Da Words of My Jesus


Mengakhiri Dengan Baik | Lukas 12:15-21
Desember 30, 2009, 6:15 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

30 Desember 2009, Rabu

 Bacaan hari ini berbicara tentang orang kaya yang tidak menggunakan waktunya dengan baik. Karena mengira hidupnya masih lama, ia bukan saja tidak menyertakan Tuhan dalam perencanaannya, tetapi ia juga membiarkan dirinya dikuasai materialisme.

 Sebaliknya, Paulus yang tahu hidupnya tidak akan lama lagi, memanfaatkan waktunya selama masih di bumi ini dengan sebaik-baiknya. Salah satu prioritasnya adalah melayani orang lain sampai akhir hidupnya. Surat-suratnya dari penjara menunjukkan hal ini – meskipun ia tahu ia akan segera mati, Paulus mencurahkan waktu dan tenaganya untuk mengajar sesama orang percaya, dan mendoakan mereka.

 Paulus juga menyadari betapa berharganya waktu yang dipakai untuk mendorong orang kristiani agar melakukan segala sesuatu seperti kepada Tuhan (Kolose 3:23). Apalagi ketika yang dilakukan itu tampaknya tak ada kaitannya dengan gereja. Pekerjaan Allah bukan hanya untuk para misionaris dan pendeta; Dia memanggil semua anak-Nya dengan tugas dan bidang yang berbeda-beda.

 Rasul Paulus juga tahu bahwa kehidupan orang kristiani membutuhkan perjuangan. Dan ia realistis ketika mengakui ketidaksempurnaannya (Roma 7:5-25). Ini berarti, untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, ia harus bertekun, tetap berpegang pada janji-janji Allah, dan bersandar pada kuasa kemenangan ilahi. Dan akhirnya Paulus dapat berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman.” (II Timotius 4:7).

  Hidup adalah pemberian. Setiap kita memiliki jumlah hari yang terbatas di bumi ini. Bagaimana Anda akan memanfaatkan waktu Anda, agar ketika Anda melihat ke belakang, Anda bisa berkata dengan percaya diri seperti Paulus, bahwa Anda sudah mengakhirinya dengan baik?

-Sentuhan Hati-

Lukas 12:15-21
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: