Da Words of My Jesus


Harga Melarikan Diri dari Allah | Yunus 4:9-11
Februari 24, 2010, 7:49 am
Filed under: Moment of Peace, Sentuhan Hati | Tag: ,

24 Februari 2010, Rabu

Anda mungkin berpikir bahwa ancaman badai dahsyat dan beberapa hari di dalam perut ikan, akan membuat orang sadar. Namun, jika orang itu adalah Yunus, Anda keliru. Bagian terakhir kisah Yunus mengungkapkan tentang seorang nabi yang penuh dendam, yang hanya menaati Allah secara fisik sementara hatinya masih terus dalam pelarian.

Yunus membayar mahal untuk melarikan diri dari Allah – tiket yang dibelinya untuk pergi ke Yafo dan Tarsis tidaklah murah. Dan, anak-anak sekolah minggu pun bisa menceritakan derita fisik yang harus ditanggungnya. Tetapi, ketika semua peristiwa itu sudah berlalu, Yunus pun masih terus bergelut secara spiritual dengan akibat pelariannya. Damai dan sukacitanya lenyap. Yang ada hanyalah kepahitan luar biasa sampai-sampai ia meminta Allah untuk mencabut nyawanya saja.

Sebagai orang percaya, kita tidak dapat melawan Tuhan tanpa membayar harganya. Kehidupan rohani kita akan melemah. Keterampilan dan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada kita akan menurun akibat kurang dipakai selama kita menyia-nyiakan waktu untuk melarikan diri. Dan kita pun berisiko kehilangan banyak hal lain akibat tindakan kita. Keluarga, keuangan, kesehatan dan yang lain-lainnya bisa terinfeksi oleh dosa.

Mungkin Anda punya kebiasaan, rencana atau tindakan yang Anda tahu bertentangan dengan kehendak Allah. Sudahkah Anda memikirkan akibatnya? Meskipun Iblis mungkin berupaya meyakinkan Anda yang sebaliknya, pelanggaran Anda tetap akan membawa akibat. Tuhan yang kudus dan benar tidak akan membiarkan kita terus berkanjang dalam dosa. Harga mengikuti kemauan sendiri itu mahal. Lihat saja betapa menderitanya Yunus akibat pilihannya. Ganjaran dari menaati Allah jauh lebih menyenangkan.

-Sentuhan Hati-

Yunus 4:9-11
4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Jawabnya: “Selayaknyalah aku marah sampai mati.”
4:10 Lalu Allah berfirman: “Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?”

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: