Da Words of My Jesus


Kehancuran: Berkat | II Korintus 12:7-9
Desember 21, 2009, 8:33 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

19 Desember 2009, Sabtu

   Tidak ada orang yang senang menderita. Namun Allah sering memakai penderitaan untuk membentuk anak-anak-Nya. Meskipun saat-saat indah dan bahagia itu terasa menyenangkan, masa-masa penderitaan cenderung menghasilkan pertumbuhan.

   Kehancuran merupakan cara Allah menangani sebagian dari kita yang  tidak ingin bergantung pada-Nya. Target-Nya adalah bagian-bagian yang menghalangi tujuan-Nya. Dengan kasih dan terampil, Bapa akan mengatur situasi-situasi yang akan membuat kita tidak cukup nyaman, sehingga kita menyadari ketergantungan kita pada-Nya.

   Rasul Paulus juga pernah mengalami hal ini. Setelah diselamatkan di jalan ke Damaskus, ia masih membutuhkan pertumbuhan rohani agar menjadi sangat efektif bagi Kristus. Maka Allah mengizinkan ia mengalami penderitaan tertentu, yang disebutnya “duri dalam daging.” Tiga kali ia sudah memohon  kepada Allah untuk menyingkirkannya, tetapi tanpa hasil.  Eloknya, Paulus tetap bersyukur. Ia bahkan menulis, “Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (II Korintus 12:10).

   Seperti Paulus, kita boleh-boleh saja tidak suka menderita, tetapi tetaplah meyakini bahwa Allah sedang menumbuhkan kita. Tujuannya supaya kita dapat hidup dalam hubungan yang erat dengan-Nya, dan melayani dengan efektif sesuai tujuan dan kehendak-Nya. Untuk ini, Dia harus  menghancurkan pemberontakan, pertahanan dan kehendak kita sendiri.

   Jika Anda ingin benar-benar hidup bagi Yesus, percayailah Dia untuk berdoa, “Tuhan, melebihi apa pun di dalam kehidupan ini, aku ingin hidup bagi-Mu. Hancurkanlah bagian-bagian dalam diriku yang tidak sepenuhnya tunduk pada kehendak-Mu.”

-Sentuhan Hati-

2 Korintus 12:7-9
12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: