Da Words of My Jesus


Janji-Janji pada Saat Menderita | II Korintus 4:16-18
Desember 21, 2009, 11:02 am
Filed under: Articles

20 Desember 2009, Minggu

 

Kemarin kita sudah belajar tentang sarana yang dipakai Tuhan untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Yesus. Sebagai orang percaya, kita tentu menginginkan hasilnya, tetapi prosesnya memang menyakitkan. Itu sebabnya Bapa surgawi memberi kita penghiburan dengan berbagai cara.

   Pertama, Tuhan menghancurkan kita dengan kasih. Orang percaya adalah anak-anak-Nya; seperti orangtua yang mendisiplin putra-putrinya dengan kasih, begitu juga Allah kita. Dia tak pernah membuat kita menderita hanya karena murka.

   Kedua, Dia membatasi penderitaan kita, mengontrol tekanan agar tidak sampai melampaui yang dapat kita tanggung (II Korintus 4:8). Bapa kita tahu persis apa yang dibutuhkan untuk menghancurkan keras kepala, pemberontakan dan keegoisan kita, tetapi Dia tidak pernah menghancurkan roh kita.

   Ketiga, Allah membawa kejelasan pada saat kita menderita. Dengan menyelami jalan-Nya yang lebih tinggi dari jalan kita, kita bisa makin mengenal sifat-sifat-Nya yang mengherankan. Pada saat yang sama, kesadaran-diri kita makin membaik, dan pola-pola pikir lama yang tidak berguna mulai memudar.

   Keempat, Allah berjanji tidak meninggalkan kita. Kehancuran bisa membuat kita merasa kesepian dan kosong, karena kita kehilangan hal-hal yang pernah merebut kesetiaan kita. Tetapi Bapa sudah mengganti semuanya itu dengan diri-Nya sendiri – dan Dia jauh lebih memuaskan dan dapat diandalkan.

   Kelima, Tuhan selalu sabar. Dia mengenal latar belakang kita dan pola-pola pikir kita yang sudah berurat akar. Namun Dia juga mengharapkan hasil akhirnya dan menghargai semua proses itu.

   Ketika Anda menghadapi kesulitan, ingatlah janji-janji Tuhan dan tetaplah mengarahkan pandangan kepada tujuan. Dia  selalu memikirkan yang terbaik untuk Anda, karena itu, temukanlah pelajaran-Nya bagi Anda.

-Sentuhan Hati-

2 Korintus 4:16-18
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: