sebelum Tuhan menjawab adalah kesalahan fatal. Tetaplah berdoa, sobat. Berdoalah terus!

-Sentuhan Hati-

Ayub 23:16-17
23:16 Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar;
23:17 sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita.”

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: